Rabu, 25 April 2012

Irwandi Memohon Agar Pilkada Diulang Tanpa Zaini-Muzakir

Mahkamah Konstitusi pada Kamis pagi menggelar sidang perdana gugatan pelanggaran Pilkada Aceh, pada 9 April 2012. Kuasa hukum pihak Irwandi Yusuf - Muhyan Yunan, Andi Muhammad Asrun membacakan catatan 27 pelanggaran pilkada berupa intimidasi dan teror yang dikatakan dilakukan oleh kader Partai Aceh, simpatisan serta anggota tim sukses Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf.
“Seharusnya penyelenggara (pemilu) itu taat azas sesuai UU No 32 Tahun 2004, dan sejak awal pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh ini sarat dengan pelanggaran-pelanggaran yang sifatnya terstruktur dan massif, terutama ditujukan untuk menghentikan langkah pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan, yang bergerak dari jalur independent, untuk periode 2012-2017,” demikian isi permohonan yang dibacakan Andi Muhammad Asrun.
"Intimidasi dalam kurun waktu sebulan dan menjelang pilkada antara lain, antara lain terhadap pekerja kebun yang diancam akan diusir jika tidak memilih pasangan ZIKIR, juga perusakan mobil operasional tim sukses Irwandi-Muhyan," katanya.

Kata Andi, intimidasi ini tetap berlanjut di hari pencoblosan, kata Andi. "Misalnya di kabupaten Kembang Tanjong, Pidie, ketika petugas pemilihan akan mengangkut kotak suara," katanya. “Praktik-praktik kekerasan dan teror nampaknya diulang pada era pasca MoU Helsinki dan memberikan warna buruk pada pesta demokrasi di Aceh."

Maka, kuasa hukum pemohon meminta KIP Aceh melalukan pemilihan ulang paling lambat tiga bulan setelah hari pilkada dilaksanakan, tanpa mengikutsertakan pasangan kandidat nomor lima (Zaini Abdullah - Muzakir Manaf). Irwandi-Muhyan adalah pasangan bernomor urut dua (2) yang kalah suara dari Zaini - Muzakir dalam Pilkada Aceh 2012.

Kuasa hukum ZIKIR, Mahendradatta, meminta waktu untuk menjawab surat dakwaan tersebut. Sidang dilanjutkan pada Jumat, 27 April 2012, dengan agenda mendengarkan keterangan Kapolda Aceh atau dari bagian Reserse dan Kriminal (Reskrim) serta Panwas Provinsi Aceh.
Ketua MK Machfud MD mengizinkan penggunaan video conference oleh pihak Irwandi-Muhyan, karena lokasi tempat tinggal para saksi yang banyak dan berjauhan, sehingga harus dibawa ke Banda Aceh

 http://atjehpost.com

Minggu, 22 April 2012

Surya Paloh: Selamat Untuk Partai Aceh

Bos Media Group, Surya Paloh, mengucapkan Selamat kepada Partai Aceh yang sudah memenangkan Pilkada di Aceh sehingga Dr Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf terpilih secara demokrasi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Surya Paloh ketika bertemu petinggi Partai Aceh di Hotel Saripan Pacific, Jakarta, Minggu 22 April 2012.

"Adanya gugatan dari kandidat yang kalah dalam pilkada gubernur, tidak terlalu esensi untuk mempengaruhi hasil pilkada. Kita tunggu saja jadwal pelantikan," katanya.

Dengan menggunakan pakaian biru dan celana jeans biru bertopi koboi, Surya Paloh berpesan kepada pengurus Partai Aceh untuk melakukan konsolidasi kekuatan dalam membangun Aceh.

"Kita tidak perlu berperang dengan sesama orang Aceh, tapi saatnya berperang dengan dunia baik secara ekonomi, sosial dan budaya. Jangan berpikir untuk melihat kejelekan orang lain, itu hanya membuang energi saja. Aceh membutuhkan energi positif untuk mempercepat membuat aceh yang lebih maju," ujarnya.

Surya Paloh juga berpesan agar Aceh menjadi contoh pelaksanaan syariat Islam yang modernis dan maju seperti di Dubai.

Sumber: atjehpost.com

Sabtu, 21 April 2012

Nama nama malaikat yang wajib kita ketahui


                    NAMA-NAMA MALAIKAT YANG WAJIB KITA KETAHUI


1. Malaikat Jibril bertugas menyampaikan wahyu dari Allah SWT.
2. Malaikat Isrofil bertugas meniup sangkakala penanda hari kiamat telah tiba.
3. Malaikat Izroil bertugas mencabut nyawa.
4. Malaikat Rokib bertugas memcatat segala perbuatan amal baik atau kebajikan seseorang.
5. Malaikat Atit bertugas mencatat segala perbuatan buruk, bejat dan dosa seseorang.
6. Malaikat Mungkar bertugas menanyakan seseorang di alam kubur tentang segala perbuatannya selama hidup di dunia.
7. Malaikat Nakir bertugas menanyakan seseorang di alam kubur tentang segala perbuatannya selama hidup di dunia. Sama dengan job desc malaikat Munkar
8. Malaikat Mikail bertugas memberikan dan menyampaikan rejeki / rizki.
9. Malaikat Malik bertugas menjaga pintu surga
10. Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu neraka
Rukun Islam ada lima :
(1) Mengucap dua kalimah syahadat
(2) Shalat lima waktu
(3) Menunaikan zakat
(4) Berpuasa sebulan dalam bulan Ramadhan 
(5) Menunaikan haji ke Baitullah (Makkah)
Bila mampu 
Rukun Iman ada enam :
(1) Beriman kepada ALLAH SWT
(2) Beriman kepada Malaikat-malaikat
(3) Beriman kepada Kitab-kitab
(4) Beriman kepada Rasul-rasul
(5) Beriman kepada Hari Kiamat
(6) Beriman kepada Qada dan Qadar


Rabu, 18 April 2012

Beasiswa Pemerintah Aceh 2012

Dalam rangka meningkatkan SDM Aceh, Pemerintah Aceh kembali menyediakan sejumlah beasiswa Tahun Anggaran 2012. 

Program beasiswa ini terbuka untuk orang Aceh yang PNS dan non PNS dalam wilayah Aceh. Berikut ini, syarat dan ketentuan serta bidang-bidang yang diprioritaskan. klik di sini




Editor : arif

Aceh Masuki Era Kekuasaan Partai

Hasil pemilihan kepala daerah di 17 kabupaten/kota plus provinsi Aceh, diprediksi akan melahirkan satu iklim pemerintah yang ‘solid’, karena  kepala pemerintahan dipegang oleh calon yang diusung partai politik pemenang pemilu, terutama Partai Aceh yang mendominasi di sejumlah daerah. Namun, fakta itu juga akan diwarnai dengan hegemoni kekuasaan partai politik, sekaligus berakhirnya masa keemasan para calon perseorangan yang sempat mendominasi pada Pilkada 2006 lalu.

