Minggu, 21 Oktober 2012

Wow, China Anggarkan Rp 3.000 T Bangun MRT 4.300 Km Lintasi 34 Kota

Jakarta - Untuk urusan infrastruktur, Negeri Tirai Bambu China memang tak ada matinya. Pemerintah China menyiapkan anggaran US$ 320,2 miliar atau kurang lebih Rp 3.000 triliun untuk proyek Mass Rapid Transit (MRT).Anggaran yang mencapai 2 kali APBN Indonesia 2013 (Rp 1.657 T) itu akan digunakan untuk membangun proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang akan melintasi 34 kota dengan panjang lintasan 4.300 Km. 
Langkah ini untuk menjawab tantangan tingginya urbanisasi di China."Dana sekitar 2 triliun yuan (US$ 320,2 miliar) telah dialokasikan untuk proyek transportasi kota di 34 kota," kata pejabat senior Kementerian Perumahan dan Pemgembangan Kota China, Liu Heming seperti dikutip dari chinadaily, Minggu (21/10/2012)."Beberapa tahun ke depan diharapkan akan ada perkembangan dari proyek transportasi massal perkotaan," imbuhnya.
 
Saat ini, sebagian dari proyek ini telah selesai dikonstruksi dan akan dioperasikan dengan jarak sejauh lebih dari 1.700 Km. Sedangkan proyek yang masih dalam porses konstruksi masih sejauh lebih dari 2.000 Km.Nantinya, proyek ini akan melintasi 34 kota di China, totalnya diperkirakan akan berjarak total 4.300 Km.Saat ini persentase urbanisasi China telah mencapai 50%, dan dianggap sebagai komunitas urban yang tinggi. "Perkembangan cepat diharapkan akan berlanjut pada 20 hingga 30 tahun mendatang, dengan didukung oleh perkembangan moda transportasi massal yang juga berkembang cepat," tutupnya.

Sebagai pembanding saja, di Indonesia juga sedang berencana membangun beberapa proyek MRT seperti di Jakarta, Bandung, Makassar dan Surabaya. Namun dari sekian itu, rencana proyek MRT Jakarta yang paling siap direalisasikan.MRT Jakarta yang berbasis rel rencananya akan membentang kurang lebih ± 110,8 Km, meliputi dua koridor utama, yaitu pertama koridor selatan-utara (jadi prioritas), kedua koridor timur-barat yaitu Bekas-Balaraja (masih kajian).Untuk koridor Selatan-Utara (Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan) sepanjang kurang lebih ± 23, 8 km. Koridor Lebak Bulus-Kampung Bandan dilakukan dalam 2 tahap:

Tahap I yang akan dibangun terlebih dahulu menghubungkan Lebak Bulus sampai dengan Bundaran HI sepanjang 15,7 km dengan 13 stasiun, antaralain sebanyak 7 stasiun layang dan 6 stasiun bawah tanah ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2016. Proyek MRT tahap I menelan dana Rp 15 triliun dari dana pinjaman Japan International Cooperation Agency (JICA), Jepang.Sebanyak 7 stasiun sepanjang 7 Km berada di atas (elevated/layang) yaitu stasiun Lebak Bulus, Fatmawati, Cipete, Haji Nawi, Blok A, Blok M dan Sisingamangaraja. Sementara itu 6 stasiun sepanjang 6 Km berada di bawah tanah yaitu Bundaran Senayan, Istora, Benhil, Setiabudi, Dukuh Atas, Bundaran HI.

Untuk tahap II, untuk koridor utara-selatan, rencananya stasiun-stasiunnya semuanya di bawah tanah antara lain Kebon Sirih, Monas, Harmoni, Glodok, Kota dan Kampung Bandan. MRT Tahap II utara-selatan dari Bundaran HI ke Kampung Bandan sepanjang 8,1 Km yang akan mulai dibangun sebelum tahap I beroperasi dan ditargetkan beroperasi 2018 dipercepat dari 2020.
http://finance.detik.com

Menanti Ribuan Kilometer Tol Trans Sumatera

Lima bulan lagi, jalan tol Trans Sumatera akan dibangun. Sesuai skenario, peletakan batu pertama dijadwalkan Maret 2013.Jika rampung dibangun, jalan tol Trans Sumatera bisa jadi akan menjadi yang terpanjang di Indonesia.Total mencapai 2.700 kilometer dan ditargetkan selesai pada 2025.

Adalah PT Hutama Karya, "aktor" di balik pembangunan proyek raksasa itu. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang konstruksi itu telah ditugaskan pemerintah untuk membangun jalan tol tersebut."Rencananya, ada dua dari lima ruas yang akan mulai dibangun, yaitu Medan-Binjai dan Palembang-Indralaya. Masing-masing ruas sepanjang 16 kilometer," kata Direktur Utama Hutama Karya, Tri Widjajanto Joedosastro, di sela BUMN Marketeers Club di Jakarta, Jumat 19 Oktober 2012.

Dengan total investasi sekitar Rp330 triliun, jalan tol Trans Sumatera seluruhnya terdiri atas lima ruas yaitu Medan-Binjai (Sumatera Utara), Palembang-Indralaya (Sumatera Selatan), Pekanbaru-Kandis-Dumai
(Kepulauan Riau), dan Bakauheni-Terbanggi (Lampung). Sekitar 30 persen akan dibiayai dari ekuitas perseroan dan 70 persen eksternal.Di antaranya dari Penyertaan Modal Negara (PMN) yang mencapai Rp5 triliun. PMN ini masuk dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2013. PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas juga sedang mengkaji skema pendanaan jalan tol itu. Beberapa yang menjadi kajiannya adalah melalui penerbitan sukuk, obligasi, serta pinjaman.

Bentuk Konsorsium
Hutama Karya memang sudah mendapat penugasan dari pemerintah untuk membangun jalan tol Trans Sumatera. Namun, perusahaan konstruksi pelat merah itu masih menunggu keluarnya peraturan presiden sebagai landasan hukum untuk mengerjakan megaproyek itu.
 "Bila perpres sudah ditandatangani, kami siap memulai pembangunan pada kuartal I-2013," ujar Tri.Pengerjaan proyek akan dimulai dari ruas yang tanahnya telah dihibahkan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) dan dibebaskan pemerintah. Saat ini, Tri menjelaskan, Hutama Karya telah melakukan studi kelayakan dari proyek jalan tol itu.  "Studi kelayakan ini diharapkan rampung bulan depan," ujarnya.Untuk mempercepat pembangunan jalan tol itu, Hutama akan membentuk konsorsium dengan menggandeng PTPN. Nantinya, sebagian tanah milik PTPN akan digunakan untuk pembangunan jalan tol itu, sehingga dapat mengurangi biaya konstruksi hingga 60 persen.

Dengan pembentukan konsorsium itu, menurut Menteri BUMN, Dahlan Iskan, Hutama Karya tidak perlu lagi mengeluarkan biaya untuk pembebasan lahan. Nantinya, tanah milik PTPN akan menjadi ekuitas konsorsium dan sebagai gantinya, perusahaan perkebunan itu akan memiliki saham di konsorsium tersebut.

Mantan direktur utama PT Perusahaan Listrik Negara itu pun menilai, pembentukan konsorsium akan membuat pembangunan jalan tol menjadi visible. Proyek ini sebelumnya dianggap tidak visible, karena terlalu mahal dengan kemungkinan sepinya trafik.

Saat ini, pembentukan konsorsium tersebut tinggal menunggu penugasan dari pemerintah. Hutama Karya maupun PTPN akan segera merumuskan pembentukan konsorsium dan diharapkan dapat selesai pada awal 2013.

"Konsorsium ini untuk mempercepat pembangunan tol, terutama di Sumatera Utara," kata Dahlan.

Dukungan Perbankan
Untuk merealisasikan proyek ratusan triliun itu, Hutama Karya tentunya harus memikirkan pendanaannya. Untungnya, setelah memerintah memutuskan lini bisnis Hutama Karya menjadi perusahaan jalan tol, sejumlah dana segar mulai mengalir.

Meski relatif kecil dibanding nilai megaproyek itu, Hutama Karya telah memperoleh kucuran Rp3,95 triliun dari sindikasi sejumlah bank yang dipimpin PT Bank Negara Indonesia Tbk.

"Kredit ini nantinya akan digunakan untuk memenuhi proyek yang telah kami peroleh dengan total nilai Rp10,4 triliun," ujar Tri.

Walaupun tidak spesifik guna membiayai pembangunan jalan tol Trans Sumatera, dana itu setidaknya dapat digunakan untuk modal kerja. Apalagi, Hutama Karya saat ini juga tengah mengerjakan sejumlah proyek di antaranya pembangunan atau duplikasi Jembatan Air Musi II Palembang, jalan tol Nusa Dua-Ngurah Rai Benoa Bali, jalan tol Mojokerto-Kertosono tahap I dan II, Mall Saint Moritz, dan EPC Dermaga Petrokimia.

"Selain proyek yang sedang berjalan itu, perusahaan juga akan menggunakan dana sindikasi bank untuk pembiayaan tol lintas Sumatera," ujarnya.

Proyek lain adalah kereta listrik intermoda dan pembangunan Dermaga Belawan serta Kuala Tanjung hasil kerja sama dengan PT Pelindo I.

Direktur Utama BNI, Gatot M Soewondo, mengatakan, Indonesia membutuhkan pertumbuhan industri yang lebih baik untuk bisa mempertahankan kinerja perekonomian nasional. Untuk mewujudkan hal itu, industri tidak lepas dari peran infrastruktur guna menunjang konektivitas.

"Infrastruktur adalah salah satu penunjang bagi industri yang sangat penting posisinya," ujar Gatot.

Sebelum digarap Hutama Karya, proyek jalan tol Trans Sumatera itu sempat dikaji PT Jasa Marga Tbk. Namun, BUMN jalan tol itu meminta pemda setempat untuk berkontribusi, di antaranya dengan membangun jembatan.

"Ini karena trafiknya masih kecil, hanya 5.000-6.000 kendaraan yang melintas," kata Direktur Utama Jasa Marga, Adityawarman kepada VIVAnews.
Adityawarman menjelaskan, jembatan dan tanah dalam kajian Jasa Marga itu tidak dihitung sebagai investasi. Karena, jika semuanya dihitung sebagai investasi, secara keekonomian tidak akan masuk dalam perhitungan yang menguntungkan.

