Minggu, 04 Desember 2011

D-A-M-A-I (Disiplin-aktif-mengamalkan-aman-ilmu )UNIVERSITAS ALMUSLIM

Disiplin
Disiplin mempunyai makna yang luas dan berbeda – beda, oleh karena
itu disiplin mempunyai berbagai macam pengertian. Pengertian tentang
disiplin telah banyak di definisikan dalam berbagai versi oleh para ahli. Ahli
yang satu mempunyai batasan lain apabila dibandingkan dengan ahli lainnya.
Definisi pertama yang berhubungan dengan disiplin diantaranya:
Disiplin adalah Tingkat konsistensi dan konsekuen seseorang terhadap suatu komitmen atau kesepakatan bersama yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai waktu dan proses pelaksanaan suatu kegiatan” Depdiknas (1992)
Disiplin yaitu kepatuhan untuk menghormati dan melaksanakan suatu system yang mengharuskan orang untuk tunduk pada keputusan, perintah atau peraturan yang berlaku.Dengan kata lain, disiplin adalah kepatuhan mentaati peraturan dan ketentuan yang telah ditetapkan”. Andi Rasdiyanah (1995)
Dari berbagai macam pendapat tentang definisi disiplin diatas, dapat
diketahui bahwa disiplin merupakan suatu sikap moral mahasiswa yang terbentukmelalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai – nilai
ketaatan, kepatuhan, keteraturan dan ketertiban berdasarkan acuan nilai moral.mahaSiswa yang memiliki disiplin akan menunjukkan ketaatan, dan
keteraturan terhadap perannya sebagai seorang pelajar yaitu belajar secara
terarah dan teratur. Dengan demikian mahasiswa yang berdisiplin akan lebih
mampu mengarahkan dan mengendalikan perilakunya. Disiplin memiliki
peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia terutama mahasiswa dalamhal belajar. Disiplin akan memudahkan siswa dalam belajar secara terarah danteratur.

Aktif
Aktif adalah pembelajaran membangun pengalaman belajar para mahasiswa dengan berbagai keterampilan proses sehingga mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru. Sedangkan dosen harus mampu menciptakan kegiatan belajar yang beragam sehingga memenuhi dan mampu memberikan pelayanan pada berbagai tingkat kemampuan dan gaya belajar mahasiswa. Di sisi lain menyenangkan dimaksudkan agar dosen mampu menciptakansuasana belajar yang menyenangkan sehingga mahasiswa memusatkan perhatian secara penuh.
Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan merupakan usaha membangun pengalaman belajar mahasiswa dengan berbagai keterampilan proses untuk mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru, melalui penciptaan kegiatan belajar yang beragam dan mengkondisikan suasana belajar sehingga mampu memberikan pelayanan pada berbagai tingkat kemampuan dan gaya belajar mahasiswa, serta mahasiswa lebih terpusat perhatiannya secara penuh.Suasana pembelajaran abad 21 mengisyaratkan dosen lebih memuji mahasiswa atas hasil karyanya, mengajukan pertanyaan yang menantang, dan mendorong mahasiswa untuk melakukan observasi.dosen tidak di harus kan membuat suasana kelas tegang dan menjelek-jelekan karya mahasiswa karena akan berimplikasi pada ketidak patuhan,fokus belajar mahasiswa akan hilang dan dosen tidak lagi menjadi inspirasi dan motivator bagi mahasiswa.


Mengamalkan
 Allah juga berfirman:
Dan sesungguhnya kalau mereka mengamalkan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan iman mereka (an-nisaa: 66)
Maka lihatlah bagaimanakah keutamaan orang-orang yang mengamalkan ilmu yang telah diketahuinya.
Darisini kita ambil faidah:
1.    Anjuran agar kita semakin bersemangat dalam menuntut ilmu sehingga semoga setiap ilmu yang kita dapatkan, kita berusaha untuk dapat kita amalkan.
2.    Maka seharusnya ini dapat kita jadikan sebagai tujuan utama kita dalam menuntut ilmu, yaitu kita mencari ilmu agar kita dapat mengamalkannya; bukan hanya sekedar “koleksi” ilmu saja. Namun tercermin dalam amal-amal kita, baik amalan hati, lisan maupun anggota badan.
3.    Dengan mengamalkan ilmu (dengan ikhlash), maka pasti allah akan menunjuki kita akan ilmu-ilmu yang belum kita ketahui.
4.    Dengan mengamalkan ilmu (dengan ikhlash) pula, maka akan memperkuat keimanan dalam hati kita.
5.    Dengan mengamalkan ilmu (dengan ikhlash) pula, maka akan membantu kita istiqamah diatas jalan yang haq.
6.    Allah menyebut “mengamalkan ilmu” sebagai salah satu bentuk jihad. Maka ini sebagai jawaban kepada kaum takfiriy yang hanya mengkhususkan jihad kepada jihad qital (perang) saja; yang mana sebenarnya jihad sangat luas maknanya, tidak sebatas perang saja.
7.    Sebagaimana mengamalkan ilmu adalah jihad, maka menuntut ilmu pun merupakan jihad.