“Kondisi ini akan memberi satu nilai positif dimana akan mengurangi pertentangan antara eksekutif dan legislatif,” kata pengamat politik dari Aceh Institute, Fajran Zain, di Banda Aceh, Selasa (17/4)

Ia dimintai pendapatnya terhadap pengumuman KIP Aceh tentang hasil pilkada 2012 Aceh. Data diperoleh Serambi (,  menunjukkan, dari 11 kabupaten/kota yang sudah menuntaskan pilkada dalam satu putaran, dimenangi oleh pasangan calon yang diusung partai politik.

Satu-satunya calon perseorangan yang punya peluang besar memenangi pilkada adalah H Asib Amin/Drs H Djasmi Has MM di Pilkada Kabupaten Nagan Raya. Pasangan ini mampu meraup suara 23.394 suara (27,45%) menyaingi calon incumbent yang didukung parpol HT Zulkarnaini-HM Jamin Idham dengan suara 24.500 suara (28,75%).

Fajran Zain menilai, pucuk kekuasaan yang dikendali oleh kader partai politik, untuk gubernur maupun kabupaten/kota, dapat memberi akses yang lebih besar bagi eksekutif untuk meningkatkan kinerjanya, karena didukung penuh oleh kekuatan legislatif. Seperti halnya di DPRA, Partai Aceh menguasai 37 kursi dari 69 kursi di dewan pada pemilu legislatif 2009.

Namun Fajran mengingatkan besarnya dukungan legislatif untuk orang-orang yang sudah menjadi kepala daerah jangan sampai membuat mereka di pemerintahan menjadi eksklusif.

“Artinya jangan sampai ada hegemoni kekuasaan yang eksklusif dan hanya berpikir ke dalam. Tapi sebaliknya kendali pemerintahan yang dijalankan harus inklusif dan terbuka keluar,” ujar mahsiswa program doktor  Australian National University ini.

Menurutnya kemenangan pasangan dr Zaini Abdullah-Muzakir Manaf dalam pilkada gubernur yang diusung PA harus memberi perubahan kondisi Aceh lebih baik. Salah satu alternatif yang bisa ditempuh yakni dengan melakukan rekonsiliasi politik dengan merangkul para kandidat lainnya yang kalah untuk bersama-sama bersatu membangun Aceh. “Ini penting jangan sampai muncul kelompok loyalis untuk mempertahankan kekuasaannya,” ujarnya.

Menurut Fajran dengan kemenangan calon kepala daerah dari partai mengindikasikan bahwa partai politik di Aceh mulai membangun hegemoni kekuasaannya (establish) dalam pemerintah seperti masa jayanya era Partai Golkar silam di Indonesia.

“Tapi bukan berarti jalur independen tidak dipilih rakyat. Tapi memang untuk jalur independen setidaknya dibutuhkan variabel lain agar bisa mendapat dukungan yakni faktor ketokohan individual yang sangat menentukan,” jelasnya.

Fajran juga memberi apresiasi terhadap kemenangan Irwandi-Muhyan yang meraup suara lebih 27 persen di tengah saingan berat calon yang didukung PA. Apresiasi yang sama juga dilontarkan kepada pasangan calon bupati/wakil bupati Nagan Raya H Asib Amin-Drs H Djasmi Has MM di Nagan Raya. “Ini sebuah angka yang luar biasa bagi para calon independen bisa bersaing dengan calon dari parpol,” ungkapnya.(sar) 


 http://aceh.tribunnews.com

Zikir Resmi Pimpin Aceh

Pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf akhirnya keluar sebagai pemenang Pemilukada Aceh yang digelar serentak di 23 kabupaten/kota di Aceh pada 9 April lalu.

Komisi Independen (KIP) Aceh menetapkan pasangan dari Partai Aceh ini sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih periode 2012-2017 dalam rapat pleno terbuka di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) di Kota Banda Aceh, Selasa (17/4/2012).

“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, hasil rekapitulasi ini dinyatakan sah,” kata Wakil Ketua KIP Aceh, Ilham Saputra, diiringi ketokan palu dua kali. Para hadirin yang hadir dari berbagai unsur ikut tepuk tangan.

Hasil rekapitulasi final Zaini-Muzakir ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak dengan meraup 1.327.695 suara atau mengumpulkan 55,75 persen dukungan. Pasangan ini sekaligus ditetapkan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh definitif.

Zaini adalah mantan Menteri Luar Negeri dalam struktur Gerakan Aceh Merdeka (GAM), sedangkan pasangannya Muzakir Manaf merupakan mantan Panglima GAM yang juga Ketua Umum Partai Aceh.

Sementara itu, di posisi kedua bertengger pasangan Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan. Pasangan jalur independen yang menjadi pesaing berat Partai Aceh ini mampu mengumpulkan 694.515 suara atau 29,18 persen.

Di peringkat ketiga, pasangan Muhammad Nazar-Nova Iriansyah yang diusung Partai Demokrat, PPP, dan Partai SIRA meraih 182.876 suara atau 7,65 persen.

Kemudian Darni M Daud-Ahmad Fauzi meraup 96.767 dukungan atau 4,07 persen. Di posisi juru kunci, pasangan ulama kharismatik Teungku Ahmad Tajuddin-Teuku Suriansyah dengan 79.330 dukungan atau 3,33 persen.

Menurut Ilham, total suara dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh adalah 2.457.196. Sebanyak 2.380.386 suara sah dan 76.810 tidak sah.

Setelah dinyatakan sah, sidang dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara rekapitulasi terhadap hasil Pemilukada.

Sabtu, 14 April 2012

Tak Perlu Malu Melakukan 4 Hal Ini di Depan Kekasih

Sejauh apa Anda merasa nyaman dengan kekasih? Jika Anda tak sungkan marah-marah kepadanya atau menangis tersedu-sedu di pelukan si dia, itu merupakan beberapa tanda kalau Anda sudah cukup nyaman dengan hubungan.

Dalam hubungan asmara, memang sudah seharusnya bersikap jujur dan apa adanya agar pasangan bisa saling memahami pribadi masing-masing. Saat bersama kekasih, ini empat hal Anda tidak perlu sungkan untuk melakukannya, seperti dikutip dari All Women Stalk.

