Sabtu, 04 Agustus 2012

BlackBerry Buka Lowongan Kerja di Indonesia

Produsen smartphone BlackBerry, Research In Motion (RIM), membuka lowongan pekerjaan di Indonesia. RIM berkomitmen untuk mempekerjakan karyawan dan membangun ekosistem platform mobile terbaik.RIM membuka lowongan kerja di beberapa negara, antara Kanada, Amerika Latin, Perancis, Polandia, China, Dubai, India, Korea Selatan, Singapura, dan Indonesia. "Kami sedang mencari pekerja di seluruh dunia. 
Periksalah daftar di bawah ini dan lihat di manakah minat Anda," tulis RIM dalam blog resminya.Khusus di Indonesia, ada 2 lowongan kerja yang dibuka, yakni Marketing Coordinator dan Marketing Coordinator - Developer Relations & Eco Systems.
RIM semakin memantapkan niatnya untuk menciptakan ekosistem pengembang aplikasi (developer) BlackBerry di Indonesia. Pada Mei 2012 lalu, RIM merekrut developer Muhammad Sumyandityo Noor, yang akrab dipanggil Didiet, sebagai Developer Relation/Evangelist untuk RIM Indonesia. Mantan produser Guava Games di Yogyakarta dan Chief Technology Officer Oneb1t Media ini akan bertanggung jawab terhadap perkembangan developer mobile di Indonesia.
Di bulan yang sama, RIM juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membangun RIM Innovation Center. Investasi RIM untuk ITB mencapai 5 juta dollar AS (Rp 45 miliar) untuk riset pengembangan aplikasi selama 5 tahun. Dana ini digelontorkan secara bertahap.Dalam laporan "Dukungan BlackBerry untuk Indonesia Tahun 2011", pihak BlackBerry mengklaim ada sekitar 120 pengembang aplikasi Indonesia yang ikut andil dalam kesuksesan 700 aplikasi lebih di BlackBerry App World.
 
Editor : mufti
Sumber : Kompas.com

Tak Lama Lagi Krueng Geukueh Akan Sesibuk Belawan

Pemerintah mencari cara mendongkrak pertumbuhan ekspor nonmigas Aceh. Pelabuhan Krueng Geukueh mendapat suntikan dana Rp 1,2 triliun. Mengapa Kepala Dinas Perdagangan Aceh menuding Pelindo tak becus mengurus pelabuhan?
_____________________________________
Sulistyawati mendapat tugas khusus. Kepala Sub Direktorat Kerja Sama Antar Lembaga Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan ini diminta menginventarisasi kendala-kendala nilai ekspor nonmigas di Aceh selama ini.
Senin pekan lalu, Sulistyawati langsung terbang ke Banda Aceh. Dia mengundang pemerintah daerah dan para pengusaha ekspor impor dalam sebuah seminar di Hotel Hermes Palace. “Ini kami lakukan agar semua kendala terserap secara komprehensif,” ujar Sulistiyawati.
Turut hadir Utomo Kayo dari Kementerian Perdagangan dan Ketua Komite Tetap SDM dan UMKM Kadin Indonesia Alizaldi. “Tujuannya satu, mencari cara agar iklim ekspor Aceh menjadi bergairah. Salah satunya memberdayakan usahawan di Aceh,” ujar Sulistiyawaati.
Tiga hari sebelumnya, pertemuan serupa digagas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh di Hotel Sultan Banda Aceh. Dinas Perindustrian menginginkan optimalisasi Pelabuhan Krueng Geukueh di Aceh Utara.