Aman
Aman adalah sebuah kondisi yang tentram,damai dan sejahtera tanpa ada suatu tindakan kriminalitas atau kejahatan yang dapat mengganggu instabilitas keamanan baik secara politi,.ekonomi dan social.
Tapi pembelajaran kita di sini,aman adalah kesanggupan seorang mahasiswa dalam melindungi dirinya dari hal-hal yang tidak perlu di lakukan.artinya seorang mahasiswa di tuntut untuk lebih keras dalam menjaga apa saja ilmu yang telah di dapat bisa di pergunakan dalam berbagai hal yang berguna buat dirinya,orang lain dan bangsa –negara.
Contohnya seorang mahasiswa belajar ke amerika,setelah mendapatkan ilmu di sana dan bergelar magister.mahasiswa tersebut pulang ke tanah airnya dan di terima sebagai pegawai di instansi pemerintahan,dalam menata pelayanan public yang baik dan prima malah orang tersebut mempergunakan wewenang sesuka hati.uang rakyat di korup tanpa ingat dosa sedikit pun.ini lah salah satu orang yang pernah mencicipi jadi mahasiswa yang tidak mengamankan keimanan hatinya dalam berbuat baik.

Ilmu
Ilmu (science) adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Ilmu adalah pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu.
Ilmu bukan sekadar pengetahuan(knowledge), tetapi merangkum sekumpulan pengetahuan berdasarkan teori-teori yang disepakati dan dapat secara sistematik diuji dengan seperangkat metodeyang diakui dalam bidang ilmu tertentu. Dipandang dari sudut filsafat, ilmu terbentuk karena science manusia berusaha berfikir lebih jauh mengenai pengetahuan yang dimilikinya. Ilmu pengetahuan adalah produk dari epistomologi.
Contoh:ilmu alam hanya bisa menjadi pasti setelah lapangannya dibatasi ke dalam hal yang bahani (materiil saja), atau ilmu spikologi hanya bisa meramalkan perilaku manusia jika lingkup pandangannya dibatasi ke dalam segi umum dari perilaku manusia yang konkret. Berkenaan dengan contoh ini, ilmu-ilmu alam menjawab pertanyaan tentang berapa jarak matahari dan bumi, atau ilmu psikologi menjawab apakah seorang pemudi cocok menjadi perawat.