1. Marah Kepadanya

Anda tidak perlu takut memperlihatkan rasa marah saat kekasih membuat kesal. Banyak wanita yang enggan mengangkat permasalahan yang mengganggu pikirannya karena takut kekasih akan berkata, "Kamu bertingkah laku seperti drama queen" atau malah bersikap defensif dengan langsung pergi. Tak perlu takut, memendam rasa marah atau tidak mengekspresikan emosi justru akan membuat jarak antara Anda dan kekasih semakin jauh.

2. Marah Kepada Orang Lain di Depan Kekasih

Tak perlu terlalu menjaga imej di depan pasangan, jika ada seseorang yang membuat Anda kesal ungkapkan saja. Misalnya komplain kepada pelayan yang lama mengantarkan makanan, marah karena teman bersikap menyebalkan, atau bahkan mengeluarkan sumpah serapah kepada pria yang bersikap kurang ajar. Tahukah Anda, bertindak sedikit 'gila' di waktu yang tepat bisa membuat hubungan asmara lebih sehat. Karena si dia jadi tahu sifat Anda yang sebenarnya dan dia pun suka mempunyai pacar yang bisa bersikap apa adanya, tanpa ditutupi.

3. Menangis

Wanita kerap dicap para pria sebagai makhluk yang terlalu emosional. Faktanya, memang benar, wanita memang lebih bisa mengungkapkan perasaannya daripada pria dan itu bukanlah sebuah masalah. Ketika ada masalah baik karena si dia atau masalah lain, Anda boleh kok menangis di hadapannya. Tak perlu takut akan membuat dia tidak nyaman, justru dia akan merasa seperti 'pria yang sesungguhnya' saat Anda merebahkan kepala ke pundaknya atau menangis di pelukannya.

4. Tampil Polos Tanpa Make-up

Tanpa memberitahu sebelumnya, sang pacar tiba-tiba main ke rumah sedangkan Anda baru saja bangun tidur siang. Atau, dia datang ke tempat Anda biasa latihan tennis ketika tubuh sedang berpeluh keringat dan rambut acak-acakan. Jika biasanya wanita akan panik ketika pacar 'memergoki' mereka tampil tanpa make-up, kali ini tidak perlu. Biarkan si dia melihat wajah Anda apa adanya. Tahu kekasihnya tidak malu berada di dekatnya walaupun tanpa make-up, akan membuat pria merasa Anda telah mengizinkannya masuk sedikit ke 'ruang pribadi'. Itu merupakan hal yang positif.
|Sumber: wolipop

Jumat, 13 April 2012

Salmawati,Istrinya Muzakir Manaf (MUALEM)

BADANNYA mungil. Usianya 33 tahun. Senin, 9 April 2012, ia datang ke lokasi pemungutan suara di terminal Panton Labu, Aceh Utara. Senyumnya terkembang. Di sampingnya, duduk seorang lelaki berperawakan tinggi besar bernama Muzakir Manaf.

Salmawati, perempuan itu, ikut mencoblos bersama Muzakir Manaf di TPS terminal Panton Labu. Wanita asal Desa Lampoh U, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara itu adalah istrinya Muzakir yang biasa disapa Mualem.
Disunting Mualem beberapa tahun lalu, wanita berkulit putih lulusan itu sehari-hari bekerja sebagai karyawan di PLN Cabang Lhokseumawe.

Ditemui The Atjeh Post kala beristirahat di kampung halaman Mualem di Desa Mane Kawan, Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara, Salma terlihat ramah. Tutur katanya halus dan terdengar santun. Senyum tak henti mengembang dari bibirnya.
“Saya dan Mualem masih ada hubungan keluarga. Beliau sosok yang amat sangat saya kagumi. Selain selalu bersikap adil dan tegas, Mualem juga sangat humoris,” ujar Salmawati yang kerap disapa ‘Bunda’ itu.
Ditanya tentang kesiapannya dalam mendampingi Mualem, jika nantinya berhasil menduduki kursi orang kedua di Aceh, Salma menjawab,“Saya sangat siap untuk mendampingi beliau. Di saat duka saja saya bersedia, apalagi di saat suka,” ujarnya tertawa kecil.

“Jika nantinya Mualem dipercayakan untuk memimpin Aceh, saya ingin menjadikan wanita Aceh sebagai pribadi yang cerdas, mandiri, kreatif, berani tampil dan tentunya muslimah dan tetap berpegang pada ajaran Islam. Mengingat Aceh merupakan negeri syariat Islam,” kata Salma.
“Keinginan itu muncul setelah mendengar banyaknya anggapan/pandangan dari masyarakat tertentu, yang mengatakan bahwa wanita dari KPA/PA tidak berwawasan dan hanya bisa bergaya.”
Salma menambahkan, sejak empat tahun lalu ia menjadi Pembina di Lembaga Srikandi Lhokseumawe yang berpusat di Islamic Center. Bahkan kini telah berkembang ke Takengon, Kutacane, dan Blang Keujeren.

“Untuk Lembaga Srikandi di daerah lain, kita sengaja kembangkan di masing-masing daerah. Saya hanya bertugas mengawasi dan membina jika memang ada hal yang dibutuhkan,” ujarnya.
Intinya, kata Salma, ia ingin menjadikan wanita Aceh seperti pada masa terdahulu.
“Emansipasi wanita itu selalu ada. Satu lagi, untuk menjadi anggota dalam Srikandi, tidaklah harus dari Inoeng Balee. Siapa pun boleh bergabung, dari kalangan mana juga tidak terbatas,” ujarnya.




 http://atjehpost.com

Darni Dicopot, Pema Unsyiah Pertanyakan Keabsahan Ijazah

Pemerintah Mahasiswa Universitas Syiah Kuala mempertanyakan keabsahan ijazah mahasiswa Unsyiah yang ditandatangani Darni Daud setelah keluarnya surat pemberhentian Darni dari jabatan Rektor Unsyiah.
"Surat pemberhentian Darni Daud dari Mendiknas telah keluar pada 2 Januari lalu, namun pada Februari yang bersangkutan mewisuda ribuan sarjana. Ini yang menjadi pertanyaan sekarang," kata Wakil Presiden Mahasiswa Unsyiah Heri Tamlika dalam siaran pers, Jumat, 13 April 2012.