"Hitungannya kan investasi dikembalikan oleh lalu lintas dan tarif. Nah, kalau lalu lintasnya kecil, harus dikurangi investasinya," ujarnya. "Salah satunya, ya dengan menyediakan tanah sebagai penyertaan. Istilahnya subsidi lah".

Ruas jalan tol Trans Sumatera, dia meyakini, kenaikan trafiknya tidak akan bisa menyamai Pulau Jawa. Pada masa Lebaran juga diperkirakan tidak separah di Pulau Jawa.

Saudi Resmi Sekutu Israel

VOP Online -- Kerajaan Arab Saudi dilaporkan menghapus rezin Zionis Israel dari daftar negara-negara yang menjadi musuh Negeri Petrodolar tersebut.
Situs berita Nahrain Net mengungkap kebijakan rezim Al Saud yang menghapus nama Israel dari daftar negara-negara musuh Saudi. Fars News, Selasa (9/10), melaporkan, selain menghapus Zionis Israel dari daftar musuh, Departemen Informasi Saudi memerintahkan media-media di negara tidak mempublikasikan artikel tentang bahaya Israel bagi kawasan Timur Tengah.

Menurut para pemerhati, departemen informasi Saudi menginstruksikan media-media negara itu untuk memusatkan perhatian ke Iran dan mempropagandakan Tehran adalah musuh pertama Riyadh dan negara-negara sekitar Teluk Persia sekutu Barat, bukan Tel Aviv. 
 http://voiceofpalestine.net

AS-Iran Dilaporkan Raih Kesepakatan

Amerika Serikat dan Iran dikabarkan telah memiliki kesepakatan mendasar mengenai program nuklir Iran. Mengutip laman New York Times,pejabat di pemerintahan Presiden Barack Obama mengatakan ini sebagai upaya untuk menghindari serangan militer terhadap Iran.
Pejabat Iran pun dilaporkan masih menunda pembicaraan, dan menunggu hingga pemilihan presiden AS berakhir. Karena Iran masih ingin tahu dengan siapa mereka akan melakukan negosiasi, apakah Obama atau pesaingnya di pilpres AS, Mitt Romney.Tapi mengutip laman BBC, Gedung Putih membantah kabar tersebut. Gedung Putih memang mengaku telah siap untuk melakukan pertemuan secara bilateral dengan Iran. Namun, belum ada rencana untuk melakukan negosiasi seperti yang diberitakan New York Times.

Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Tommy Vietor juga membantah ada kesepakatan dari negosiasi AS dengan Iran. "Tidak benar bahwa AS dan Iran telah setuju untuk pembicaran satu-satu atau pertemuan lain setelah pilpres AS," ujar Vietor.
"Kami terus melakukan... solusi diplomatik dan telah mengatakan seperti apa yang sudah diketahui sebelumnya bahwa kami mungkin melakukan persiapan pertemuan bilateral," lanjut Vietor.Saat ini, pembicaraan antara Iran dengan kelompok negosiasi P5+1 pun masih berjalan lambat. Belum ada kemajuan dalam pembicaraan yang juga melibatkan negara seperti AS, Inggris Raya, Perancis, China, Rusia, dan Jerman.

Topik Panas
Isu Iran pun menjadi pembahasan panas di Pilpres AS. Iran akan menjadi topik kunci dalam kebijakan luar negeri AS di Pilpres ini. Kampanye terakhir yang siap dilakukan antara Obama vs Romney pun menjadi penentu kedua kandidat untuk mengungkap rencana kebijakan luar negeri masing-masing.
Romney selama ini terus menuduh Obama bersikap lembek terhadap Iran. Obama menolak serangan militer terhadap Iran, baik yang dilakukan AS atau Israel.Tapi Romney menganggap Obama tak mencegah Iran untuk membangun fasilitas bom nuklir.Tapi ucapan Romney dibantah Vietor. "Presiden telah bersikap jelas bahwa akan mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Kami akan melakukan itu," ucap Vietor.AS pun berharap Iran tidak melakukan pembangunan senjata nuklir, atau akan menghadapi sanksi dan tekanan yang lebih keras. 
 http://dunia.news.viva.co.id

Minggu, 14 Oktober 2012

Perusahaan Australia Umumkan Temukan 500 Juta Ton Deposit Emas-Tembaga di Beutong

BANDA ACEH - Pengusaha pertambangan Australia dari kelompok Tigers Realm Group mengumumkan telah menemukan deposit emas-tembaga sebanyak 500 juta ton di Beutong, Nagan Raya.Pernyataan pengusaha bernama Owen Hegarty itu dimuat The Australian, koran terkemuka di Austrilia, pada 9 Oktober 2012. 

Kepada The Australian, Owen Hegarty menyebut kandungan emas-tembaga di Beutong itu sebagai salah satu lahan tambang emas-tembaga menarik dunia,  menyamai deposit di pertambangan  Bouganville milik perusahaan Rio Tinto di Papua Nugini. 
Bougainville adalah salah satu provinsi di Papua Nugini yang menuntut kemerdekaan karena persoalan perbedaan ras, dan pembagian tidak adil atas hasil lahan tambang di daerah mereka. Deposit emas Beutong, kata Owen, akan cocok untuk pertambangan melalui open pit mining atau sistem penambangan terbuka dengan membuat lubang besar. "Sumber daya pertama kami adalah di utara, 500 juta ton dengan kadar tembaga 0,47 persen. Itu tidak buruk," kata Owen.Owen juga meyakinkan perusahaannya telah cukup dana untuk memulai tahapan penambangan tahun depan. Pernyataan Owen ini cukup mengejutkan. Sebab, sebelumnya Bupati Nagan Raya Teuku Zulkarnaini pada Januari lalu mengatakan, hasil eksplorasi emas Beutong Ateuh yang dilakukan Dinas Pertambangan dan Energi Nagan Raya menemukan sebagian besar emas Beutong banyak mengandung tembaga. 
Kata Zulkarnaini ketika itu, banyaknya kandungan tembaga dalam deposit emas Beutong tidak menguntungkan karena harga tembaga jauh lebih murah daripada emas. Ia juga mengatakan, saat ini di seputaran Beutong sedang dicari ladang-ladang emas murni tanpa kandungan tembaga.Namun, Bupati Nagan tak menjelaskan berapa besar kandungan zat tembaga yang diperoleh pada emas yang diteliti itu.Kata Teuku Zulkarnaini, sejak 2009 hingga kini,  Pemkab Nagan Raya masih menunda pemberian izin eksplorasi tahap kedua untuk sebuah perusahaan asal Jakarta. Penyebabnya, Pemkab Nagan Raya masih mengkaji pasal demi pasal ketentuan baru yang dikeluarkan pemerintah pusat, baik mengenai izin eksplorasi maupun eksploitasi tambang emas baru-baru ini.
“Mempelajari dasar hukum terbaru ini sangat penting sehingga nantinya tidak timbul masalah saat dilakukan pemberian izin lanjutan kepada investor,” kata Bupati Zulkarnaini seperti dikutip sebuah situs berita.
Berita selengkapnya baca tabloid The Atjeh Times edisi pekan ini yang menurunkan laporan utama "Bumoe Aceh Simpan Deposit Emas Terbaik Dunia."
http://atjehpost.com

Israel mendesak 'garis merah' untuk Iran

Perdana Menteri Israel mendesak dunia untuk memberi ''batas merah yang jelas'' terkait program nuklir Iran.Saat berpidato di PBB, Benjamin Netanyahu mengatakan waktu telah habis untuk menghentikan Iran dari pengayaan uranium untuk membangun sebuah bom nuklir.Israel dan negara-negara Barat menduga Iran tengah mencari kapabilitas untuk membuat persenjataan nuklir, meski Teheran mengatakan program nuklir mereka untuk keperluan damai.
Dalam Sidang Umum PBB, Netanyahu mengatakan Iran bisa memperoleh cukup bahan untuk membuat sebuah bom nuklir pada tengah tahun mendatang, dan sebuah pesan yang jelas dibutuhkan untuk mengentikan Iran.''Batas merah tidak mengarah ke perang, batas merah mencegah perang,'' katanya. ''Tidak ada yang bisa membahayakan dunia lebih dari Iran yang memiliki senjata nuklir''.Dia mengatakan sanksi yang diberikan dalam tujuh tahun terakhir tidak mempengaruhi program nuklir Teheran. ''Waktu terus berjalan,'' katanya kepada delegasi sidang umum. ''Kalender nuklir Iran tidak kenal waktu.'"Tidak ada yang bisa membahayakan dunia lebih dari Iran yang memiliki senjata nuklir".Benjamin meyakini bahwa jika dihadapi dengan sebuah ''batas merah yang jelas, Iran akan mundur''.

Dia menambahkan bahwa dia yakin AS dan Israel bisa membangun jalur yang sama terkait isu ini.
Sebelumnya pada Selasa (25/09), Presiden AS Barack Obama dalam pidato di Sidang Umum PBB menekankan bahwa AS akan ''melakukan apapun yang kami harus lakukan'' untuk menghentikan Teheran membangun senjata nuklir.Meski pemerintahan Obama tidak mengeluarkan sebuah opsi sanksi militer, tetapi disebutkan bahwa sanksi dan negosiasi multilateral dengan Iran harus diberikan waktu untuk bisa bekerja.Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan AS tidak siap untuk berkomitmen untuk membuat ''batas merah''.Sementara Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad pada Rabu (26/09) menuduh negara-negara barat melakukan ''intimidasi''."Ancaman terus menerus dari Zionis Israel yang tak beradab untuk melancarkan aksi militer adalah sebuah contoh jelas dari realitas yang masam ini,'' katanya dalam Sidang Umum PBB.

'Pembersihan etnis'

Mahmoud Abbas: Palestina terus mendesak peningkatan status di PBB.Dalam kesempatan terpisah, Presiden Palestina Mahmoud Abbas kembali menyoroti status Palestina di PBB, dengan mengatakan dia akan terus melanjutkan upaya untuk mendapatkan keanggotaan penuh.Tetapi dia mengatakan negosiasi telah dimulai dengan ''organisasi regional dan negara-negara anggota'' dengan tujuan mengadopsi sebuah resolusi untuk membuat Palestina ''sebuah negara non-anggota PBB dalam sidang umum kali ini''.