Senin, 28 November 2011

Kisah menarik bapak Irwandi yusuf (gubernur aceh ) dan Buah Berkulit Tikar

Ini kisah tentang masa kecil seorang anak bernama Irwandi Yusuf. Irwandi kecil adalah seorang anak yang ingin tahu segala hal. Ketika anak seusianya membuat mobil mainan berbentuk truk atau bus, Irwandi malah membuat tank perang. Ia juga menjadikan batang pisang di belakang rumahnya sebagai 'partner' latihan karate.
Terletak di sebuah tikungan kawasan Bireuen, gampong –kampung-- itu berhadap-hadapan dengan rawa bernama Paya Kareung. Bila berjalan dari arah Banda Aceh menuju Medan, setelah melewati kota Bireuen, maka perkampungan ada di sebelah kiri, paya –rawa ada di kanan jalan. Terbentengi bantaran Irigasi, inilah gerbang Gampong Sagoe.
Di situlah bermukim seorang guru agama yang juga guru ngaji, bernama Muhammad Yusuf, bersama istrinya, Nafsiah Puteh. Pengantin yang baru setahun berkeluarga, tentu merindukan buah hati. Masa itu tiba pada pukul 12.00 WIB, 2 Agustus 1960, Yusuf duduk gelisah di ruang tamu rumahnya di Gampong Sagoe itu.
Maklum, isterinya, Nafsiah, yang sedang hamil tua sedang berjuang bersama dukun beranak, Fatimah, di dalam kamar sayap kanan rumahnya. Ini sebuah proses persalinan yang biasa di masa itu, tetapi Yusuf cemas sebab sedang menanti kelahiran anak pertamanya.
Begitu mendengar tangisan bayi, Yusuf reflek terbangun dari duduknya. Lalu buru-buru menuju kamar. “Ka lahee aneuek agam,” kata sang istri, Nafsiah, kepadanya. Sang suami mengangguk tersenyum. Ini adalah putra pertama mereka. “Lon boeh nan Irwan. (Saya beri nama: Irwan),” kata Nafsiah.
Oleh Zainal Abidin –Nek Teungku--, ayah kandung Yusuf, menambahkan 'Di' di belakang nama Irwan. Jadilah Irwandi, lalu satu suku kata lagi yaitu Yusuf adalah penggalan nama belakang ayahnya, Muhammad Yusuf. Jadilah Irwandi Yusuf. Kelahiran Irwandi hanya disambut khanduri kecil-kecilan. Maklum desa yang penuh hutan belukar itu masih sepi, baru ada 30 rumah tanpa penerangan listrik.
Irwandi tumbuh bersama bocah-bocah kecil lainnya di Gampong Sagoe dengan ciri khas rambut tegak lurus. Kata orang kampung, “balon beureutoh meunyoe keuneung ok gobnyan (balon meletus jika kena rambutnya).” Di usia lima tahun, dia sudah mahir membaca Al-Quran. Gurunya tak lain adalah kakeknya, Zainal Abidin yang akrab disapa Teungku Gampong, kadang-kadang dia belajar pada ayahnya, Yusuf. Sesekali yang bertindak menjadi guru adalah Nafsiah, ibunya.Sering, Nafsiah kerepotan dengan pertanyaan putra sulungnya saat belajar itu. Termasuk tentang kelahiran adik-adiknya. “Adek bayi nyoe ata dipeutroen dari kapai(adik-adik diturunkan dari pesawat),” kata Nafsiah. Mendengar penjelasan ibunya, Irwandi hanya tersenyum saja.
Akhirnya, Nafsiah menyadari sifat Irwandi yang selalu penuh pertanyaan itu. “Jih meunan droe. Miseu lagee tapeureuno beut, keun ka ta kheun sigoe trok bah  jih meuphom, watee ta kheuen sigoe treuek nyan langsong jikheuen 'pu neukheun sabe- sabe? ' Peue syit yang lon pike meuseu neukheun sabe-sabe (Dia –sifatnya-- memang begitu. Misalnya ketika kita mengajarkannya membaca Al-Quran, kita akan membaca satu kali lagi agar dia memahaminya, waktu kita baca lagi langsung saja dia katakan kenapa membaca berkali-kali? Kalau Ibu membaca berkali-kali lalu apa yang harus saya fikirkan lagi),” kata Nafsiah.
Tempat pengajian ini memang berada di rumah keluarga besar Irwandi. Semua anak-anak di kampung itu belajar mengaji di sini, maklum Nek Imum adalah seseorang yang sangat dihormati di sini. Keluarga Irwandi dikenal sebagai keluarga terpandang di desanya. Selain seorang imam, Nek Teungku --kadang juga disapa Teungku Denon--, sang kakek, sebelum kemerdekaan adalah wakil/orang kepercayaan Ampon Chiek Peusangan untuk kawasan Gampong Sagoe dan sekitarnya.  Adapun Yusuf, ayah Irwandi, selain seorang guru agama di Madrasah Ifitaiyah Negeri (MIN) Cot Bada, Peusangan, dia adalah Geuchik Gampong Sagoe.
Bagi Irwandi, semua yang dilihat dan belum dimengertinya selalu menjadi pertanyaan. Suatu kali, dia penasaran dengan sejenis buah-buahan yang membuatnya sampai menelan ludah. Glek. Keinginannya makin menggoda manakala melihat tetangga membawa pulang buah berkulit tikar itu.Tak tahan, Irwandi pun merengek pada ibunya untuk membeli.“Mak, neublo boh kaye nyan that hawaku, lagee tika kulet boh kaye nyan (Mamak, belikan aku buah-bauhan, aku sangat menginginkannya, buah-buahan itu kulitnya mirip tikar),” katanya. Tentu saja Nafsiah bingung. “Kiban boh kayee lagee tika (bagaimana buah-buahan yang mirip dengan tikar itu)?” dia bertanya.