Seperti diketahui, setelah Darni Daud mencalonkan diri sebagai calon gubernur dalam Pilkada Aceh, yang bersangkutan harus menanggalkan jabatan rektornya. Menteri Pendidikan kemudian mengeluarkan SK Nomor 137/MPK.A4/KP/2012 yang memberhentikan Darni  terhitung sejak 2 Januari lalu.
"Ini yang kami pertanyakan, bagimana mungkin Rektor yang telah diberhentikan masih mewisuda dan menandatangani ijazah wisudawan pada Februari lalu," kata Heri.
Menurut Heri, tindakan Darni membuat para mahasiswa kecewa. "Rektor yang kami hormati selama ini ternyata telah melakukan pembohongan publik dan terkesan haus kekuasaan dengan masih saja menjalankan aktivitasnya di rektorat sekalipun ia telah diberhentikan karena sebab mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di Aceh," ujarnya.

Karena itu, kata Hery, pihaknya meminta pihak rektorat memperjelas keabsahan mahasiswa-mahasiswa yang diwisudakan pada Februari 2012 lalu untuk kebaikan bersama.
Sementara itu, The Atjeh Post yang mencoba menghubungi Darni Daud lewat telepon selularnya, tidak diangkat meski telepon telah tersambung.



 http://atjehpost.com

Abdul Musawir Pemain Persiraja Dipanggil Perkuat Timnas

Pemain Persiraja Abdul Musawir termasuk salah satu dari 45 pemain yang berlaga di kompetisi IPL dan ISL yang dipanggil PSSI untuk ikut seleksi memperkuat tim nasional Indonesia.
Untuk persiapan SEA Games 2013, PSSI juga memanggil 37 nama dengan 17 di antaranya merupakan pemain yang klubnya berkompetisi di ISL.
Sedangkan untuk timnas senior, dari 45 pemain yang dipanggil, sebanyak 12 pemain masih terdaftar dalam skuad klub-klub ISL.
Penanggung Jawab Timnas Indonesia, Benhard Limbong mengatakan seluruh nama yang terpilih tersebut merupakan pilihan pelatih. Dan selayaknya proses seleksi, nantinya akan ada beberapa nama yang akan tercoret.
"Boleh hari ini islah tidak diskriminasi, tetapi ini nama sementara masih terbuka perubahan atas usulan-usalan yang masuk," papar dia," kata Limbong  di Kantor PSSI Jumat (13/4/2012).
Limbong mengatakan, pemanggilan pemain IPL dan ISL merupakan bagian dari rekonsiliasi di tubuh PSSI. Untuk skuad yang akan berlaga di SEA Games dan timnas senior, total 29 pemain ISL dipanggil kembali.
"Ini bagian dari rekonsiliasi dan bukan isapan jempol. Dalam rekonsiliasi tidak ada kotak-kotakan. IPL dan ISL sudah kita akui jadi kami panggil semua," ujarnya.

Selain pemain ISL dan IPL, PSSI juga memanggil beberapa talenta 'Merah Putih' yang kini merumput di luar negeri. Nama-nama seperti Syamsil Alam (Visse, Belgia), Moh. Zainal Haq (Visse, Belgia) dan Toni Cussel (Belanda) akan jadi bagian dari skuad Garuda Muda.
Untuk timnas U-23, PSSI telah menunjuk Aji Santoso sebagai pelatih. Widodo Cahyo Putro didaulat menjadi asistennya. Sedangkan untuk timnas senior, PSSI menempatkan Nil Maizar sebagai pelatih dengan Fabio Aliviera sebagai asisten.

Timnas U-23 disiapkan menjalani pertandingan melawan Inter Milan pada 24 Mei. Klub asal Serie A Italia itu akan menjalani dua pertandingan eksebisi. Dua hari kemudian Diego Milito dkk melawan tmnas senior. Sebelum melawan Inter, timnas senior akan terjun dalam turnamen di Palestina.
"Kami akan lakukan koordinasi dengan klub ISL dan regulator kompetisinya, PT Liga Indonesia," ujar Limbong. "Setelah ini akan kami kirim surat panggilan sekaligus pemberitahuan kepada klubnya," lanjut jenderal TNI bintang satu itu.
Bagaimana jika pemain tetap tidak mau gabung timnas, apakah ada sanksi?
"Gak apa-apa gak ikut. Namanya juga rekonsiliasi, wajar itu. Artinya memang masih ada masalah. Soal sanksi, saya serahkan kepada kebijakan organisasi terutama di Komisi Disiplin," ujar anggota Exco Bob Hippy.
Berikut daftar nama-nama pemain yang mengikuti Sea Games Myanmar 2013.

IPL (20 pemain)
1. Dio Pernama (Persema Malang)
2. Mustaib Billah (Persekat Katingan Palangkaraya)
3. Ilhamur Irhaz (Persekat Katingan Palangkaraya)
4. Aji Saka (Arema Malang)
5. M. Ridwan (Bontang FC)
6. Aditya Putra Dewa (PSM Makassar)
7. Rasul Zainuddin (PSM Makassar)
8. Muhammad Azwar (PSM Makassar)
9. Rasyid (PSM Makassar)
10. Kurniawan (PSM Makassar)
11. Andik Vermansyah (Persebaya)
12. Dany Saputra (Persidikap Kab. Kediri)
13. Muhammad Chairul Rifan (Arema Malang)
14. Latif (Perijap Jepara)
15. Sigit Meiko Susanto (Persibo Bojonegoro)
16. Muhammad Hargianto (Rajawali Muda Jakarta)
17. Candra (PS Kerinci)
18. Mukaram Ghozali (Pro Duta)
19. Rahmat Hidayat (Pro Duta)
20. Diego Michiels (Persija Jakarta)

ISL (17 pemain)
21. Kurnia Mega (Arema Malang)
22. Hendro Siswanto (Arema Malang)
23. Sunarto ( Arema Malang)
24. Muhammd Alfarizi (Arema Malang)
25. Andritani (Persija Jakarta)
26. Ramdani Lestahulu (Persija Jakarta)
27. Rudy Setiawan (Persija Jakarta)
28. Delton (Persija Jakarta)
29. Tomas (Persebaya)
30. Fernando Ferry Pahabol (Persidafon Dafonsoro)
31. Okto Maniani (Persiram Raja Ampat)
32. David Laly (Persipura Jayapura)
33. Septia Hadi (Sriwijaya FC)
34. Egi Melgiansyah (Pelita Jaya FC)
35. Joko Sasongko (Pelita Jaya FC)
36. Rosi (Sumbawa Barat)
37. Sadam (Sumbawa Barat).