''Dalam usaha kami,'' tambahnya, ''kami tidak mencari untuk delegitimasi sebuah negara yang ada - yaitu Israel - melainkan untuk menegaskan negara yang harus direalisasikan - yaitu Palestina.''Saat ini, Organisasi Pembebasan Palestina, PLO, hanya memiliki status ''pengamat permanen''. Tahun lalu, sebuah proposal untuk mendapatkan keanggotaan penuh gagal karena kurang dukungan di Dewan Keamanan PBB.Perubahan akan membuat Palestina bisa berpartisipasi dalam perdebatan di Sidang Umum PBB. Keanggotaan penuh juga bisa meningkatkan peluang Palestina untuk bergabung dengan sejumlah badan PBB dan Mahkamah Kriminal Internasional.

Tahun lalu, Palestina bergabung dengan badan kebudayaan PBB, Unesco, meski ada tentangan dari Israel dan AS.Abbas dalam pidatonya juga mengungkapkan pembangunan Israel di sekitar Yerusalem Timur sebagai ''kampanye pembersihan etnis terhadap warga Palestina melalui penghancuran rumah-rumah mereka.''
http://www.bbc.co.uk

Iran merancang kapal selam nuklir

Iran telah memulai proyek pembuatan kapal selam pertama bertenaga nuklir.Hal ini diungkapkan Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Iran, Laksamana Abbas Zamini, di Teheran, hari Selasa (12/6)."Langkah-langkah awal untuk merancang dan membuat sistem penggerak kapal selam nuklir sudah kami lakukan," kata Laksamana Zamini, seperti dikutip kantor berita Iran, Fars."Semua negara berhak menggunakan teknologi nuklir, termasuk pemanfaatannya untuk menggerakkan kapal selam," kata Zamini.

Ia menjelaskan sistem penggerak bertenaga nuklir diperlukan Iran untuk mendukung berbagai operasi jarak jauh.Zamini tidak menjelaskan operasi jarak jauh yang ia maksud.Diragukan Barat"Langkah-langkah awal untuk merancang dan membuat sistem pendorong kapal selam nuklir sudah kami lakukan."Laksamana Abbas Zamini.

Kantor berita AFP memberitakan Iran secara berkala membanggakan kemajuan militer dan bidang ilmiah, namun sebagian besar klaim itu tidak menjadi kenyataan.Sejumlah kalangan mengatakan para ahli militer Barat sering meragukan klaim kemampuan militer Iran karena tidak tersedia bukti nyata untuk mendukung klaim tersebut.

Di dunia ini hanya ada beberapa negara yang menguasai pembuatan kapal selam nuklir, di antaranya adalah Amerika Serikat, Rusia, Prancis, Inggris, dan Cina.India saat ini dalam proses pembuatan kapal selam jenis ini.Klaim Angkatan Laut Iran diumumkan di saat beberapa negara menyiapkan putaran perundingan di Moskow, Rusia, pada 18 dan 19 Juni untuk membahas program nuklir Iran.Iran tetap meneruskan program nuklir meski Dewan Keamanan PBB telah meminta Teheran membekukan program tersebut.Negara-negara Barat khawatir Iran secara diam-diam memanfaatkan program nuklir untuk mengembangkan senjata, namun tudingan itu dibantah keras oleh pemerintah Iran.
 http://www.bbc.co.uk

Romney akan dukung serangan Israel ke Iran

Calon presiden Amerika Serikat, Mitt Romney, mengatakan ia akan mendukung Israel jika negara tersebut melancarkan aksi militer terhadap Iran.
Salah seorang penasehat Romney kepada para wartawan mengatakan Israel harus mengambil tindakan terhadap Iran agar tidak mengembangkan senjata nuklir.
Menurut penasehat Romney, jika pada akhirnya Israel menyerang Iran, Romney akan menghormati keputusan Israel.

Namun penasehat Romney menambahkan sebisa mungkin aksi militer terhadap Iran harus dihindari.
Penasehat ini mengatakan Iran tidak boleh dibiarkan memiliki kemampuan mengembangkan senjata nuklir dan itu berarti Iran tidak boleh melakukan pengayaan uranium.
Romney, capres dari Partai Republik, saat ini berada di Jerusalem, untuk bertemu dengan para politisi Israel.

Wartawan BBC Mark Mardell mengatakan Romney berpendapat para pemimpin Iran sedang menguji kesabaran Amerika Serikat dan Israel dan bahwa senjata nuklir Iran akan menjadi ancaman yang tidak bisa ditoleransi.
Mardell mengatakan dengan pernyataan ini kubu Romney ingin dilihat memiliki kebijakan luar negeri yang lebih tegas dibandingkan Presiden Barack Obama.
 http://www.bbc.co.uk

Aceh Merdeka

Gerakan Aceh Merdeka, atau GAM adalah sebuah organisasi (yang dianggap separatis) yang memiliki tujuan supaya Aceh, yang merupakan daerah yang sempat berganti nama menjadi Nanggroe Aceh Darussalam lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. 
Gerakan ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF). GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro selama hampir tiga dekade bermukim di Swedia dan berkewarganegaraan Swedia.lahir di desa Tiro, kabupaten Pidie, Aceh, 25 September 1925 – meninggal di Banda Aceh, 3 Juni 2010 pada umur 84 tahun)sehari sebelum meninggal dia memperoleh status WNI oleh pemerintah Indonesia
Pada 27 Februari 2005, pihak GAM dan pemerintah RI memulai tahap perundingan di Vantaa, Finlandia. Mantan presiden Finlandia Marti Ahtisaari berperan sebagai fasilitator.
Pada 17 Juli 2005, setelah perundingan selama 25 hari, tim perunding Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM di Vantaa, Helsinki, Finlandia. Penandatanganan nota kesepakatan damai dilangsungkan pada 15 Agustus 2005. Proses perdamaian selanjutnya dipantau oleh sebuah tim yang bernama Aceh Monitoring Mission (AMM) yang beranggotakan lima negara ASEAN dan beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa. Di antara poin pentingnya adalah bahwa pemerintah Indonesia akan turut memfasilitasi pembentukan partai politik lokal di Aceh dan pemberian amnesti bagi anggota GAM.

Meski, perdamaian tersebut, sejatinya sampai sekarang masih menyisakan persoalan yang belum menemukan jalan keluar. Misal saja berkait dengan Tapol/Napol Aceh yang masih berada di penjara Cipinang, Jakarta seperti Ismuhadi, dkk. Selain juga persoalan kesejahteraan mantan prajurit kombatan GAM yang cenderung hanya dinikmati oleh segelintir elit.
Seluruh senjata GAM yang mencapai 840 pucuk selesai diserahkan kepada AMM pada 19 Desember 2005. Kemudian pada 27 Desember, GAM melalui juru bicara militernya, Sofyan Daud, menyatakan bahwa sayap militer mereka telah dibubarkan secara formal.

BAB XXXVI BENDERA, LAMBANG, DAN HIMNE
Pasal 246 (1) Bendera Merah Putih adalah bendera nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (2) Selain Bendera Merah Putih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah Aceh dapat menentukan dan menetapkan bendera daerah Aceh sebagai lambang yang mencerminkan keistimewaan dan kekhususan. (3) Bendera daerah Aceh sebagai lambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) bukan merupakan simbol kedaulatan dan tidak diberlakukan sebagai bendera kedaulatan di Aceh. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk bendera sebagai lambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Qanun Aceh yang berpedoman pada peraturan perundang-undangan.

Pasal 247 (1) Pemerintah Aceh dapat menetapkan lambang sebagai simbol keistimewaan dan kekhususan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai lambang sebagai simbol sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Qanun Aceh.
Pasal 248 (1) Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan yang bersifat nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. (2) Pemerintah Aceh dapat menetapkan himne Aceh sebagai pencerminan keistimewaan dan kekhususan. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai himne Aceh sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Qanun Aceh.
 http://id.wikipedia.org

Ini Dia Susunan Kelembagaan Wali Nanggroe Aceh

BANDA ACEH – Susunan kelembagaan Wali Nanggroe yang sedang digagas oleh Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, ternyata terdiri dari sejumlah perangkat khusus.
Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Raqan Wali Nanggroe, di ruang serbaguna DPR Aceh, Kamis 11 Oktober 2012. Peserta RDPU Raqan Wali Nanggroe kali ini, dihadiri oleh puluhan aktivis perempuan dari berbagai organisasi.
Menurut Ketua Pansus Raqan Wali Nanggroe Teungku Ramli Sulaiman, susunan kelembagaan Wali Nanggroe terdiri dari lima perangkat khusus, seperti Wali Nanggroe, Waliyul’ahdi, Majelis Tinggi, Majelis Fungsional, serta Majelis Struktural.
“Masing-masing dari perangkat utama ini, terdapat sejumlah divisi atau majelis lainnya. Sejumlah perangkat tadi, bekerja dan bertanggungjawab kepada Wali Nanggroe,” ujar Teungku Ramli Sulaiman.
Adapun rinciannya, kata Ramli, seperti Majelis Tinggi yang membawahi Majelis Tuha Peuet, Majelis Fatwa, Majelis Lapan.

Sedangkan Majelis Fungsional, membawahi Majelis Ulama Nanggroe Aceh, MAA, Majelis Pendidikan Aceh (MPA), Majelis Ekonomi Aceh, Baitul Mal Aceh, Bentara, Majelis Hutan Aceh, Majelis Khazanah dan Kekayaan Aceh, Majelis Pertambangan dan Energi, Majelis Kesejahteraan Sosial dan Kesehatan, dan Majelis Perempuan.
Kemudian, ujar Ramli, Majelis Struktural membawahi Keurukon Katibul Wali.  Keurukon Katibul Wali adalah lembaga kesekretariatan pada lembaga Wali Nanggroe.

Sedangkan Waliyul’ahdi adalah pemangku Wali Nanggroe atau orang yang merupakan perangkat kerja lembaga Wali Nanggroe yang mengerjakan tugas Wali Nanggroe saat berhalangan tetap.
“Lembaga Wali Nanggroe sendiri dipimpin oleh Wali Nanggroe yang bersifat personal dan merupakan kepemimpinan adat sebagai pemersatu masyarakat yang independen dan berwibawa,” kata Ramli.
 http://atjehpost.com/

Arif : Cita-cita Hanya untuk Bangun Aceh

Usianya kini 19 tahun. Ia baru saja memasuki dunia kampus setelah lulus dari SMAN 3 Putra Bangsa Lhoksukon Aceh Utara. Selama atas prestasi akademiknya ia berhasil memperoleh beasiswa prestasi penuh untuk program pendidikan Strata 1 (S1). Saat orientasi kampus beberapa waktu lalu ia juga dinobatkan sebagai peserta terbaik mahasiswa baru tahun 2012.