Pertumbuhan ekspor nonmigas Aceh sebetulnya cukup membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat, total ekspor nonmigas Aceh pada Januari hingga April, tembus USD 64.135.148. Angka ini meningkat 536,79 persen dibandingkan periode sama tahun lalu, yakni USD 10.046.670.
Namun, rasio ekspor nonmigas berbanding jauh dengan total ekspor minyak dan gas (migas) Aceh yang mencapai USD 501.711.678 atau 97,96 persen dari seluruh ekspor Aceh sepanjang Januari hingga April 2012. Walaupun begitu, kontribusi migas Aceh cenderung menurun seiring berkurangnya cadangan emas hitam di perut bumi.
Penurunan nilai ekspor bukan hanya dialami Aceh. Secara nasional, total ekspor Indonesia pada Mei 2012 mengalami penurunan 8,55 persen dibanding tahun lalu. BPS mencatat, penurunan disebabkan melorotnya ekspor nonmigas 7,72 persen dan migas 11,41 persen.
Itulah sebabnya, membenahi persoalan ekspor menjadi prioritas, bukan hanya untuk Aceh, melainkan juga nasional. “Aceh masuk dalam program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2015,” kata Ketua Komite Tetap SDM dan UMKM Kadin Indonesia Alizaldi.
Lewat program ini Pemerintah Pusat menganggarkan dana Rp 1,2 triliun untuk pengembangan dan perluasan pembangunan pelabuhan umum Krueng Geukueh. Program ini direncanakan tuntas pada 2014.
***
“Lagèe rhet boh drien, trép-trép sigo troh kapai rayek keunoe (seperti musim durian, begitulah rentang waktu datangnya kapal besar kemari),” ujar Habibah, 40 tahun, Kamis pekan lalu. Ia satu-satunya pedagang di Pelabuhan Krueng Geukueh.
Habibah hanya berjualan ketika ada kapal berlabuh. Ia menawarkan buah-buahan, makanan ringan, dan rokok untuk para buruh bongkar muat pelabuhan di perbatasan Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe itu.
Kapal besar yang dimaksudnya adalah Kapal Sinar Kudus Jakarta. Sinar Kudus yang bermuatan pupuk memang sudah tiga hari menambatkan jangkar di sana. “Kami membawa 8.000 ton pupuk dari Gresik Jawa Timur,” ujar seorang Anak Buah Kapal Sinar Kudus.
Selain Sinar Kudus, siang itu ada satu kapal kecil, PAN Marine 10, bersandar di Krueng Geukueh. Namun, PAN Marine 10 hanya kapal pembawa material kebutuhan pengeboran laut milik Zaratex NV.
Sebagai warga lingkungan pelabuhan, Habibah berharap Krueng Geukueh menjadi pelabuhan internasional. “Sekarang hanya bongkar muat pupuk, beras, gula, dan semen. Itupun tidak rutin setiap bulan. Tentu tidak banyak manfaat bagi masyarakat. Setelah kapal pergi, kami kembali jadi pengangguran,” ujarnya.
Keluhan itu juga datang dari para pengusaha ekspor impor Aceh. Mereka menilai pelabuhan tak memiliki infrastruktur cukup untuk menunjang kegiatan ekspor komoditi Aceh. Usulan pendirian pelabuhan darat atau dry port untuk meningkatkan volume perdagangan hingga kini tak kunjung dijalankan. 

Relatif tingginya ongkos loading ditambah masih berlakunya larangan impor sejumlah produk, membuat para pengusaha cenderung memilih Pelabuhan Belawan sebagai alternatif ekspor komoditas nonmigas Aceh.
Hingga April 2012, komoditi Aceh seperti kopi, barang-barang dari kulit, rajutan, dan keramik yang diekspor melalui Belawan mencapai USD 6.036.420.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Utara, Mehrapsyah, menuding PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) penyebab Krueng Geukueh lesu darah. “Mereka tak mempunyai kemampuan bisnis,” ujar Mehrapsyah.
PT Pelindo sebagai operator tunggal, kata dia, tak pernah berupaya menyiapkan pelayanan yang baik. Fasilitas pendukung seperti penambahan kren darat yang mampu mengangkat 20 fit sampai 40 fit kontainer hingga kini belum ada. “Padahal, kami sudah sarankan sejak 2010,” ujar Mehrapsyah.
Apa yang dimiliki Kreung Geukuh, kata Mehrap, hanya pelabuhan berkedalaman tujuh sampai 10 MLWS, dermaga umum, dermaga PT PIM, dermaga PT AAF, lapangan penumpukan material serbaguna seluas 25.158 meter persegi, peralatan (apung dan darat), gudang, listrik, air bersih, dan kantor.