Timnas Senior untuk Turnamen di Palestina

Pemain di luar Indonesia (9 pemain)
1. Syafarrizal Mursalim Agri ( Al Khor, Qatar)
2. Syamsil Alam (Visse, Belgia)
3. Moh. Zainal Haq (Visse, Belgia)
4. Toni Cussel (Belanda)
5. Stefano Lilipaly (Utrecht, Belanda)
6. Yandi Sofyan (Visse, Belgia)
7. Yericho Cristiantoko (Visse, Belgia)
8. Alfin Tuasalamony (Visse, Belgia)
9. Arthur Irawan (Espanyol B)

ISL (12 pemain)
10. Ferry Rotinsulu (Sriwijaya FC)
11. Zulkifli Syukur (Persib Bandung)
12. Richardo Salampessy (Persipura Jayapura)
13. Nasuha (Persib Bandung)
14. M. Ilham (Persib Bandung)
15. Firmna Utina (Sriwijaya FC)
16. Ahmad Bustomi (Mitra Kukar)
17. M. Ridwan (Sriwijaya FC)
18. Patrich Wanggai (Persidafon Dafonsoro)
19. Bambang Pamungkas (Persija Jakarta)
20. Boas Salossa (Persipura Jayapura)
21. Titus Bonai (Persipura Jayapura)

IPL (24 pemain)
22. Danan Withamoko (Persijap Jepara)
23. Jandia Eka Putra (Semen Padang)
24. Hendra Prasetya (Persebaya)
25. Hengki Ardiles (Semen Padang)
26. Abdul Rahman (Semen Padang)
27. Gunawan Dwi Cahyo (Arema IPL)
28. Kim Jeffry Kurniawan (Persema Malang)
29. Hendra Adi Bayauw (Persija IPL)
30. Syamsul Chaerudin (PSM Makassar)
31. Vendry Mofu (Semen Padang)
32. M. Nur Iskandar (Persibo Bojonegoro)
33. Ferdinan Alferd Sinaga (Semen Padang)
34. Hamdi Ramdhan (Persija IPL)
35. Wahyu Wijiastanto (Persiba Bantul)
36. Samsul Arif Munip (Persibo Bojonegoro)
37. Taufiq (Persebaya)
38. Legimin Raharjo (Arema Malang)
39. Musawir (Persiraja Banda Aceh)
40. Yosua Pahabol (Semen Padang)
41. Jecky Pasarella (PSMS Medan)
42. Rendi Irawan (Persebaya)
43. Jajang Paliama (Persibo Bojonegoro)
44. Satrio Syam (PSM Makassar)
45. Irfan Bachdim (Persema Malang)



sumber: detik.com

Bocah 9 Tahun Ini Calon Miliarder Baru

Seorang bocah berusia 9 tahun berasal dari kota sebelah timur Los Angeles, Amerika Serikat, Caine Monroy, diramalkan bakal menjadi seorang miliarder dalam 30 tahun mendatang.
Bocah yang sehari-hari menghabiskan waktunya di toko aksesoris mobil ini sudah mulai merintis bisnis yang terbilang cukup unik, namun mendatangkan uang. Dia membuat alat permainan, layaknya tempat permainan di pusat perbelanjaan, hanya dengan mengandalkan kardus bekas barang-barang ayahnya.

Seperti Yang diberitakan surat kabar lokal Los Angeles, Amerika Serikat, Jumat, 13 April 2012, Caine menyusun sejumlah tumpukan kardus untuk dijadikan aneka permainan. Mulai dari lempar basket, hingga pemancing boneka. Semuanya dibuat hanya dengan menggunakan bahan kardus.
Mencontek sistem permainan yang banyak ditemukan di pusat perbelanjaan, Caine mengenakan tarif untuk setiap pelanggan yang akan bermain alat permainannya tersebut.


George, ayah Caine, mengatakan, ketika pertama kali membuka bisnis Caine Arcade, tak ada satu pun pelanggan yang mau bermain alat permainannya tersebut. Hingga suatu hari, salah seorang pengunjung, Nirvan, datang dan memainkan bisnisnya tersebut. Di sinilah bisnis Caine mulai mendapat perhatian masyarakat sekitar LA.
Nirvan berinisiatif untuk membuat film mengenai bisnis Caine tersebut sekaligus membantu memasarkan permainan tersebut melalui media sosial. Langkahnya itu terbukti menjadi alat publikasi paling ampuh.


Video yang diunggah di youtube pun telah dilihat lebih dari 1 juta orang di seluruh dunia. Sementara itu, di twitter dengan topik Caine's Arcade pernah menjadi topik paling tren di AS.
Tak berhenti di situ, sebuah stasiun televisi AS, NBC, sengaja meluangkan waktu untuk memberitakan bisnis bocah calon miliarder ini.Ide kreatif Caine's Arcade dan kekuatan sosial media telah membantu Caine membangun kerajaan bisnisnya. Sumbangan sebesar US$100 ribu, setara Rp900 juta pun telah diberikan donatur untuk membantu biaya sekolah Caine.
Melihat kegigihan bisnis yang dirintis Caine, Forbes tak ragu memprediksikan bahwa bocah yang merancang sendiri seragam kerjanya itu suatu saat bakal menjadi seorang miliarder.


 http://aceh.tribunnews.com

Kamis, 12 April 2012

Sejarah Partai Aceh

Perang 30 tahun yang disusul oleh gempa bumi dan tsunami, Aceh mengalami banyak kesulitan pada masa itu dengan kehilangan segala-galanya. Semuanya dimulai dengan MOU Helsinki yang ditanda-tangani pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2005 atas nama Pemerintah Republik Indonesia Hamid Awaluddin Menteri Hukum dan HAM, dan juga atas nama Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka Malik Mahmud.

Setelah MoU Helsinki ditandatangani, dengan serta merta keadaan aman dan damai terwujud di Aceh. Berdasarkan point 1.2.1 MoU Helsinki yaitu: “Sesegera mungkin tidak lebih dari satu tahun sejak penandatanganan Nota Kesepahaman ini, Pemerintah RI menyepakati dan akan memfasilitasi pembentukkan partai-partai politik yang berbasis di Aceh yang memenuhi persyaratan nasional”.

Atas dasar inilah masyarakat Aceh tidak mau kehilangan masa depan mereka yang demokratis, adil dan bermartabat di bawah payung kepastian hukum dengan perumusan ekonomi yang memihak kepada rakyat Aceh secara khusus dan seluruh tanah air secara umum. Para pihak bertekat untuk menciptakan kondisi sehingga pemerintah rakyat Aceh dapat diwujudkan melalui suatu proses yang demokratis dan adil dalam negara kesatuan dan konstitusi Republik Indonesia.
 
Untuk menjamin perdamaian yang hakiki dan bermartabat serta dapat membangun masa depan Aceh dan mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah melalui proses demokrasi dengan partai politik lokal berdasarkan perjanjian Memorendum of Understanding (MoU) Helsinki.