Melihat ibunya kebingungan, Irwandi pun berlari-lari kecil ke rumah tetangganya, dia mencari di tempat sampah. Setelah menemukan kulit buah-buahan yang mirip tikar itu, Irwandi memberikan pada ibunya sambil berkata, “nyoe, kulet boh kayee nyang lagee tika nyan.”Sembari tersenyum, Nafsiah berkata: “oh nyan boh meuria, hana mangat hai nyak, nyan rasajih klat (Oh itu, buah rumbia –salak Aceh--, nggak enak rasanya kecut)”. Kendati demikian Nafsiah tetap membelikannya untuk Irwandi, bahkan sekeranjang.Girang bukan kepalang, Irwandi pun mengupas buah berkulit tikar itu dan melahapnya satu. Dan, apa yang terjadi?  Dia merasakan buah yang sangat kecut, dan kesat. Satu pun tak habis dimakannya. Diam-diam dia meninggalkan sekaranjang buah yang sejatinya sering digunakan buat rujak Aceh. Sejak itu, Irwandi berhenti minta buah rumbia.
Memasuki usia enam tahun, Nek Teungku menginginkan cucunya menjadi seorang terpelajar, begitu juga sang ayah, Yusuf, yang berharap anaknya menjadi orang pintar. Irwandi didaftarkan ke Madrasah Iftidayah Negeri (MIN) Cot Bada, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Pada seorang guru di sekolah, Yusuf berpesan agar Irwandi jangan dimasukkan ke dalam kelasnya mengajar. “Leu that ji teumanyoeng (banyak sekali bertanya),” kata Yusuf kepada guru itu.Sementara, Nek Teungku yang juga akrab disapa Teungku Gampong yang menganggap Irwandi sudah mulai bersentuhan dengan dunia luar, selalu mengingatkan satu hal pada cucunya, “bek jak meurangak bak gob”. Sangking mendalamnya ajaran ‘bek meurangak’ itulah yang membuat Irwandi tak pernah berharap mendapat bantuan siapapun. Jika jam makan siang tiba, dia segera pulang.Sebab, kalau terlambat tiba di rumah, maka ayah-ibunya ataupun kakeknya akan bertanya, “nyan pat kayak raheung. Pasti kayak raheung bak rumoh gob, cet-cet uroe goh lom ka woe (nah di mana kamu raheung. Pasti pergi raheueng di rumah orang, siang-siang begini belum pulang-pulang?”
Satu kalimat itu sudah cukup membuat Irwandi malu, diapun menunduk tanpa menjawab langsung ke dapur mengambil piring lalu makan siang. Begitu juga ketika di rumah tetangga terdengar buah kelapa jatuh sebab ada yang memanjatnya, langsung kakeknya bilang pada Irwandi “nyan kah bek kameuraheung boh u muda bak rumoh gob (nah kau jangan meuraheueng buah kelapa muda tetangga).Setelah bersekolah, Irwandi mulai banyak teman. Tak ada angkutan, di masa itu mereka sekampung berjalan kaki menuju sekolah yang berjarak satu kilometer dari gampong. Anak-anak tanpa seragam, beraneka macam baju yang dikenakan. Bahkan, di antaranya banyak memakai sendal, ada yang bertelanjang kaki. Setiap hari begitu, mereka pun menjadi akrab dan menjadi teman sepermainan.Sepulang sekolah, Irwandi mengisi harinya bercengkrama bersama teman-teman kecilnya. Salah satu permainan yang suka mereka mainkan adalah “polisi dan penjahat”. Mereka memakai bedil dari kayu dan pelepah kelapa. Bersama teman-temannya, dia juga memanfaatkan Paya Kareung sebagai tempat berenang sambil main kejar–kejaran. Irwandi suka memancing di sini. Biasanya, dia membawa pulang ikan Petek, Sepat, Gabus, dan Seungkeo (Lele).
Selain itu, Irwandi bersama teman-teman kecilnya itu juga suka bermain mobil-mobilan. Tentu bukan membeli, anak-anak di kampung membuatnya sendiri dari pelepah rumbia. Kesukaan Irwandi berbeda, jika anak-anak lain membuat truk atau bus, dia malah membuat tank perang. Bahkan dibikin dua lalu dirancangnya perang-perangan, biar mirip dibuatnya tembakan dari gelang karet.Kegemarannya dengan peralatan tentara juga terbawa ke sekolah, saat melukis pun biasanya dia menggambar peralatan militer, jika pun guru menyuruhnya bikin lain maka dilukisnya pemandangan.Irwandi di tengah keluarganya, di kenal tak suka ke sawah. Bahkan Yusuf dan Nafsiah tak bisa menyuruh putranya turun ke sawah, sebab selalu melihatnya bermain. Jika tak bermain, Irwandi sedang asyik membaca buku. Semua buku yang dibacanya berasal dari peti buku milik Yusuf.
Irwandi suka mengacak-acak toeng –peti—itu untuk mencari buku yang hendak dilahapnya. Mulai dari sebuah novel, buku ilmu teknik ringan, serta sejarah seperti sebuah buku yang paling disukainya berjudul “Singa Atjeh” yang bercerita tentang Sultan Iskandar Muda. Dari buku ini dia mendapat gambaran bagaimana Aceh sangat makmur di zaman Pemerintahan Kesultanan Iskandar Muda. Aceh di abad-17 sudah mahsyur sampai ke negeri Cina.Berpesan, buku Singa Atjeh itu jangan sampai rusak. “Nyan buku gob, ata ta pinjam (itu buku orang yang kita pinjam),” katanya. Irwandi diam saja, tetapi tiap hari dibacanya sampai buku itu lecek, ada lembaran-lembaran yang terlepas. “Nyan ka reuleuh lagoe buku, kiban ta pulang lom (nah itu sudah rusak buku orang, bagaimana mau kita kembalikan lagi)?” Buku itupun akhirnya entah bagaimana nasibnya.