Arif Hidayat namanya, remaja kelahiran 18 September 1993 silam itu berhasil memperoleh satu dari 200 penerima beasiswa prestasi dan unggulan yang diberikan oleh Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta.
“Ini luar biasa, saya tidak pernah menyangka akan mendapatkan beasiswa itu. Ini tantangan terbesar untuk saya atas tuntutan IP minimal 3.20, jika tidak, beasiswa dicabut,” ujarnya saat berbincang-bincang dengan The Atjeh Post, Minggu, 14 Oktober 2012 melalui jejaring sosial.
“Tentu saja saya tidak akan membiarkan itu terjadi. Saya akan berjuang dan optimis bisa mencapai IP yang diinginkan universitas, karena ini untuk masa depan saya,” katanya lagi.
Saat ini ia juga menjabat sebagai Pj Ketua Umum Pelajar Islam Indonesia (PII) Aceh Utara. “Saya aktif dalam PII sejak 2006 lalu. Selain itu, saya juga masih tercatat sebagai anggota dari Ikatan Siswa Kader Dakwah (ISKADA) Aceh sejak awal 2012,” papar Arif.

Dari semua prestasi yang pernah ia raih, Pramuka adalah kebanggaan utamanya. Ia sempat menjadi satu dari lima perwakilan Aceh sebagai Participan in the 22nd World Scout Jamboree Held in Rinkaby, Kristianstad, Sweden pada September 2010 silam.
Meski aktif dengan segudang aktivitas yang ia geluti, Arif memiliki cita-cita menjadi Wirausahawan. Dengan harapan kelak dapat membuka lapangan kerja di Aceh.  “Rasanya sangat bahagia jika bisa membuka lapangan kerja bagi orang lain, meski dalam skala kecil. Yang penting dapat mengurangi angka pengangguran,” ujar mahasiswa jurusan Manajemen itu yang juga Duta Inteligensia HIV/AIDS 2011.

Ia berangkat dari keluarga yang sederhana dan memulai pendidikan di Sekolah Dasar (SD) yang berada dekat dengan rumahnya. Masa itu, hampir seluruh prestasi yang ada dalam setiap perlombaan disabetnya, termasuk meraih Juara Umum setiap tahunnya.
Berlanjut ke SMP Negeri 2 di kota yang sama, ia kembali mengukir prestasinya dengan meraih Juara Umum selama 3 tahun berturut-turut. Arif juga meraih juara I dalam segala lomba, mulai dari membaca puisi, busana muslim, sepak bola hingga bulu tangkis.

Tak hanya itu, ternyata bakat dan minatnya terhadap Pramuka memang sudah ada sejak awal, buktinya saat SMP, ia sudah terpilih menjadi Ketua Pramuka di sekolahnya. Di SMA Negeri 3 Putra Bangsa Lhoksukon, ia juga aktif dalam segala kegiatan Osis dan lainnya.
Saat ini Arif juga aktif di sembilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sekaligus di antaranya UKM Islam Alfaruq, paduan suara Mercu Buana, pramuka, menwa dan entrepreneur club.
 http://atjehpost.com

Iran Buat Penghargaan Serupa Nobel untuk Ilmuwan Muslim

IRAN mengumumkan rencana untuk memberikan penghargaan serupa Nobel di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi kepada para ilmuwan Muslim.
Penghargaan yang disebut "Great Prophet World Prize" itu menurut Wakil Presiden Iran untuk Ilmu dan Teknologi, Nasrin Soltankhah, ditujukan untuk mendorong prestasi ilmuwan Muslim di tataran global.
"Penghargaan ini akan diberikan dua tahun sekali bagi ilmuwan Muslim di dunia pada tiga bidang teknologi yang berkembang pesat di Iran," kata perempuan wakil presiden itu pada Sabtu (13/10) seperti dikutip Kantor Berita Fars.
Dia menyebutkan, Iran telah meraih pencapaian dalam beragam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, dari nuklir, sel punca, produksi obat, sampai nanoteknologi.
Ilmuwan Iran antara lain telah mensintesis 15 jenis zat radioaktif untuk keperluan diagnosis dan pengobatan pasien; juga menghasilkan obat untuk penanganan  osteoporosis, hemophilia, serta kanker payudara dan kulit. 

Bupati Bireuen Maafkan Pelaku Penggranatan

BIREUEN  - Bupati Bireuen, Ruslan Daud mengaku telah memaafkan pelaku teror yang melemparkan granat ke kediamannya.
“Saya telah memaafkan pelaku teror,” ungkap Ruslan, Minggu (14/10/2012) saat menyinggung dugaan keterlibatan para pemilik sejata api ilegal yang siang ini diringkus di Bireuen. Mereka diduga juga sebagai pelaku teror di rumah Ruslan beberapa waktu lalu.

Lebih jauh Ruslan hanya mengelurkan imbauan agar warga yang masih menyimpan senjata rakitan untuk menyeragkannya kepada aparat keamanan. Ia mengatakan, selain membahayakan diri sendiri dan orang lain, kepemilikan senjata ilegal pun merupakan bentuk pelanggaran hukum yang bisa dikenai sanksi pidana.
“Pemkab Bireuen siap memfasilitasi proses penyerahan untuk menjamin keamanan dan kerahasiaan identitas pemilik senjata yang menyerahkan secara sukarela,” lanjut Ruslan.

Terkait proses penyidikan kepemilikan senjata api ilegal, yang diduga terkait dengan aksi teror di rumah Bupati, Ruslan mengaku yakin polisi mampu mengungkap dan menuntaskan kasus itu secara profesional. Begitu juga dengan motif serta dalang di balik berbagai aksi kriminalitas lain di Aceh yang menggunakan senjata api ilegal. 
| sumber: kompas.com

Nasdem Pilih Menyerang dari 'Udara' Golkar Lewat 'Darat'

JAKARTA - Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), memperlihatkan adanya partai politik (parpol) yang melakukan mobilisasi melalui serangan darat dan udara.
CEO SMRC Grace Natalie mengatakan, Golkar unggul dalam mobilisasi darat secara nasional. Mereka juga menyedot swing voter Demokrat di luar Jawa, yang secara tradisional merupakan basis Golkar.
"Proporsi pemilih Demokrat di pedesaan sekarang menurun, dibanding hasil Pemilu 2009. Ini menjelaskan mengapa swing voter Demokrat banyak ke Golkar, karena secara tradisional Golkar kuat di pedesaan, dan mobilitas darat Golkar sekarang banyak langsung di pedesaan," ujar Grace di Hotel Hyatt, Jakarta, Minggu (14/10/2012).
Grace menuturkan, Partai Nasdem dan Gerindra cukup menonjol melalui serangan udara. Kedua parpol ini menarik swing voter Demokrat, yang berlatar belakang kelas menengah.
Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Majelis Nasional Partai Nasdem, Jeffri Geovanni, sependapat dengan hasil survei SMRC.
"Kami harus melakukan serangan udara," ujarnya.
Jeffri mengatakan, Nasdem menggeber iklan melalui media elektronik di masa prime time. Itu dilakukan untuk menggaet massa yang diperkirakan berjumlah 40 juta orang, dalam satu menit tayangan iklan. Menurut Jeffry, serangan udara lebih murah ketimbang serangan darat.
"Serangan darat enggak akan cukup. Mengapa kami lakukan serangan udara? Karena murah cost-nya," jelas Jeffri.
Sementara, Ketua DPP Partai Golkar Yorries Raweyai mengapresiasi hasil survei. Menurut Yorries, hasil tersebut merupakan cambuk bagi Golkar, yang menargetkan menjadi pemenang Pemilu 2014.
"Sekarang, ke dalam yang harus kami jaga," ucapnya.
Serangan darat juga diakui dilakukan oleh PDI Perjuangan. Politisi PDIP Pramono Anung mengungkapkan, hasil survei SMRC tidak berbeda jauh dengan yang dilakukan oleh internal partainya. Ini karena pemilih sekarang semakin rasional dan cerdas.
"PDIP memang kemampuan utamanya kerja darat, tapi kami  enggak punya biaya yang cukup banyak, beda dengan Golkar yang punya media, ke mana-mana Pak Ical diikuti melalui televisinya," tutur Pramono.
Pramono mencontohkan apa yang dialami Partai Demokrat, saat SBY elektabilitasnya naik, justru partainya turun karena tersandera kasus hukum, hingga suara jatuh.
"SBY performance-nya 54 persen mengatakan baik, kondisi ekonomi juga mengalami kebaikan, tapi kenapa hukumannya diberikan kepada partai," katanya. 
 http://www.tribunnews.com