Anggota Tim Pengembangan Ekspor Impor Pelabuhan Krueng Geukueh (TP3KG), Samsul, mengatakan bahwa optimalisasi pelabuhan Krueng Geukueh masih terbentur larangan impor dari Menteri Perdagangan. Pemerintah, kata Samsul, melarang impor sejumlah produk industri seperti pakaian dan makanan ringan, alas kaki, juga barang-barang elektronik. “Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) Nomor 57 Tahun 2010 berkontribusi mematikan ekspor impor Aceh,” ujarnya.
Kondisi ini menurutnya berlarut-larut karena PT Pelindo tidak proaktif menjemput bola. “Padahal, UUPA (Undang Undang Pemerintah Aceh) memberikan Aceh kemudahan dalam urusan perekonomian,” ujar Samsul.
PT Pelindo tak menanggapi konfirmasi The Atjeh Times. Disambangi ke kantor Pelindo I Cabang Lhokseumawe di Pelabuhan Umum Krueng Geukueh, Rabu pekan lalu, Humas Pelindo tidak ada dan kepala kantor menolak ditemui dengan alasan ada rapat.
***
Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Aceh, T. Sofyan, mengaku telah menginventarisasi persolan ekspor Aceh ini. Menurut dia, sejumlah langkah strategis sudah dijalankan Pemerintah Aceh, salah satunya workshop optimalisasi pemanfaatan Pelabuhan Kreung Geukuh.
Upaya ini, kata dia, diharapkan dapat mendorong semangat memajukan pelabuhan-pelabuhan di Aceh. Sofyan mengakui ada begitu banyak masalah dihadapi Pemerintah Aceh dalam meningkatkan pelabuhan-pelabuhan yang ada. “Bila dipetakan dari banyaknya permasalahan, muncul dua masalah besar yang harus segera ditangani,” katanya.
Pertama, kata dia, jadwal kapal tidak jelas seperti yang terjadi di Krueng Geukueh. “Pengaruh jadwal ini mengakibatkan eksportir enggan mengekspor barang dari pelabuhan di Aceh.” Kedua, ketersediaan komoditas ekspor Aceh. “Pemilik kapal mengaku kapasitas barang yang diangkut tidak mencukupi, khususnya komoditas pertanian,” ujar Sofyan.

Pemerintah, menurut Sofyan, cenderung memilih meningkatkan ekspor melalui peningkatan komoditas unggulan, terutama sisi kualitas sehingga bisa diterima negara luar.
Sofyan mengatakan ada beberapa hasil pertanian Aceh yang bisa dijadikan komoditas unggulan ekspor untuk menghidupkan pelabuhan. Contohnya, kata dia, kopi, kakao, karet, sawit, CPO, pinang, minyak nilam, kopra, arang tempurung, arang bakau, buah-buahan dan sayur-sayuran.
“Selain itu, komoditas unggulan lain yang bisa dijadikan komoditas unggulan ekspor adalah seperti pisang, jeruk giri (jeruk bali), ikan, dan lain-lain. Jadi, memang untuk memajukan pelabuhan tersebut tidak bisa berjalan parsial,” ujar Sofyan.
Adanya bahu-membahu mendukung percepatan peningkatan pelabuhan, menurut dia, juga harus dilakukan para pelaku ekonomi di Aceh dan otoritas pelabuhan di Sumatera Utara. “Mereka juga akan diuntungkan bila pelabuhan di Aceh maju.”

Upaya lainnya, kata Sofyan, pemerintah sedang mengusahakan pembangunan dry port. Dengan adanya dry port sebagai terminal kontainer, Sofyan yakin itu bakal menjadi solusi jangka pendek mengatasi persiapan peningkatan produksi hasil pertanian Aceh. Kekurangan lain yang harus diperbaiki, menurut Sofyan, adalah peningkatan sumber daya manusia.
“Pemerintah juga mengucurkan dana subsidi untuk sejumlah pelayaran nonkomersil lainnya,” ujar Sofyan. Contohnya, kata dia, pelayaran pengangkutan penumpang KMP Roro yang dikelola PT Angkutan Sungai, Danau, dan Pelabuhan. KMP Roro berlayar di wilayah barat dan selatan Aceh.[]
Dadang Heryanto | Zulkarnaini Masry | Boy Nasruddin Agus | Murdani | Alfian O (Aceh Utara) | Irman I.P. (Aceh Utara)
 http://atjehpost.com