Salah satu novel yang dibacanya menceritakan tentang dua anak yatim-piatu. Anak ini sudah ditinggal mati oleh ibunya, dan ayahnya yang adalah Tentara KNIL tewas di Aceh. Dua anak itu hidup di Jakarta bersama ibu tirinya. Setiap hari mereka disuruh mengemis di Matraman, Muara Angke, Pancoran, dan Stasion Kereta Api Gambir, di Jakarta. Uang yang didapat dari hasil mengemis itu dipakai ibunya untuk kebutuhannya memadat candu. Sang ibu tiri pecandu narkoba.Novel dibaca habis, bahkan sampai-sampai air matanya meleleh.Rupanya, dia mengandaikan dirinya menjadi si pengemis cilik itu.Isi novel bisa diceritakannya secara utuh pada teman-teman kecilnya. Bahkan dari sini ini pula Irwandi mampu mendiskripsikan tentang Jakarta seperti dia melihat sendiri ibu kota negara itu. Dari novel ini pula Irwandi tahu detail tentang Kereta Api, lengkap dengan bahaya jika berada dekat rel.
Di masa itu, di Bireuen ada Kereta Api yang melintas di kawasan ini. Irwandi sering was-was jika kereta lewat, “jangan-jangan ada orang di atas rel.” Itulah sebabnya, ibu-ibu di sana sering menggodanya. Tatkala ada kereta api melintas, ibu-ibu langsung berteriak, “ada orang berjalan di atas rel.”Mendengar jeritan ibu-ibu,  Irwandi yang sedang berada di dalam rumah terperanjat bukan kepalang. Dia pun ikut berteriak, “yu minah, yu minah laju, bek na bak ren(suruh minggir, jangan ada orang di rel bahaya).” Teriakannya terdengar se-antero kampung. Akhirnya membuat para ibu-ibu yang menggodanya tertawa terpingkal-pingkal.
Peti buku itu memang penuh makna bagi Irwandi. Sebab dari situ pula dia mendapat jawaban berbagai hal yang menjadi pertanyaan di benaknya. Misalnya buku Ilmu Falak, dari sini dia bisa mengetahui berbagai hal tentang alam. Di antaranya adalah soal gerhana matahari, gerhana bulan, dan juga bencana alam.Ini semua menepis sahibul hikayat yang didengarnya, yaitu tentang dunia ini yang berada di ujung tanduk lembu, jika lembu bergoyang maka terjadilah gempa. Gerhana yang didengarnya pertanda akan hari menjelang kiamat. Dia sangat takut datangnya kiamat, sebab akan berpisah dari nenek dan orang tuanya. Nah, setelah membaca buku ilmu falak itu dia pun paham tentang gejala alam.
Dari hasil membaca pula dia mampu melukiskan bagaimana mesin kenderaan bermotor bekerja. Dia membaca buku mekanik di peti buku ayahnya, di situ ada satu buku yang menerangkan tentang bagaimana mesin bekerja secara sederhana. Di usia dini, dia sudah paham bagaimana bekerja piston, dan pembakaran. Rupanya buku itu telah menjawab pertanyaan yang terbawa dalam mimpinya, yaitu kenapa mobil bisa berjalan sendiri.Sejak itu, dia pun paham mengapa mobil sedan yang digunakan sebuah perusahaan di dekat kampungnya itu mesinnya ada di bagian belakang.
Ketika bertemu teman-temannya dia pun mengatakan, “nyan moto nyan mesin jih jiduk di likoet (mobil itu mesinnya ada di belakang).”Langsung saja mereka menyanggah, “kiban jiduek di likot sedangkan dijak u keue. Weng jih pih di keu (bagaimana bisa di belakang, sedangkan jalannya ke depan. Setirnya pun di depan).”
Irwandi pun menjelaskan bahwa, mesin mobil itu bekerja untuk memutar roda, jadi sangat mungkin bagasi mobil menjadi tempat mesin dan kap mesin menjadi bagasi. Penjelasan ini, malah membuat teman-temannya makin mengerutkan dahi.
Tak hanya membuat bingung teman-temannya, kebiasaan Irwandi terkadang juga membuat Nafsiah mengerutkan dahi. Misalnya, suatu hari Nafsiah terkejut mendengar gedebak-gedebuk di kebun pisang belakang rumahnya. Ada pula teriakan, “ciat… ciat..”.Penasaran, dia pun melongok. Dan yang dilihatnya, Irwandi sedang meniru gaya kung fu Bruce Lee --bintang film Hong Kong -- dan sasarannya menggebuk batang pisang. Sang ibu pun hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Pelajaran karate ini pun dibawanya ke sekolah. Dia memperagakan jurus-jurusnya saat jam istirahat, lalu  mengajak kawan-kawannya untuk mencoba kemampuannya itu, ya berkelahi.Seperti itulah, Irwandi melalui masa kecilnya.
Masih kenalkah Anda dengan Irwandi? “Kiban han ta turi, jinoe jih ka jeuet keu gubernur, watee jiwoe keuen murumpok syit ngeuen kamoe.” Begitu Mustafa, teman kecil Irwandi, menjawab. Irwandi memang sudah menjadi seorang gubernur setelah dipilih rakyat Aceh pada 2006, namun Mustafa tetap seorang petani kecil di Gampoeng Sagoe.
Design by : www.atjehpost.com@2011