Jumat, 12 Oktober 2012

Darwis Djeunib, Mantan Panglima GAM yang Anak Kolong

Darwis adalah putra seorang tentara. Ia sosok yang berpengaruh di tengah-tengah mantan kombatan dan Partai Aceh. _________________________
MATANYA menerawang. Menatap langit-langit rumah kontrakannya. Perlahan dia mengembuskan asap rokok keretek kesukaannya. Setelah membetulkan posisi duduknya di sofa, dia menyesap segelas mineral. Sejenak mulutnya terkatup. Lalu, ia menghela nafas.
“Saya berharap pada Pemerintahan Aceh yang dipimpin Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf dapat membangun Aceh dan mensejahterakan rakyat,” lelaki itu mulai bicara sambil menatap tajam ke arah wartawan The Atjeh Times yang menemuinya di Keutapang, Banda Aceh, Rabu pekan lalu. “Pemimpin yang membawa keadilan.”
Kalimat itu menjadi tak biasa sebab datangnya dari seorang pria yang cukup dihormati di Aceh ini. Dialah Darwis Djeunib, mantan Panglima GAM Wilayah Batee Iliek yang kini adalah Ketua Partai Aceh Kabupaten Bireuen merangkap Ketua Komite Peralihan Aceh Wilayah Batee Iliek.
Darwis menjadi salah satu titik sentral kemenangan tokoh mantan Gerakan Aceh Merdeka, Zaini-Muzakir (mantan Panglima GAM) yang diusung Partai Aceh pada pilkada 2012 yang lalu. Dia berhasil membawa kemenangan bagi Zaini-Muzakir di Bireuen.
Tentu ini menjadi catatan penting sebab Bireuen adalah kantong suara rival mereka, Irwandi Yusuf, mantan Gubernur Aceh yang memang berkampung halaman di situ. Di  sini menjadi tempat perebutan suara yang panas. Darwis sendiri tinggal di Djeunib yang berjarak sekitar 20 menit perjalanan dari Bireuen.
Tak hanya itu, Darwis juga yang berperan memenangkan pemilihan Bupati Bireuen, Ruslan M. Daud, dari Partai Aceh. “Selain Zaini-Muzakir, hampir seluruh Aceh kini bupati dan wali kota dari Partai Aceh, begitu juga di parlemen,” katanya. “Saya hanya berharap mereka menjalankan amanah perjuangan, yaitu untuk membuat Aceh makmur dan sejahtera serta berkeadilan. Pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.”
***
“SAYA lahir di Bireuen, di batalion Gampong Baro, Bireuen, pada 1 Januari 1960. Dulu ayah saya tentara. Jadi, saya lahir di asrama,” kata Darwis mengenang masa kecilnya yang ternyata adalah anak kolong (sebutan dalam bahasa sehari-hari untuk anak tentara atau anak yang besar di tangsi tentara). Dia anak ketiga dari enam bersaudara, putra dari pasangan Abdullah dan Nurul Abdullah. “Ibu saya dua. Jadi, saya anak pertama dari istri kedua ayah saya, tapi anak ketiga dari semua anak-anak ayah saya,” katanya.
Memasuki sekolah dasar, Darwis diboyong orang tuanya ke Jeunib. Sejak kecil, dia sudah hobi dengan olahraga bela diri. Dia mempelajari silat, tinju, dan karate. Selain itu dia juga suka voli, badminton, dan bola kaki. Hingga beranjak remaja, dia suka berada di pasar. “Sampai saya menjadi harland,” katanya. Harland adalah sebutan untuk jagoan terminal dan pasar di perkampungan Aceh.
Pada 1980, Darwis merantau ke Medan, Sumatera Utara. Di sana dia bertemu dengan seorang polisi dari Panton Labu yang bertugas di Medan. “Kiban cara ta-udep di Medan (bagaimana caranya hidup di Medan),” Darwis bertanya kepada polisi yang akrab disapa Intel Wahab itu.
“Di sino yang peurlèe kreuh boh sôh. Nyoe hana lagèe nyan, ka jeut wo u gampông jak gulam cangkôi jak u blang (di sini yang penting tinju harus keras, jika tidak ya pulang kampung saja pegang cangkul ke sawah),” begitu jawabnya.
Rupanya, Darwis sangat sadar bahwa hidup merantau itu memang keras. Ketika Wahab menyuruhnya menghadapi seorang pimpinan geng di sebuah bioskop di Sambu, Medan, Darwis langsung mengangguk.
Lalu, dia pun menuju ke bioskop itu, dan menantang si bos geng berduel. Bertarung satu lawan satu. Bak.. buk, plak..plak,  tinju dan tendangan melayang-layang, disaksikan Wahab dan anak buah bos geng Sambu itu. “Rupanya dia jago karate. Kami duel memakan waktu sampai 20 menit,” katanya.
Hingga kemudian kaki si bos geng itu tersangkut di sepeda motor yang parkir di situ.  “Saya hajar terus sampai dia menyerah,” kata Darwis. Sejak itu, pimpinan geng beralih ke tangan Darwis, termasuk memimpin 30 anak buah di kawasan itu. “Sekitar tujuh bulan saya memimpin geng di situ. Setelah ada sedikit rezeki, saya berangkat ke Malaysia,” katanya.
Di Malaysia pada 1981, dia sempat masuk ke kawasan geng yang diramaikan dengan perjudian. Para penjudi di sana sempat ketakutan sebab mengira Darwis seorang polisi yang hendak menangkap mereka. “Padahal, saya juga pendatang gelap waktu itu,” katanya. Namun, Darwis tak betah berada di kelompok geng lagi. “Secara hati, saya nggak cocok dengan perbuatan seperti itu,” katanya.
Darwis menemukan jati dirinya setelah membaca buku-buku sejarah Aceh dan ideologi Gerakan Aceh Merdeka. Saat membaca-baca buku itu, kata Darwis, dia berdoa, “Meunyoe lôn aneuk ma aneuk yah, beu rôh lôn dalam perjuangan nyoe. Lôn jak mita kemuliaan bangsa Aceh (jika saya memang anak ibu dan anak ayah, saya akan masuk dalam perjuangan ini. Saya mencari kemuliaan untuk bangsa Aceh).”
Setelah yakin, dia menghubungi ayahnya tentang jalan hidup yang ditempuhnya. “Jangan mundur selangkah pun untuk perjuangan rakyat Aceh,” begitulah pesan dari ayahnya, Abdullah, yang sampai kini masih diingatnya.
Itulah sebabnya, ketika pemuda-pemuda Aceh direkrut untuk berlatih militer di Lybia pada 1986, Darwis ikut serta. Salah satu pelatihnya ketika itu adalah Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem. “Mualem angkatan pertama. Saat  itu beberapa orang dari angkatan Mualem jadi pendamping kami. Karena Mualem yang angkatan pertama, jadi lebih mengerti untuk mendidik kami,” kata Darwis.
Di sini dia mulai belajar lebih dalam soal GAM, termasuk dari Wali Nanggroe Hasan Tiro dan Meuntroe Malik Mahmud. “Setahun saya di Libya,” katanya.
***
PERINTAH datang dari Malik Mahmud. Terang saja Darwis langsung berlayar menuju Aceh. Itu pada 1989. Mulanya Darwis berada di Langsa. Dia merangkul sejumlah orang untuk ikut ke dalam GAM. Di antaranya ada seorang polisi, Rahmad Azami berpangkat kapten, juga ada Ahmad Saidi seorang intel polisi. “Ada juga Koramil Suman dan seorang pejabat di Dinas Pekerjaan Umum di Langsa,” kata Darwis.
Setahun berselang, kabar kegiatan Darwis di Langsa sampai juga ke Panglima GAM Wilayah Batee Iliek, Hamzah. “Sepucuk surat dari Panglima Hamzah meminta saya pulang ke Jeunib,” katanya.  Tiba di Jeunib, Darwis diberi jabatan Komandan Operasi Wilayah Batee Iliek. Akhir 1990, setelah Hamzah wafat, “Saya dipanggil Panglima GAM Abdullah Syafii, lalu mengangkat saya jadi Panglima Wilayah Batee Iliek,” kata Darwis.
Selama naik turun gunung, Darwis mengalami banyak peristiwa, termasuk soal hatinya yang tertambat pada  Wardani yang kemudian dinikahinya. Satu peristiwa yang sangat membekas dalam ingatan Darwis adalah tentang anaknya yang meninggal saat konflik berlangsung. “Waktu itu anak saya yang lahir di Pasi Lhok masih berumur 25 hari. Situasi memanas dan saya naik ke gunung di Tiro. Anak saya dilarikan ke tempat kerabat saya dan meninggal,” katanya.
Sang istri selalu mengikuti suaminya ke berbagai tempat. Ketika Darwis dipanggil ke Malaysia untuk menyusun gerakan, istrinya juga ikut serta. “Saat itu saya keluar membawa rombongan 15 orang,” katanya. Di Malaysia, mereka mencari suaka politik. “Tapi malah kami dimasukkan dalam penjara, termasuk istri saya. Kami ditahan selama 4 tahun 15 hari,” kata Darwis.
Setelah bebas, pasangan suami istri ini kembali ke Aceh dan bergerilya lagi. “Kalau membayangkannya sekarang, tentu sangat capek. Kadang tahan lapar. Meskipun lapar, tapi tenaga selalu ada berkat Allah, demi mempertahankan kedaulatan dan marwah orang Aceh,” katanya. “Kadang-kadang untuk makanan terpaksa harus makan gue-gue jôk, boh katendeng, dapat pohon-pohon bayah kami ambil gue-nya buat makan. Ada juga kawan-kawan yang terkena peluru di depan mata.”
Masa bergerilya itu, Darwis sangat akrab berhubungan dengan masyarakat. Dia juga menjalin hubungan dengan mahasiswa. “Di antaranya yang selalu bersama saya adalah Kautsar,” kata Darwis. Kautsar waktu itu adalah aktivis mahasiswa. Saat ini dia berpolitik di Partai Aceh yang juga menjadi Sekretaris Pemenangan Zaini-Muzakir pada pilkada 2012.
“Waktu itu, saya meminta Kautsar untuk menjalankan tugas-tugas di luar saja, dan mengirimnya ke Malaysia untuk menjalin hubungan di sana, dan selalu melaporkan perkembangannya kepada saya,” kata Darwis. Selain itu, Darwis adalah tokoh GAM yang rajin membina hubungan dengan wartawan. Dia kerap diwawancarai dan menerima wartawan di lokasi bergerilya.
Menjelang proses perdamaian, Darwis dan anak buahnya tetap berada di pegunungan. “Kami menunggu arahan. Saya sering berteleponan dengan Meuntroe Malik,” katanya. Setelah Pemerintah RI dan GAM sepakat berdamai pada 2006, Darwis dan anak buahnya pun turun gunung. Mereka kembali hidup di tengah-tengah masyarakat.
“Alhamdulillah, perdamaian itu datang juga. Kini banyak keistimewaan bagi Aceh. Dan tujuan rakyat Aceh menginginkan perdamaian dan kesejahteraan juga. Tinggal bagaimana cara kita mengisinya,” kata Darwis.
***
DI RUMAH kontrakannya di Keutapang, kini Darwis menjalani kesehariannya. Dia kini mengurus Partai Aceh dan juga KPA. Kendati akrab dengan dunia politik, Darwis tak ikut dalam politik praktis.
“Kegiatan sehari-hari saya sekarang termasuk mengontrol Partai Aceh, anak-anak buah saya yang mantan GAM di lapangan, dan tentu juga keluarga saya,” katanya. Darwis kini adalah ayah dari enam anak, tiga di antaranya sudah meninggal.
Pada Pemerintah Aceh dan DPR Aceh, Darwis berharap bisa memajukan Aceh. “Pertama sekali pemerintah bersih, tidak ada korupsi, dan memikirkan kehidupan rakyat, menghidupkan ekonomi rakyat,” katanya. “Rakyat menyampaikan yang pertama sekali adalah UUPA harus diterapkan secara cepat, dan qanun wali nanggroe. Bukankah kita konflik dulu dengan pemerintah pusat disebabkan menuntut keadilan bagi rakyat Aceh?”
Tentu saja, Darwis ingin para mantan kombatan juga diperhatikan. “Bagaimana mereka bisa hidup dengan ekonomi yang  baik. Kan ada mantan-mantan yang bekerja di nelayan kita bantu secara nelayan, ada yang di tengah kota bagaimana cara kita bantu untuk berdagang,  begitu juga yang berkebun dan bertani,” kata Darwis.
Darwis berpesan, “Mari kita jaga bersama perdamaian, jangan kita hancurkan perdamaian ini!”
 http://atjehpost.com