Noah Jadi Nama Pengganti Peterpan

Para personel eks Peterpan akhirnya mengobati rasa penasaran publik ketika memilih Noah sebagai pengganti Peterpan. Namun, pemilihan Noah tak pernah terbersit di pikiran semua orang saat akhirnya resmi diumumkan Ariel, Lukman, Uki, Reza, dan David, di kantor Musica Studio, Jakarta, Kamis, 2 Agustus 2012.Wajar, sejak sepakat tak memakai nama Peterpan pada 2006, prediksi dari masyarakat untuk menebak nama penggantinya pun ramai dibicarakan. Kala itu, Peter Band dan Feather Band-lah yang paling santer disebut-sebut.
Lantas bagaimana sebenarnya lika-liku Noah akhirnya menjadi nama pengganti Peterpan? "Nama ini sendiri sudah lama ada. Hampir dua tahun setengah yang lalu," kata Ariel setelah resmi mengumumkan.Saat itu, Noah bukan menjadi satu-satunya pilihan. Ada beberapa nama lain yang diusulkan dari masing-masing personel. "Jadi, selama dua tahun setengah itu, cuma bertambah satu nama pilihan saja," ujar Ariel.
Ariel dkk ternyata serius betul memikirkan nama apa yang tepat untuk dipakai nanti. Bahkan proses itu sempat membuat mereka pusing tujuh keliling. Apalagi, di saat berbarengan, mereka tengah dikejar tenggat merilis album baru sampai akhirnya Ariel masuk bui.
"Prosesnya itu agak memusingkan. Karena idenya selalu berubah ketika kita pilih satu nama, misalnya. Kalau kita berkumpul, sering kali kita bahas. Sampai kita sendiri lupa (nama-namanya)," Ariel memaparkan.Untuk merahasiakan beberapa nama pilihan, termasuk Noah, agar tak bocor keluar, mereka sampai berbohong bila ditanya wartawan sampai orang terdekat masing-masing. Kata Ariel, hal itu dilakukan demi bisa memberikan kejutan.
"Pertama itu kita harus pinter-pinter berbohong. Jadi, kalau ada yang nanya, sebenarnya kita sudah simpan," ujarnya. "Kalau kata Lukman, istrinya sendiri juga enggak tahu." ia melanjutkan seraya tersenyum.[] 

Ibrahim Affelay: Islam Lebih Utama daripada Bola

Di luar lapangan hijau, gelandang timnas Belanda, Ibrahim Afellay, merupakan pesepakbola berbakat yang sangat taat kepada agama. Saat masih bermain di Eredivisie Belanda, setiap bulan suci Ramadan tiba, ia tetap berpuasa.
Ia tidak mau mengambil keringanan dengan mengganti puasa di lain hari dengan alasan bakal kepayahan secara fisik. Bagi Afellay, ritual agama tidak boleh dikompromikan, tetap harus diutamakan di atas segalanya.
Tentang berpuasa saat kompetisi berjalan, Afellay bertutur, “Saya berpegang pada keyakinan yang saya anut secara taat. Tidak masalah betapa sulitnya ini,” ujarnya kepada PSV.netwerk.

Afellay berpendapat, agama tetap nomor satu, bahkan melebihi karier sepak bola. Dengan berpegang teguh pada agama, ia berharap bisa mendapatkan hasil terbaik dalam kariernya. “Itu memberikan saya sebuah perasaan positif,” ujar dia.
Afellay mendedikasikan segala prestasi yang diraihnya untuk ibunda yang sangat dicintainya. Tidak salah, kalau ia merasa bangga bisa berfoto bersama dengan sang ibu yang sejak kecil mendidiknya untuk menjadi pribadi yang tidak gampang menyerah.