Sabtu, 26 November 2011

birokrasi pemerintahan (government bureaucracy)UNIVERSITAS ALMUSLIM



Birokrasi berawal dari bahasa prancis,bureaucratie yang artinya kekuasaan yang terpengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan.
Sedangkan bureaukratie dalam bahasa jerman yakni kekuasaan atau wewenang yang berada di departemen pemerintah dan cabang-cabangnya memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesama warga Negara.
Ada beberapa perspectif para pakar tentang birokrasi:  
  • Menurut Hegel
Birokrasi adalah medium yang mempertemukan kepentingan rakyat dan pemerintah,birokrasi mengemban tugas yang besar berupa harmonisasi hubungan antara rakyat dan pemerintah.
·         Menurut blau
Birokrasi merupakan suatu lembaga yang sangat kuat dengan kemampuan  untuk meningkatkan kapasitas-kapasitas potensial terhadap hal-hal yang baik maupun buruk karena birokrasi merupakan instrumen administrasi rasionalisme yang netral pada skala besar. 
  • Menurut Ali Mufiz
Birokrasi adalah intisari dari otorita legal nasional adalah birokrasi,jantung dari birokrasi dalam system hubungan yang di rumuskan secara rasional oleh aturan-aturan.

Jadi,birokrasi pemerintah adalah sekumpulan tugas dan jabatan yang terorganisasi secara formal,berkaitan dengan jenjang yang komplek dan tunduk pada pembuat peran formal.
Makna birokrasi di klasifikasikan dalam 3 kategori yaitu : 
  • Birokrasi di pandang sebagai bentuk organisasi yang bengkak dan jumlah pegawai yang besar.
  • Birokrasi di pandang sebagai perluasan kekuasaan pemerintah dengan maksud mengontrol kegiatan masyarakat.
  • Birokrasi di pandang sebagai rasionalisme prosedur pemerintahan dan aparat administrasi public.
  •                               