Dahlan Iskan Menjadi Penerjemah Cucu Nabi Muhammad ke-27

TASIKMALAYA - Menteri BUMN dahlan Iskan hari ini menjadi penerjemah ketika Syekh Hasyim Al Jaelani saat memberi ceramah di pondok pesantren Suryalaya Tasikmalaya. Dalam kedatangannya bersama Dahlan, ribuan pengikut tarekat Qadiriyah di pesantren Abah Anom ini memadati aula pesantren.
Menurut Protokoler Kementerian BUMN, Faisal Halimi, Dahlan diminta oleh Syekh Hasyim agar menjadi penerjemah agar bisa lebih pas dalam menangkap ceramahnya mengenai tarekat dan tasawuf. Ini karena Dahlan dia nilai bisa menghayati isi ceramahnya, mengingat Dahlan juga seorang yang menjalani tarekat.
"Tidak apa-apa jadi penerjemah. Sekalian belajar," kata Dahlan yang ditirukan Faisal kepada merdeka.com, Jumat (12/10). Dahlan merasa dapat ilmu baru bidang tasawuf. Misalnya saat menerjemahkan ceramah Syekh Hasyim mengenai peran sentralnya Imam Hasan dan Imam Husein.
Syekh Hasyim adalah imam besar tarekat Qadiriyah yang tak lain adalah cucu ke-17 ulama besar Syekh Abdul Qadir Jaelani Baghdad alias cucu ke-27 Nabi Muhammad.

Syekh Hasyim datang ke Indonesia atas undangan Dahlan setelah dahlan menjadi tamunya saat Dahlan ziarah ke makan Syekh Abdul Qadir Jaelani di Bagdad lebaran yang lalu.
Syekh Hasyim sudah keliling berbagai negara mengunjungi jemaah tarekat Qadiriyah tapi belum pernah ke Indonesia. Dia kaget setelah ke Sukabumi dan Tasikmalaya disambut puluhan ribu jemaah tarikat Indonesia.
Dari Tasik, Syekh Hasyim akan ke Surabaya dan terakhir akan menemui Habib Luthfi, Rais Aam tarikat Indonesia di Pekalongan.
Dalam ceritanya, Syekh Hasim menuturkan mengenai Nabi Muhammad. Suatu saat Nabi Muhammad baru selesai salat Asar, keluar dari masjid sendirian tanpa disertai para sahabat. Di luar masjid, Nabi melihat Hasan dan Husein, putra Imam Ali bin Abi thalib sedang bermain. Nabi Muhammad langsung ikut bermain dengan dua cucunya itu.

Saat itulah malaikat Jibril turun dan menemui Nabi Muhammad untuk menyampaikan wahyu dari Allah. Setiap kedatangan malaikat Jibril biasanya Nabi Muhammad langsung meninggalkan kesibukan apa pun untuk menemui Jibril dan menerima wahyu dari Allah.
Sore itu, untuk pertama kalinya, Nabi tidak segera menemui Jibril. Padahal Nabi sudah melihat kedatangannya. Jibril juga sudah menatap mata Muhammad. Namun Muhammad terus bermain dengan Imam Hasan dan Imam husein, sampai 45 menit lamanya. Setelah itu barulah menemui Jibril.
Heran dengan peristiwa itu, Jibril pun mengajukan pertanyaan pada Muhammad. "Gambarkan seberapa cinta engkau wahai Muhammad kepada Hasan dan Husein," tanya jibril. Nabi pun menjawab, "Ketahuilah Jibril, Hasan dan Husein akan menjadi mata saya di surga kelak," kata Nabi.

Dalam tasawuf, artinya tidak akan masuk surga kalau tidak bisa melihat surga. Syekh Abdul Qadir Jaelani sendiri tergolong unik. Bapaknya adalah keturunan Imam Husein. Sedang ibunya adalah keturunan Imam Hasan. Darah dua cucu nabi mengalir ke Syekh Abdul Qadir Jaelani. "Kebetulan saya sendiri waktu ke Irak sempat ziarah ke makam Imam Ali di Najaf dan Imam Hasan dan Imam Husein di Karbala," ujar Dahlan. 

Rabu, 10 Oktober 2012

Bahasa Indonesia Resmi Diajarkan di Universitas di Maroko

DUBES RI untuk Maroko Tosari Widjaja dan Rektor Universitas Mohamed V Prof. Dr. Wail Benjelloun meresmikan pengajaran Bahasa Indonesia di Gedung Amphitheatre Fakultas Science Universitas Mohamed V Rabat-Maroko.
Dihadapan sekitar 500 orang undangan yang terdiri dari kalangan diplomatik, pejabat pemerintah Maroko, akademisi, mahasiswa, masyarakat kedua negara yang ada di Maroko, demikian keterangan Sekretaris III/Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Rabat, Suparman Hasibuan yang diterima ANTARA London, Rabu, 10 Oktober 2012.

Acara pembukaan pengajaran bahasa Indonesia di Universitas di Maroko itu juga dihadiri delegasi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kerjasama Dr. Soeprijanto, yang mendapat liputan media lokal Maroko .
Dubes RI untuk Maroko Tosari Widjaja, dalam sambutannya, antara lain memaparkan hubungan persaudaraan Indonesia-Maroko secara historis yang tercatat dalam sejarah, mulai dari kunjungan musafir terkenal Maroko Ibnu Batuthah di kerajaan Samudera Pasai-Aceh pada abad pertengahan sampai pada kisah salah satu sesepuh Wali Songo Maulana Malik Ibrahim yang lebih dikenal dengan nama Syeikh Maulana Maghribi.
Dikatakannya kedekatan hubungan Indonesia Maroko juga diliat dari banyaknya kitab karya ulama Maroko yang dijadikan rujukan bahan pelajaran wajib diberbagai pesantren di Indonesia . Selain peran aktif Indonesia dalam pejuang kemerdekaan Maroko serta penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika di Bandung tahun 1955 hingga kunjungan bersejarah Presiden Soekarno ke Maroko pada bulan Mei 1960 lalu.

"Kedekatan hubungan historis tersebut menjadi landasan dan batu pijakan bagi kedua negara untuk lebih memperkuat dan meningkatkan hubungan di berbagai bidang, serta membangun jembatan kerjasama peradaban Indonesia-Maroko," ujarnya.
Lebih lanjut Dubes Tosari Widjaja menyampaikan arti penting penguasaan bahasa dalam hubungan antar negara dan antar masyarakat sebagai salah satu faktor penting dalam kerangka peningkatan hubungan bilateral di berbagai bidang.
Dubes mengajak masyarakat Maroko dan mahasiswa Maroko untuk mempelajari dan mendalami lebih lanjut tentang Bahasa Indonesia. Dengan belajar bahasa Indonesia akan banyak mengenal dan mengetahui tentang Indonesia, ujar Dubes.
Sementara itu, Rektor Universitas Mohamed V dalam sambutannya antara lain menyampaikan dukungan dan sambutan baik untuk pembukaan pengajaran Bahasa Indonesia di Universitas Mohamed V.

Disampaikan pula bahwa dengan pembukaan pengajaran Bahasa Indonesia tersebut dapat meningkatkan hubungan Maroko-Indonesia di berbagai bidang khususnya bidang pendidikan, serta mendorong masyarakat Maroko untuk mengenal lebih lanjut mengenai budaya Indonesia.
Acara pembukaan Bahasa Indonesia ditandai dengan menggerakkan Angklung bersama Dubes dan Rektor Universitas Mohamed V, yang diikuti tampilan pemutaran video dengan diiringi lagu "Halo-Halo Bandung".
Dalam acara pembukaan ditampilkan pagelaran tari dan musik tradisional Indonesia dari Group Sanggar Indra Kusuma-Jawa Barat yang menampilkan antara lain tari merak, tari kipas dan penampilan musik angklung yang mendapat sambutan meriah dan apresiasi dari para undangan.
Dengan digelarnya acara pembukaan maka Bahasa Indonesia resmi diajarkan sebagai mata kuliah di Universitas Mohamed V Rabat Maroko, yaitu dengan menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa pilihan dengan 4 SKS, disamping bahasa lainnya seperti Bahasa China, Jepang, Korea, Urdhu dan Turki.

Perkuliahan dimulai tanggal 15 Oktober mendatang dengan Dosen pengajar dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sebagai salah satu tindak lanjut kerjasama MoU antara Universitas Negeri Jakarta dengan Universitas Mohamed V yang ditandatangani tahun lalu pada kunjungan Delegasi Rektor UNJ Prof. Dr. Bedjo Sujanto ke Maroko pada April tahun lalu.
Universitas Mohamed V adalah dikenal sebagai Universitas terkemuka di Maroko, namanya diambil dari nama raja yang memerintah Maroko dari tahun 1927 sampai tahun 1961 dan diresmikan pada tahun 1957 oleh Raja Mohamed V . Saat ini terdapat sekitar 24.000 orang mahasiswa yang menempuh pendidikan di universitas yang di Maroko dikenal dengan sebutan King University, hal ini berkaitan dengan Raja Maroko Hassan II dan Mohamed VI yang pernah menempuh pendidikan di universitas tersebut. 