Pimpinan Politik Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Malik Mahmud memberikan surat mandat kepada Tgk Yahya Mu’ad, SH atau disebut juga Muhammad Yahya Mu’ad, SH untuk terbentuknya partai politik lokal (Partai GAM) pada tanggal 19 Februari 2007. Partai GAM berdiri dengan akta notaris H. Nasrullah, SH akta notaris 07 pada tanggal 07 Juni 2007 dengan pendaftaran Kanwilkum dan HAM dengan nomor : WI.UM. 08 06-01.

Kantor sekretariat pertama Dewan Pimpinan Aceh Partai GAM berada pada jalan Tgk. Imuem Lueng Bata No. 48 Banda Aceh. Walaupun secara undang-undang peraturan pemerintah secara masalah bintang bulan tidak bertentangan, pemerintah pusat melihat tidak sesuai dengan kebijakan pemerintah. Bersamaan dengan itu, maka lahirlah Peraturan Pemerintah nomor 77 tahun 2007 tentang lambang Partai yang seharusnya ada.

Pada surat KANWILDEPKUM dan HAM Aceh menyatakan bahwa untuk Partai GAM harus ada kepanjangan atau akronim dan dipindahkan bulan bintang. Jika tidak diubah, maka tidak boleh diverifikasi untuk sah sebagai badan hukum oleh Kakanwil Hukum dan HAM Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Sebab itulah Partai GAM berubah dan mempunyai kepanjangan Partai Gerakan Aceh Mandiri (GAM), dan juga diverifikasikan oleh Kakanwil Hukum dan HAM pada tanggal 3 sampai dengan 24 April 2008.

Kemudian atas dasar persyaratan nasional tertulis dalam poin 1.2.1 MoU Helsinki, dengan kebijakan Pemerintah agar tidak menggunakan nama GAM. Sebab itulah pihak Kanwilkum dan HAM menyurati Partai Gerakan Aceh Mandiri untuk merubah lagi namanya.

Pada tanggal 6 s/d 7 April 2008 diadakan rapat antara Republik Indonesia (RI) dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) serta CMI yang difasilitasi oleh IPI Interpeace di Jakarta. Kemudian pada tanggal 8 April 2008, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dengan Meuntroe Malik Mahmud membuat kepastian hukum untuk berdirinya Partai Aceh. Setelah itu rekrutmen calon legislatif dari Partai Aceh terus dilakukan dalam reformasi demokrasi di Aceh.

Seterusnya Partai Aceh mengadakan kampanye dengan mengutamakan implementasi MoU Helsinki dan Pimpinan Partai Aceh tidak ada yang mencalonkan dirinya sebagai calon legislatif. Dengan itu Partai Aceh berkomitmen untuk membangun Aceh secara khusus dan membangun Indonesia secara umum serta menjaga kesatuan dan persatuan seluruh tanah air.

Sekretaris Jenderal

Muhammad Yahya

Jumat, 06 April 2012

Ketemu Etnis Tionghoa, Apa yang Dibicarakan Zaini-Muzakir?

BANDA ACEH - Usai acara debat kandidat dan makan malam di Hotel Hermes, Banda Aceh, calon gubernur-wakil gubernur dari Partai Aceh, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf, bertemu beberapa tokoh masyarakat etnis Tionghoa di Banda Aceh, Kamis 5 April 2012.

Dalam pertemuan itu Zaini Abdullah angkat bicara soal banyak hal. Pertama yang dibicarakan Zaini ialah soal moral masyarakat yang menurutnya sangat memprihatinkan.
Zaini mencontohkan untuk menjadi pegawai negeri masyarakat harus menjual tanah untuk menyogok. “Itu tabiat atau moral yang sangat jelek, di luar negeri tidak ada itu,” ujar Zaini.

Menurut dia, antusiasme masyarakat yang tinggi untuk menjadi pegawai negeri diakibatkan sedikitnya lapangan kerja yang tersedia. "Sehingga masyarakat seperti tidak punya pilihan."
Zaini juga sempat menyinggung tentang jalur independen yang menurut dia tidak perlu karena sudah ada partai lokal di Aceh. “Mestinya yang bertarung adalah partai nasional dan partai lokal,” kata Zaini.

Kesalahan itu, kata dia, hanya terjadi di Aceh. Zaini juga menyayangkan bahwa masyarakat yang hidup di negara hukum justru tidak mendapatkan kepastian hukum. "Sebab ketetapan tentang jalur independen datang sesudah turun ketentuan dari Mahkamah Konstitusi."
Lebih jauh Zaini menjelaskan bahwa tidak ada sinkronisasi antara eksekutif dan legislatif bila eksekutif terpilih berasal dari jalur independen. “Sebab jalur independen tidak ada kursi di DPRD, sehingga roda pemerintahan akan terhambat.



 http://atjehpost.com

‘Si Mata Biru’ Orang Aceh Keturunan Portugis

TSUNAMI yang menggulung Aceh, 26 Desember 2004, merenggut lebih dari 100 ribu orang, hanya di Serambi Mekah. Juga nyaris membuat punah ‘si Mata Biru’, penduduk Aceh keturunan Portugis. Desa-desa mereka tersapu dahsyatnya gelombang gergasi.
Sudah lama Lamno, ibu kota Kecamatan Jaya, populer karena sebagian penduduknya tak seperti warga Aceh kebanyakan. Meski dari kampung, fisik mereka mirip orang Eropa: Mata biru kecokelatan, hidung mancung, kulit putih, rambut pirang, dan perawakan tinggi. Mereka kebanyakan adalah penduduk asli Daya.
Hingga kini, tak catatan pasti mengapa para peranakan Lamno ini sampai ada di kaki Gunung Geureute Aceh Jaya. Seperti dimuat Radio Nederland, 5 April 2012, seorang warga Desa Ujong Muloh, Wahidin, yang juga punya darah Portugis, mengatakan jumlah para warga keturunan ini sudah sangat berkurang.