Jumat, 07 Oktober 2011

SAHABAT


DEAR Sahabat
Ku tau,,ku hanya orang kesekian dari banyak orang yang menyayangi mue,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Tapi ku ingin menjadi orang pertama yang ada disamping mue,,, saat kau kehilangan arah,,,,,,,,,,,,
SAHABAT…………………….
Jika waktu ku tak banyak untuk mue,,,,,,,,ku inggin disetiap detak jantung ku,,,, terdengar oleh mue,,,, pertanda aku masih ada untuk mue,,,,
SAHABAT,,,,,
Jika lidah ku pernah menjadi penyayat hati mue,,,, ku hanya inggin maaf dan senyum  termanis dari mue,,,,
Ku hanya inggin menjadi sahabat mue,,,, sampai nanti……..
Sampai aku tertidur lelap dalam timbunan tanah,,,,,,,,,,,,,,,,

Senin, 19 September 2011

BUKU TAMU

Silahkan tinggalkan pesan Anda dengan mengisi form di bawah ini:

 Matur Nuwun

Kamis, 01 September 2011

Melirik Sekularisme UNIVERSITAS ALMUSLIM

Sekularisme sebenarnya sudah sering diperdebatkan dalam diskusi keilmuan.Kata sekuler memang pertama sekali di populerkan oleh George Jacob Holyoake  pada pertengahan abad 19.namun ada baiknya juga menelaah dan memahami asal-usul atau latar belakang sejarah/historis masyarakat pada masa tersebut,yang di kenal dengan”victoriansociety”.
Ada beberapa sudut pandang/perspektif sekularisme yaitu:
  • Histori 
  •  Linguistic 
  • Teologis
    Menurut Graeme Smith dalam “A Shorthistory Of Secularism”(2008).Masyarakat saat itu terkenal dengan pengaruh gereja yang begitu besar.Dominasi gereja yang besar dalam berbagai aspek kehidupan di tentang oleh para intelektual termasuk Holyoake.Jadi meskipun secara eksplisit Holyaoke tidak mendefinisikan sekularisme sebagai pemisahan agama dengan urusan Negara atau politik,pada dasarnya konsep tersebut ada sebagai bentuk penentangan intervensi agama (gereja) pada masa tersebut.
    Secara Linguistic dalam berbagai kamus sekularisme memang di identik dengan pemisahan unsur-unsur agama.
    Adapun dalam pandangan teologis,sekularisme lahir dari pertengkaran antara agama dan ilmu pengetahuan di eropa pada era kegelapan (dark ages).Pertentangan antara teori heliosentris copernicus dengan geosentris gereja adalah salah satu contoh dari pertengkaran tersebut.
    Bila melihat dari ketiga perspektif di atas dapat di simpulkan bahwa pengertian yang terkandung dalam sekularisme adalah pemisahan nilai-nilai agama dalam kehidupan manusia termasuk bernegara.Inilah sekularisme yang di sebut doktrin politik,dimana agama mengurusi moral sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab pemerintah.dalam bahasa lebih vulgar,sekularisme merupakan penolakan intervensi agama terhadap nilai-nilai rasional humanistic.
    Dalam ranah politik sekularisme perlu di pahami dengan benar dan sekularisme memiliki sisi positif,
    Tapi tidak demikian dalam sisi agama,sekularisme justru mempersempit ruang gerak agama,dengan kata lain paham ini memberikan kesempatan Parsial kepada umat islam dalam menjalankan kehidupan islam secara kaffah.
    Jadi di sini sangat bertolak belakang jika kita lihat sekularisme dalam sisi islam,bagaimana sebuah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama islam,sedangkan politik negaranya berfaham sekularisme.