“Saya dari keluarga miskin. Saya anak yatim. Namun, untunglah saya mempunyai ibu yang luar biasa. Dia yang menghidupi saya dengan bekerja keras dan mengasuh saya dengan penuh kasih saya,” tuturnya. 

iPhone Dirancang oleh Para Maniak

SALAh seorang desainer senior Apple, Christopher Stringer, mengatakan bahwa iPhone dibuat oleh sekelompok desainer yang maniak. Tim yang terdiri dari 16 orang yang mendedikasikan banyak waktu untuk iPhone, dan produk Apple lainnya.
Tim desainer Apple adalah mereka yang telah berpengalaman selama 15 sampai 20 tahun. Berasal dari Inggris, Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Jerman.
"Tugas kami adalah membayangkan produk yang tidak ada, dan membuatnya menjadi hidup," ujar Stringer yang datang sebagai saksi pertama kasus sengketa paten Apple melawan Samsung di Pengadilan Federal San Jose, California, Rabu (1/8/2012).
iPhone disebut-sebut sebagai gadget yang merevolusi industri smartphone. Apple menuding smartphone Galaxy dari Samsung meniru desain dan teknologi software iPhone.
Persidangan sengketa paten antar kedua perusahaan dimulai pekan ini, hingga empat pekan ke depan.
Tim desainer iPhone dipimpin oleh Jonathan Ive asal Inggris. Ia adalah otak di balik kecantikan produk-produk Apple. Tim ini lebih sering bekerja di luar studio yang luas dan terbuka di kantor pusat Apple di Cupertino, California.
Akses ke lokasi ini sangat terbatas, hanya sebagian kecil karyawan yang diizinkan masuk ke sana. Meja dapur di ruangan itu, menjadi tempat yang paling nyaman untuk berbagi ide, memadu nilai estetik dengan fungsi sebuah smartphone.
Sembari bekerja, mereka ditemani suara musik yang keluar dari pengeras suara raksasa. Tempat yang paling nyaman untuk bekerja, bagi Stringer, adalah meja dapur.
"Kami bekerja bersama untuk waktu yang sangat lama," Stringer mengakui. "Kami adalah sekelompok orang yang maniak. Kami terobsesi dengan detail."
Setelah ide kreatif dan desain disepakati, tim mulai menyalurkannya dalam gambar-gambar sketsa lalu membawanya ke proses Computer Aided Desain (CAD).
Menurut Stringer, konsep yang sedang dikembangkan bisa jadi dibatalkan jika datang ide yang lebih baik. "Kami selalu meragukan. Kami selalu saling bertanya. Orang-orang berpikir kami gila," katanya.
Stringer dikenal sebagai sosok nyentrik. Dalam persidangan, pria berjenggot dan berambut panjang sebahu ini mengenakan setelan jas putih. Ia telah bekerja untuk Apple selama 17 tahun, dan namanya tercatat sebagai pemegang ratusan paten desain.
Keterangan yang diberikan Stringer ini untuk membuktikan bahwa Apple benar-benar merancang sebuah produk dari nol dan sangat serius, tidak mencontek produk-produk lain. 

Indonesia Akhirnya Beli Tank Leopard US$ 280 Juta dari Jerman

Jakarta Polemik pembelian tank berbadan besar Leopard, akhirnya diputuskan. Indonesia akhirnya membeli Tank tersebut dari Jerman dengan anggaran sebesar $ 280 juta.Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, di Kemenhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta (1/7/2012). Pembelian tersebut dilakukan untuk modernisasi Alutsista terutama peralatan tempur angkatan darat."Direncanakan Main Battle Tank Leopard tersebut akan datang ke lndonesia sejumlah 15 Unit pada bulan Oktober 2012 dan seterusnya akan datang secara bertahap sebanyak, 100 unit sampai dengan Oktober 2014," kata Sjafrie saat jumpa pers.

Tank tersebut dibeli dari Jerman, padahal sebelumnya Indonesia sudah berniat membeli tank kelas berat itu dari negeri kincir angin Belanda. "Pembelian Leopard diputuskan untuk membeli dari Jerman, karena proses pembelian dari Belanda dihentikan karena tidak ada kepastian dari pemerintah Belanda," ujarnya.Alokasi anggaran yang diperlukan untuk membeli peralatan militer ini sebesar
US$ 280 juta, dengan skema pinjaman luar negeri, yang diproses sesuai blue print
Bappenas dan Kementerian Keuangan"Tentu saja ini diikuti dengan aspek pengawasan yang dilaksanakan oleh tim pencegahan penyimpangan pengadaan barang dan jasa yang melibatkan BPKP, LKPP,Inpektorat Kemhan dan juga dari markas besar TNI," pungkasnya.

(rvk/mad)