UlangTahun Wali Nanggroe Teungku Hasan Muhammad di Tiro

25 SEPTEMBER merupakan hari kelahiran Wali Nanggroe Teungku Hasan Muhammad di Tiro atau akrab dipanggil Hasan Tiro. Wali lahir di Tiro Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh tepatnya pada tanggal 25 September 1925, atau  87 tahun lalu di Desa Tanjong Bungong, Lameulo atau sekitar 20 km dari Sigli.
Dia adalah keturunan ketiga Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro. Hasan merupakan anak kedua pasangan Tengku Pocut Fatimah dan Tengku Muhammad Hasan. Tengku Pocut inilah cucu perempuan Tengku Chik Muhammad Saman di Tiro yang menjadi pahlawan nasional Indonesia.
Pada Januari 1965, Hasan Tiro menggagas ide negara Aceh Sumatra Merdeka atau Acheh Sumatera National Liberation Front (ASNLF) dan melahirkan Gerakan Aceh Merdeka sebagai sayap militernya.
Sementara proklamasi yang dilakukan pada 4 Desember 1976 hanyalah kristalisasi dari ide yang sudah disosialkannya sejak 1965. Saat itu, Wali Hasan Tiro ikut keluar-masuk hutan bersama pasukannya pada tahun 1976 untuk memisahkan diri dari Indonesia.
Perjuangannya itu hanya berlangsung selama tiga tahun. Karena serangan tentara Indonesia yang tak tertahankan, ia mengungsi ke berbagai negara sebelum akhirnya menetap di Stockholm, ibu kota Swedia.
Setelah jatuhnya pemerintahan Soeharto, isu "Aceh merdeka" kembali menjadi sorotan dunia. Organisasi yang dipimpinnya muncul ke pentas internasional. Hasan Tiro pernah dan menandatangani deklarasi berdirinya Negara Aceh Sumatra, pada akhir 2002.
Dia juga menandatangani surat perihal GAM yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Kofi Annan pada 25 Januari 1999. Dalam berbagai perundingan damai antara RI dan GAM, restu Hasan Tiro selalu ditunggu.
Pengakuan orang Aceh terhadap Tengku Hasan bukan hanya karena perjuangannya. Dalam tubuhnya mengalir darah biru para pejuang Aceh. Pasca tsunami menghantam Aceh, Hasan Tiro dan pasukannya melunak serta bersedia menandatangani perjanjian damai dengan Indonesia.
Pertimbangannya, ratusan ribu masyarakat Aceh pada saat itu menjadi korban keganasan gelombang gergasi. Aceh berduka. Begitu pula Wali Negara Acheh Sumatera.
Perdamaian antara kedua belah pihak difasilitasi oleh Martti Ahtisaari mantan Presiden Finlandia. Bertempat di Helsinki, organisasi pimpinan Hasan Tiro menandatangani nota perdamaian dengan Indonesia. Setelah bergerilya dan hengkang ke luar negeri selama puluhan tahun, Hasan Tiro kembali ke Aceh, Indonesia.
Rutinitas nya selama di Aceh membuat kondisi kesehatan Wali Nanggroe ini memburuk. Tekanan darahnya juga tidak stabil. Deklarator GAM tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh.
Ketua Tim Dokter yang menangani Hasan Tiro, dr Andalas mengatakan tekanan darah orang nomor satu di GAM itu hanya 70 sampai 40. Leukositnya menjadi 20 ribu. Selain terjadi ganguan pada paru-paru, kata Andalas, Hasan Tiro juga punya masalah pada darahnya. Dia juga mengalami infeksi pada jantung. Hasan Tiro telah dirawat di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh selama 13 hari. Ini merupakan sakit terparah yang pernah di alaminya.
Hasan Tiro menghembuskan nafas terakhirnya pada tanggal 3 Juni 2010. Padahal, sehari sebelum meninggal Hasan Tiro dianugerahi Warga Negara Indonesia (WNI) oleh pemerintah Indonesia.

Ismuhadi Cs Bebas

“Beberapa bulan ke depan, Ismuhadi Cs bisa bebas bersyarat,” begitu judul sebuah berita di The Atjeh Post petang kemarin, Jumat, 28 September 2012. Judul itu merupakan statemen Menkumham Amir Syamsuddin. Tentu saja statemen ini menjadi suatu kebahagiaan tersendiri bagi Ismuhadi dan keluarga—mungkin juga bagi Aceh—setelah sekian lama ia ‘mendekam’ di terali besi Pulau Jawa.
Kebahagiaan itu sebenarnya sudah terlihat sejak pemerintah mengizinkan Ismuhadi Cs pindah dari penjara Cipinang, Jakarta, ke rumah tahanan Lambaro, Aceh Besar, 11 September lalu. “Adoe, 11 September kamoe ka na di Bandara SIM, Insyaallah...” begitu sepetik ucapan Ismuhadi, beberapa hari menjelang ia pulang ke nanggroe.
Hari yang disebutkan pun tiba. Meski tidak berhasil masuk dalam rombongan penyambutan suka cita kepulangan “tiga pejuang” itu ke pangkuan poma bernama Aceh, saya tetap gembira. Paling tidak, dari ruang tunggu lantai dua Bandara Sultan Iskandar Muda, saya leluasa mengamati ketiganya. Mereka turuni tangga pintu pesawat setelah penumpang lainnya turun.
Lelaki berbadan tinggi itu turun dari tangga pintu Lion Air JT 0307. Ketiganya mengenakan batik. Dari tiga orang itu, dua pakai batik orange dan seorang lagi batik biru bermotif “Pinto Aceh”. Yang berbatik biru itulah Ismuhadi.
Sudah rahasia umum, mereka menjadi narapidana politik (Napol) sejak tahun 2000 atas tuduhan pengeboman kantor Bursa Efek Jakarta (BEJ) pada 13 September 2000. Lebih kurang 12 tahun ketiganya dikurung di penjara Pulau Jawa. Karenanya, begitu menjejaki tanoh Aceh di Bandara SIM, wajah mereka berseri-seri.
Langkah kedua menginjakkan kaki di tanah Bandara SIM, Ismuhadi langsung menjatuhkan lututnya ke tanah. Ia mencium “Tanoh Pusaka” seolah sedang bersujud di kaki “poma”. Ketiganya pun lalu meneriakkan takbir “Allahuakbar”.
Dari ruang tuggu lantai dua bandara itu, saya lihat mereka dirangkul banyak orang, sahabat dan para saudara yang menyambut kepulangan ketiganya. Hadir dalam penyambutan itu, Malik Mahmud, Muzakir Manaf, dan beberapa petinggi Partai Aceh lainnya.
Di depan pintu masuk bandara, puluhan mahasiswa sudah menanti pula. Mereka telah menyiapkan dendang “Panglima Prang” menyambut kedatangan “Panglima Aceh” itu. “Panglima prang deuh panglima prang ka troh geuwo. Ngon raja nanggroe ngon raja nanggroe hate lam suka,” begitu sepetik syair tersebut menggema mengikuti langkah gontai Ismuhadi.
Seperti diberitakan banyak media, Ismuhadi merupakan satu dari sekian orang yang dulu berjuang di Jakarta. Ia yang memotori demo akbar di Jakarta, menuntut hak-hak Aceh dari Pusat. Namun, ledakan di kantor BEJ membuat Ismuhadi dan dua temannya itu harus menjalani hukuman seumur hidup di penjara Cipinang.
Hukuman seumur hidup didasari beberapa alasan. Di antaranya, ketika itu Ismuhadi sempat berkilah bahwa ia bukan bagian dari Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Pemerintah kemudian menuduhnya sebagai teoris. Karena itu, selepas kesepahaman damai 15 Agustus 2005, saat banyak tahanan GAM yang diberikan remisi oleh pemerinta, Ismuhadi Cs tetap di penjara. Pengakuan “bukan GAM” membuat ia sulit dibebaskan.
Di sisi lain, semua orang tahu bahwa Ismuhadi melakukan gerakan di Jakarta saat itu atas nama Aceh. Ia juga sempat ‘menyembunyikan’ beberapa orang GAM demi keselamatan para pejuang GAM tersebut di Jakarta. Namun, karena mengaku menjadi GAM saat itu adalah sebuah “dosa” di mata pemerintah, Ismuhadi dalam vonisnya menolak disebut sebagai GAM. Tuduhan teroris pun disematkan kepadanya.
Sebenarnya, tidak mengaku GAM masa itu hanya sebagai jalan agar dapat terbebas dari hukuman. Di sisi lain, Ismuhadi telah menyelamatkan lembaga GAM tatkala ia tidak mengaku bagian dari GAM. GAM berhutang budi pada Ismuhadi.
Akhirnya, dalam terali besi Cipinang, Teungku Imuhadi Jafar, Ibrahim Hasan, dan Irwan bin Ilyas menyambung hidup, kendati banyak teman-teman seperjuangannya telah dapat menghirup udara lepas. Lebih kurang 12 tahun mereka dalam “pesantren” Cipinang tersebut. Istilah “pesantren” ini saya kutip dari Ismuhadi langsung.
“Lam ‘pesantren’ nyoekeuh kamoe, Adoe,” kata Ismuhadi, suatu kali di tahun 2011, saat saya berkesempatan mengunjunginya.
Dalam bincang-bincang ringan kami pada taman dalam penjara Kelas I Cipinang, waktu itu, Ismuhadi mengaku sangat rindu Aceh. Sangat rindu anak dan keluarga. Saat itu, kami sama-sama berdoa agar tahun depannya ia dapat pulang ke Aceh.
“Tahun ini saya menjenguk Adun. Semoga tahun depan Adun yang pulang kampung. Kita jumpa di kampung sambil menikmati segelas kopi tentunya,” kata saya saat itu yang kami sambut gelak tawa. Tentunya, dalam hati, kami berdoa semoga itu terwujud.
Benar yang kami janjikan masa itu. Tahun 2012 ini, setahun setelah pertemuan kami di Cipinang, Ismuhadi dan kawan-kawan sudah diberikan pulang. Walau belum diberikan kesempatan bebas untuk menikmati kopi seperti janji kala itu, ucapan syukur tetap menjadi sebuah keniscayaan.
Melihat sikap dan sifatnya di “Pesantren Cipinang”, saya yakin ia tidak lama lagi dibebaskan, kecuali ada permainan politik baru di Aceh. Bukankah sudah ada beberapa statemen pembesar pemerintah mengatakan Ismuhadi berperangai baik? Ini menandakan bahwa ‘bunga-bunga’ kebebasan itu sudah tercium.
Secara sikap, Ismuhadi pantas mendapat nilai A selama di “Pesantren Cipinang”. Ia kerap menjadi contoh bagi napi lainnya. Taman kelas I penjara Cipinang kini menjadi indah, dengan tanaman beberapa jenis tumbuhan dan bunga di dalamnya. Itu adalah satu dari sekian kenangan yang ditinggalkan Ismuhadi di rumah tahanan tersebut. Di taman itu, kini sudah ada kolam kecil, yang airnya mengalir cantik. Juga ada campur tangan Ismuhadi di sana. Ia menanam pohon sebagai penghijauan di penjara itu.
Sikap baik Ismuhadi dan teman-temannya ini pula yang mengubah status mereka dari Tapol menjadi Napol. “Berdasarkan Kepres nomor 24 tahun 2012, tanggal 13 Agustus 2012, status kami menjadi Napol,” ujar Ismuhadi singkat.
Ketika pulang ke Aceh, Ismuhadi disambut meriah. Baru kali ini, saya melihat seorang rakyat biasa yang masih berstatus tahanan, saat dipindahkan lokasi, diberi sambutan meriah dengan berbagai nyanyi dan tarian. Ditepungtawari pula oleh pemerintah. Betapa pula kelak ia benar-benar dibebaskan.
Ismuhadi memang adalah salah satu figur di Aceh. Demikian, Teungku! Kami tunggu dirimu dengan segelas kopi di bawah pohon geulumpang seperti janji kita dulu dalam sebuah bait puisi syahdu.