    Minggu, 24 April 2011

    cara tanam cabe di polybag

    Teknik budidaya Cabe di Polybag Pedoman Teknis Penyiapan Benih - Benih cabe dibuat sendiri. Caranya, pilih buah cabe yang matang (merah), bentuk sempurna, segar, tidak cacat dan tidak terserang penyakit. Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah secara memanjang. Cuci biji lalu dikeringkan. Kemudian pilih biji yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak keriput dan tidak cacat. Bila kesulitan membuat sendiri, benih cabe dapat dibeli di toko pertanian setempat. - Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung dibuang. Persemaian Sebelum tanam di tempat permanen (polybag), sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat berupa bak plastik atau kayu dengan ketebalan sekitar 10 cm yang dilubangi bagian dasarnya untuk pengaturan air(drainase). Persiapannya sbb : 1. Isikan dalam wadah semai media berupa tanah pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Untuk menghilangkan gangguan hama berikan Curater 3 G takaran 10 10 gr/m2. Media ini disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian benih. 2. Benih yang akan ditanam, sebelumnya direndam dalam air hangat (50 derajat Celcius) semalam. Lebih baik lagi bila diberi zat pengatur tumbuh seperti Atonik. 3. Tebarkan benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x 5 cm sehingga waktu tanaman dipindah/dicabut, akarnya tidak rusak. Usahakan waktu benih ditanam diatasnya ditutup selapis tipis tanah. Kemudian letakkan wadah semai tersebut di tempat teduh dan lakukan penyiraman secukupnya agar media semai tetap lembab. Pembibitan 1. Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan. 2. Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm atau bumbungan dari bahan daun pisang sehingga lebih murah harganya. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, pasir dan pupuk kandang serta tambahkan Curater 3 G. 3. Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di bumbungan, tanah di sekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka. 4. Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 30-40 hari. Persiapan Media Tanam Polybag 1. Siapkan polybag tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air. 2. Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1 sebanyak 1/3 volume polybag. Tambahkan Furadan atau Curater 3 G 2 - 4 gr/tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah. 3. Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag setinggi 1/3 nya 4. Tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian dari campuran 10 gr Urea + 20 gr ZA per tanaman (2/3 bagiannya untuk pupuk susulan). Kemudian siram dengan air agar pupuk laur dalam tanah. Penanaman 1. Pilih bibit cabe yang baik yaitu pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit. 2. Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Bila wadah bibit memakai bumbungan pisang langsung ditanam karena daun tersebut akan hancur sendiri. Tanam bibit bibit tepat di bagian tengah, tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm bibir polybag. 3. Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung. Pemeliharaan 1. Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah polybag. 2. Lakukan pemupukan susulan : Umur 30 hari setelah tanam : 5 gr Kcl per tanaman. Umur 30 dan 60 hari setelah tanam : masing-masing 1/3 bagian dari sisa campuran Urea dan ZA pada pemupukan dasar. 3. Lakukan perompesan/pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang bunga yang pertama kali muncul. 4. Untuk mengendalikan hama lalat buah penyebab busuk buah, pasang jebakan yang diberi Antraxtan. Sedang untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid dengan insektisida seperti Curacron. Untuk penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunawan fungisida seperti Antracol. Dosis dan aplikasi masing-masing obat tersebut dapat dilihat pada labelnya. Panen - Cabai merah dapat dipanen umur sekitar 80 hari setelah tanam. Pemetikan cabe dapat dilakukan 1-2 kali seminggu disesuaikan dengan kebutuhan. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.

    Kamis, 17 Maret 2011

    PEMERINTAHAN DESA / GAMPONG UNIVERSITAS ALMUSLIM

                     Desa atau gampong (bahasa Aceh) adalah kesatuan masyarakat umum yang memilliki batas–batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat bredasarkan asal-usul dan adat istidat setempat yang di akui oleh negara. (peraturan pemerintah no 72 tahun 2005 tentang Desa ).
                    Pemerintahan Desa adalah penyelenggara urusan pemerintahan oleh pemerintah Desa dan badan permusyawaratan Desa dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan asal-usul dan adat istiadat setempat yang di akui dan di hormati oleh negara.
    Kepala desa atau Geuchiek (bahasa Aceh) atau pemerintah desa dan perangkat desa sebagai unsur penyelenggara pemerintah desa.
                 Tuha peuet (bahasa Aceh) atau Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga yang merupakan perwujudan Demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintah desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.
                 Tuha Lapan (bahasa Aceh) atau lembaga kemasyarakatan adalah lembaga yang di bentuk oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan dan merupakan mitra kerja pemerintah desa dalam memberdayakan masyarakat.
                 Desa atau Gampong mempunyai dana yang di peruntukan bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat gampong tersebut.Dana gampong atau alokasi dana desa (gampong) adalah anggaran yang di alokasikan oleh pemerintah kabupaten / kota untuk desa (gampong) yang bersumber dari bagian dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang di terima oleh kabupaten / kota.
               Desa atau gampong juga tidak lepas dari aturan-aturan desa atau gampong tersebut, setiap desa atau gampong mempunyai tata cara dan undang-undang yang mengatur tatanan kehidupan masyarakat desa atau gampong tersebut atau dengan kata lain peraturan desa atau peraturan gampong (qanun) adalah peraturan perundang-undangan yang di buat oleh BPD bersama kepala desa atau Geuchiek dalam mengatur segala aspek-aspek roda kehidupan masyarakatnya.