Yang ada saat ini, “merupakan keturunan ke delapan karena dari orangtua kami ada yang kelima dan enam. Di kabupaten Aceh Jaya dan khususnya Kecamatan Jaya, dan Kecamatan Indra Jaya di Kecamatan Baru, terdapat beberapa desa yang dihuni oleh penduduk keturunan Portugis yang pada abad ke-14 sampai ke-16 terdampar di daerah kerajaan Daya,” cerita Wahidin.
Konon, di zaman dulu, masyarakat Kerajaan Daya menyelamatkan orang-orang Portugis dan menikahkannya dengan penduduk sekitar. Kala itu, kapal perang Portugis terdampar di perairan Lamno.
“Desa-desa yang menjadi basis keturunan Portugis, yaitu desa Ujong Muloh, Kuala Daya, Gle Jong, Teumareum dan Lambeso, ini hampir semua wanita dan prianya berciri khas kulit putih, rambut pirang dan hidung mancung. Tambahan lagi, para prianya memiliki bulu tebal di tangan dan dada.
Meski berwajah kaukasia, budaya mereka kental Aceh dan Islam. “Di Lamno pengaruh Islam luar biasa. Tentara Portugis yang telah kawin dengan dengan masyarakat Lamno mengikuti agama Islam,” kata Wahidin.
Itu versi pertama. Yang kedua, Portugis datang ke Aceh untuk menjajah pada tahun 1519 dan menikah dengan penduduk setempat.
Menurut catatan sejarah di pusat dokumen induk Aceh, Marco Polo dalam petualangan pelayaran keliling dunia tahun 1292-1295 pernah singgah di kerajaan Daya dan menulis buku tentang kebesaran kerajaan Daya berbaur dengan prajurit Portugis di Lamno.
Pemerintah Portugal sendiri telah menyalurkan bantuan pembangunan fasilitas kesehatan dan pendidikan di kawasan tersebut yang masih tersisa.
Keterangan foto: Si mata biru keturunan Portugis dari Lamno. (Lola Alfira – www.ranesi.nl)

Keluarga Protes Penempatan Foto Abdullah Syafii di Atribut Kampanye

Banda Aceh—Keluarga Teungku Abdullah Syafii memrotes penempatan foto mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka itu pada atribut partai demi kelancaran kampanye kandidat kepala daerah, seperti terlihat di atribut beberapa partai belakangan ini.
Teugku Beulawan, sepupu Teungku Abdullah Syafii menyatakan, seandainya Abdullah Syafii masih hidup, ia tak ingin gambarnya ditempel di atribut partai. Bahkan tak mau menjadi ketua partai.
“Bila masih hidup (seperti semasa hidupnya), dia selalu condong hatinya kepada yang terbaik, bukan jadi ketua partai. Bila ada dugaan orang demikian, itu sangat mustahil,” sebut Teungku Beulawan kepadaPikiran Merdeka, Jumat (6/4), melalui pesan pendek.
Beulawan paham betul gerak-gerik panglima sayap militer yang akrab disapa Teungku Lah itu. Kata dia, semasa hidup, Abdullah Syafii selalu memberi amanah atau pesan padanya agar berbakti pada masyarakat Aceh dan berperadaban baik.
“Dia merincikan satu-persatu cara berbakti kepada masyarakat Aceh, yaitu rohaniah kepada masyarakat Aceh, kasih sayang kepada masyarakat Aceh, dan bersifat pelihara kepada masyarakat Aceh,” sebutnya.
Dari amanah itu, Beulawan menyimpulkan, Abdullah Syafii panglima GAM yang sangat miskin. “Ini wajar-wajar saja, karena dia lahir dari keturunan miskin. (Harusnya) ini menjadi teladan bagi pemimpin Aceh ke depan,” sebutnya.
Teungku Abdullah Syafii turut merintis dan mendampingi Hasan Tiro saat pendeklarasian GAM pada 4 Desember 1976. Ia juga panglima komando pusat yang mengkoordinir seluruh sayap militer GAM ketika konflik Aceh mencapai puncak pada akhir 1990-an hingga 2002.
Ia meninggal bersama istrinya dalam kontak tembak dengan TNI di Desa Blang Sukon, Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya, 22 Januari 2002. Dimakamkan di desa yang sama.
Tengku Lah di mata tokoh dipandang sebagai seorang berkepribadian sederhana dan antikekerasan. Ia dilahirkan di Desa Seuneubok Rawa, Kecamatan Peusangan, Bireuen. Pendidikan terakhirnya hanya sampai kelas tiga di Madrasah Aliyah Negeri Peusangan.




 http://pikiranmerdeka.com

BIREUEN : 92 Honorer Diangkat Jadi CPNS

Bireuen-92 dari 320 honorer katagori satu di Kabupaten Bireuen akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Hal itu disampaikan  Kabag Kepegawaian Setdakab Bireuen, Bob Miswar, Rabu (4/4/2012). Nama-nama dan unit kerja tenaga honorer yang lolos itu akan disampaikan secara terbuka setelah dokumen dari BKN Pusat diterima. “Sejauh ini untuk kategori II belum ada informasi secara rinci dan hal ini akan ada petunjuk susulan,” katanya.

Hingga saat ini, jumlah tenaga honorer kategori II yang diusulkan melalui BAKN Medan sebanyak 1.800 orang, kendati banyak yang menilai jumlah tersebut tidak logis. Setelah adanya Surat Edaran Men-PAN tentang pendataan honorer, banyak tenaga honorer direkomendasikan kepala SKPK yang kemudian berkasnya diserahkan ke BKN.

“Bila  nantinya terbukti ada kepala SKPK yang diketahui telah menandatangani berkas-berkas tenaga honorer dengan cara memanipulasi data. Maka Bupati akan minta pertanggungjawaban dari kepala SKPK yang bersangkutan, karena selama ini pembekakan tenaga honorer dikerekan ulah SKPK,” pungkasnya.