Cara Mudah Membuat Skripsi Semua Jurusan

Kalau mendengar kata Skripsi atau Tugas Akhir, semua orang pasti merasakan suasana yang beraneka macam. Apalagi di kalangan mahasiswa, suasana pasti berasa aneh. Ada yang takut, was-was, stress dan banyak lagi efek yang ditimbulkan oleh kata tersebut. Bukanlah hal yang mustahil jika pembaca artikel ini adalah salah satu mahasiswa yang sedang merasakan hal- hal tersebut.

Apakah kita harus takluk atau harus menaklukkan Skripsi tersebut ?. Secara logis, skripsi dikerjakan oleh mahasiswa bukan mahasiswa yang dikerjakan oleh skripsi. Secara formula bahasa manapun Mahasiswa dan Skripsi merupakan 2 objek jika dipandang oleh orang ketiga. Tapi, dalam praktek dan implementasinya di bangku perguruan tinggi, keduanya menduduki posisi yang berbeda. Saya sengaja tidak memposisikan pembaca sebagai orang ketiga, karena orientasi tulisan ini, dibaca oleh semua orang secra umum dan mahasiswa pada khususnya.
Mahasiswa dan Skripsi. Mahasiswa adalah subjek yang sedang belajar di perguruan tinggi, sedangkan Skripsi adalah tugas yang harus dikerjakan oleh mahasiswa untuk bisa keluar dari perguruan tinggi dengan predikat lulus bukan Drop Out (DO). Dari pengertian tersebut, maka hubungan mahasiswa dengan skripsi adalah mahasiswa sebagai ‘subjek’ dan skripsi sebgai ‘objek’. Sebagai subjek seyogianya mahasiswa bisa melakukan perlakuan apa saja terhadap objek. Apalagi, skripsi adalah benda mati dan bukan makhluk hidup, maka secara hukum mahasiswa terbebas dari ancaman hukum manapun di muka bumi ini. Tapi dengan satu syarat, bukan skripsi pihak lain.

Skripsi harus bisa saya taklukan karena saya mahasiswa. Apa kata dunia jika saya malah ditaklukan oleh skripsi ?. Galau karena skripsi merupakan hal yang lumrah terjadi. Mungkin ada beberapa yang harus mengusulakan proposal penelitian berulang kali, dan jawaban dosen tetap ‘Ditolak’,’Harus Diganti’, ‘Penelitian terlalu mudah’, dan masih banyak jawaban dosen lain yang membuat mahasiswa semakin terpuruk dan tidak bersemangat mendengarnya apalagi melanjutkan penelitian tersebut . Kenyataan lain juga bisa muncul, proposal diterima, tapi penelitian dan aplikasi skripsi tidak pernah bisa diselesaikan oleh mahasiswa. Banyak alasan mengapa hal itu terjadi. Tapi saat ini kita tidak perlu mempermasalahkan alasan kegagalan tersebut, tapi mari kita mencari beberapa solusi untuk menaklukkan skripsi dengan baik.
Adapun beberapa trik dan tips untuk menaklukkan skripsi dengan dan berlaku untuk semua jurusan, adalah sebagai berikut :
a. Bangun Hubungan Yang Baik Dengan Sang Pencipta
Tuhanlah sumber ilmu pengetahuan itu, maka mintalah kepada-Nya setiap saat melalu doa. Hargailah orangtua mu, kerabat, sahabat dan semua orang yang ada disekitarmu. Mereka adalah anugerah yang diberikan Tuhan kepada mu, untuk bisa menikmati hidup di dunia ini.
b. Kenali Kemampuan Anda
Kesenangan atau hobi memberi jawaban apa kemampuan anda. Untuk anak Teknik Informatika yang hobi main game online, mungkin kemampuan anda sebenarnya di bagian Development game . Maka Skripsi anda bisa saja bertajuk game online. Untuk mahasiswa kedokteran yang suka melakukan perawatan kulit, mungkin kemampuan anda ada di bagian proses perawatan kulit. Bisa saja skripsi dan penelitian anda mengupas proses perawatan kulit yang dititikberatkan pada analisa gen, jaringan saraf atau indikator yang lain. Begitu juga untuk jurusan lain, cobalah berpikir sejenak. Saya mampu dan senang berbuat apa selama ini ?. Mungkinkah itu masa depan saya ?.
c. Kenali Kelemahan Anda
Tidak ada manusia yang dilahirkan sempurna, ya benar tidak ada manusia yang sempurna. Einstein sekalipun tidak. Kita masing masing memiliki kelemahan. Untuk mahasiswa Arsitektur mungkin kelemahan anda ada pada perhitungan matematika suatu desain. Jika itu kelemhan anda maka belajarlah 1000 kali lebih banyak daripada mereka yang ahli dibidang itu.
d. Kenali Jurusan Anda
Apakah anda benar-benar sudah mengenali jurusan anda, tujuan dan tembusan lulusan jurusan ada ke mana ?. Bagian ini juga perlu bagi teman-teman yang masih sekolah untuk mempertimbangkan jurusan yang anda pilih kelak. Tapi bagi kita yang sudah duduk di bangku kuliah sudah pahamkah kita jurusan kita itu ke arah mana ?. Untuk jurusan teknik elektro tentu tidak sejalan jika dia mengembangkan penelitian tentang desain batik.  Jurusan sospol tentu saja tidak sejalan jika dia mengembangkan proses pengobatan HIV/AIDS.
e. Kenali Speksifikasi Skripsi di Tempat Anda Kuliah
Di Indonesia terdapat ribuan perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Meskipun format skripsi sudah ada patokan dari DIKTI , tapi masing-masing perguruan tinggi masih memiliki ciri khas dan speksifikiasi skripsi yang berbeda. Baik dalam proposal penelitian, strategi penelitian , topik-topik peneltian dan masih banyak lagi. Tidak heran jika proposal penelitian yang tidak diterima di suatu perguruan tinggi malah bisa diterima sebagai proposal disertasi di perguruan tinggi yang lain.
f. Kenali Dosen Anda
Mengenali dosen dan kemampuan masing masing dosen tidak berarti kita cari perhatian sekaligus mengukur kemampuan dosen tersebut. Tapi hal ini saya maksudkan supaya mahasiswa dan dosen terbiasa berkomunikasi, sekaligus mahasiswa bisa menyeleksi dosen mana yang dianggap tepat menjadi dosen pembibimbing penelitiannya kelak. Dosen bisa secara tidak langsung mengenali kemampuan mahasiswa yang bersangkutan, sehingga proposal yang diajukan bisa dinilai dengan lebih cepat, tepat dan akurat. Tentu saja bisa langsung diterima.
g. Bertanya Lebih Banyak
Peribahasa lama ‘Malu bertanya sesat di jalan’. Meskipun terkesan kuno tapi kalimat tersebut mengingatkan kita betapa pentingnya bertanya. Di era perkembangan teknologi informasi, bertanya bisa dilakukan dengan mudah. Bertanya di dunia maya atau bertanya pada orang lain dapat dilakukan dengan mudah. Bertanyalah sekarang, tanyakan yang belum anda tahu. Tapi jangan pernah tanyakan yang tidak mau anda tahu.
h. Berbagi Lebih Banyak
Berbagi itu lebih baik daripada dipendam sendiri. Ilmu yang tidak dibagi tidak pernah bisa berkembang dengan baik. Jika anda membandingkan data yang anda download dengan data yang anda upload, mana yang lebih banyak ?. Pasti data yang didownload yang paling banyak. Hal ini jelas memberi gambaran bahwa kita masih tergolong kurang berbagi, tapi banyak berharap mendapat bagian dari mereka yang berbagi. Berbagi apa saja saya rasa perlu. Berbagi rasa senang atau duka keduanya bermanfaat. Paling tidak anda sudah berbagi pengalaman.
Mengapa anda tidak pernah share ide skripsi anda kepada dosen atau teman ?. Mungkin mereka bisa mengkoreksinya menjadi lebih baik.
i. Jangan Malu
Malu , itulah sifat manusia yang secara kodrati adalah salah satu bagian pemberian sang pencipta. Tapi saya rasa budaya malu karena melakukan suatu yang benar dengan cara yang salah tidak perlu dikembangkan. Lebih baik berbuat meskipun salah, daripada diam dan mati dengan persaan malu.  Lakukan terus penelitian mu, jangan pernah malu jika gagal. Dari semuanya itu, yang terpenting adalah mampukah anda berdiri setelah gagal ?. Maukah anda mencobanya lagi ?. Tidak malukah anda melakukannya lagi ?.
j. Jangan Malas
Penyakit yang satu ini banyak muncul setelah banyak fasilitas yang terletak disamping kita. Mahasiswa teknik Sipil sangat senang belajar merancang bangunan sebelum memiliki laptop sendiri. Setiap hari masuk laboratorium, nebeng di laptop teman dan masih banyak lagi. Tapi setelah memiliki laptop , hal lainlah yang terjadi. Kemalasan datang tiba tiba. Banyak tugas yang diabaikan . Mampukah kita melakukannya dengan rajin meskipun sangat membosankan ?.
Kurangi jam tidur anda dan belajarlah lebih rajin lagi.
k. Bersiaplah dari Sekarang
Mengapa harus menunggu semester 7 atau semester 8 baru mencari judul penelitian ?. Mulailah sekarang, dan bersiapalh untuk menyelesaikannya.
Untuk teman – teman kaum muda Indonesia dan pembaca, semoga artikel yang masih jauh dari kesempuranaan ini bisa bermanfaat. Salam sukses dan jadilah sarjana yang benar - benar sarjana.
Arozisokhi Zebua | Yogyakarta 10 Oktober 2012
http://muda.kompasiana.com