 http://pikiranmerdeka.com

Kamis, 05 April 2012

Seks Bebas di Kalangan Remaja Kita

Selama 2011, hampir setiap hari kita disuguhi berita penangkapan pelaku khalwat. Kebanyakan yang tertangkap itu adalah pasangan pelajar dan mahasiswa, yang diselingi berita tentang perselingkuhan orang-orang yang sudah memiliki pasangan sah.
Prilaku seks bebas yang tidak sampai tertangkap pun tidak sedikit. Buktinya, kita juga kerap disuguhi berita tentang aksi pembuangan bayi hasil hubungan gelap, serta kasus-kasus aborsi yang juga kerap diberitakan media lokal di Aceh.
Khusus untuk kasus aborsi dan aksi buang bayi, perilaku tersebut biasanya dilakukan kalangan remaja—siswi dan mahasiswi—yang melahirkan ‘buah terlarang’ dari hubungan seks bebas. Kondisi ini cukup memprihatinkan—memalukan—karena terjadi di Aceh yang telah memproklamirkan diri sebagai bumi syariat.
Berbeda dengan di luar Aceh. Kasus semacam ini biasanya dilatarbelakangi berbagai faktor. Selain karena malu akibat melahirkan di luar nikah, kasus aborsi dan pembuangan bayi juga dilatarbelakangi faktor ekonomi. Karena secara garis kehidupan mereka sadar tidak akan mampu membesarkan dan memberikan hak anak dengan maksimal, maka melakukan aborsi atau membuang bayinya walaupun dilahirkan dari hasil perkawinan yang sah. Dan, tidak sedikit pula yang menjual bayinya kepada orang yang dianggap lebih mampu, sehingga terjaminnya masa depan si anak.
Sementara untuk kasus di Aceh, sudah bisa kita pastikan tindakan aborsi atau pembuangan bayi semata-mata dilakukan karena faktor malu. Mereka tidak mau menanggung aib dengan melahirkan bayi dari hasil hubungan seks pranikah.
Ditinjau dari segi agama, tindakan ini tentu akan diganjar dosa yang berlipat. Setelah dosa berzina yang begitu besar ditambah lagi dengan dosa membunuh. Prilaku ini bisa dikatakan lebih keji dari apa yang pernah terjadi di zaman jahiliah yang hanya membunuh bayi berjenis kelamin perempuan.
Undang-undang negara juga melarang keras melakukan aborsi apalagi membunuh atau membuang bayi yang telah dilahirkan. Undang-undang No.23/2002 tentang perlindungan anak dengan tegas menyatakan; setiap anak harus dijamin terpenuhinya hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia yang berkualitas, berakhlak mulia, dan sejahtera.
Pemerintah sebagai pemangku kebijakan dan regulator dalam menjalankan undang-undang tersebut, harus mampu mengantisipasi dan memberikan perlindungan terhadap anak-anak bangsa ini. Di samping itu, peran orang tua dalam mendidik anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam prilaku seks bebas menjadi hal yang paling mutlak untuk mengantisipasi terjadinya aborsi atau pembuangan bayi. Jadi, kita harus merangkai hari-hari yang penuh kepedulian terhadap anak-anak Aceh ke depan, minimal terhadap anak kita sendiri.


 http://blog.harian-aceh.com

Kampanye Zaini-Muzakir di Beureunun, Massa Meluber ke Luar Lapangan

Massa pendukung Partai Aceh membanjiri lapangan bola kaki Beureunun, Kamis (05/04).
Lapangan yang berukuran 100x150 meter tersebut tidak mampu menampung massa, sehingga massa tumpah ruah ke jalan negara. Bukan hanya itu saja massa juga duduk berdesakan di atas tembok pagar pembatas lapangan kaki tersebut karena tempat kampanye sempit oleh ratusan ribu massa.
Kampanye yang keterakhir partai Aceh ini turut di hadiri oleh pemangku Wali Nanggroe Malek Mahmud Al Haytar, ketua DPRA Hasbi Abdullah, kualisi partai dan bintang sinetron Teuku Wisnu dan kekasihnya Shiren Sungkar.
Dalam kampanye akbar Partai Aceh, Abu Razak dalam orasi politiknya mengatakan bahwa tanggal 9 April nanti jangan salah pilih bungkus. Karena menurutnya, bungkus yang bisa menjaga perdamaian dan keutuhan UUPA sesuai MoU Helsinki adalah bungkus nomor 5.
Sementara itu, dalam orasi singkatnya Zakaria Saman mengutarakan di depan ratusan ribu massa pendukung PA bahwa, Pidie adalah daerah pencetus perang Aceh dengan Jakarta. Jadi menurutnya kalau daerah lain suara PA 50 persen maka, Pidie 100 persen suara untuk kemenangan Zikir dan untuk kemenangan Tgk Sarjani untuk Bupati Pidie.
Sedangkan dari kualisi partai PAN, PKPI, PDA, PBB, dan PDI Perjuangan siap mendukung untuk memenangkan ZIKIR. Menurut mereka untuk memimpin Aceh dr. H. Zaini Abdullah dan Muzakir Manaflah yang lebih pantas sedangkan yang lain hanya pencundang yang haus kekuasaan.
Imum Jhon tampil dengan lagu favoritnya si on bendera dan seutot ban lage gareh serta Allah Neupeunang ikut menyejukkan massa yang gerah karena desak-desakan ratusan ribu massa.
Namun cuaca yang sebelumnya panas berubah mendung dengan hujan gerimis. Massa terus berdatangan dari segala penjuru Pidie sehingga jalan nasional didepan lapangan kampanye menjadi macet total. Kemacetan terjadi sampai kekota Beureunun sehingga jalan nasional lumpuh akibat massa simpatisan PA melimpah kejalan.
Seperti sebelumnya orasi politik Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf berkomitmen untuk menyempurnakan UUPA sesuai MoU Helsinki. Selain itu juga pasangan ini tidak lupa menyapaikan misi yaitu mensejahterakan rakyat.
Baik ekonomi, sosial dan budaya serta segi infrastruktur, peningkatan hasil pertanian, peningkatan hasil kelautan juga peningkatan SDM. pasangan yang di usung partai  lokal tersebut juga akan memeratakan pelayanan JKA sampai kekabupaten kota serta penyedian beasiswa bagi putra Aceh ke luar negri



http://atjehpost.com

Debat Kandidat Zaini Abdullah Vs Irwandi Yusuf

Sesi yang dianggap paling menarik dalam debat kandidat adalah ketika para kandidat saling bertanya satu sama lain.
Pada sesi ini dilakukan pengundian. Para calon menarik nomor urut sehingga bisa saling bertanya dengan kandidat yang tertera di undian.
Zaini Abdullah mendapat nomor urut 2. Itu artinya, ia punya kesempatan bertanya kepada Irwandi Yusuf. Sudah bukan rahasia, hubungan keduanya memburuk. Selain itu, dua kandidat ini dianggap calon kuat yang akan bersaing dalam pilkada mendatang.
Zaini lantas melontarkan pertanyaan kepada Irwandi tentang impelentasi Inpres No.12 Tahun 2005. "Disitu disebutkan Aceh berhak memiliki bendera sendiri, hymne, simbol, mengapa itu tidak dijalankan sampai habis masa jabatan saudara? Bukankah itu perintah presiden?," tanya Zaini kepada Irwandi.
Irwandi menjawab pertanyaan itu dengan mengatakan, di butir-butir MoU Helsinki yang belum terwujud adalah pembentukan Pengadilan HAM untuk Aceh, pembentukan KKR dan persengkaan yang belum selesai.
"Tentang himne dan lagu termasuk dalam UUPA yang menyebutkan yang membuat hymne, logo dan bendera adalah DPR Aceh hasil pelantikan 2009. itu jawabannya..," kata Irwandi. Sebelum Irwandi menyelesaikan jawabannya, ternyata waktu habis.
Irwandi lantas balik bertanya kepada Zaini Abdullah yang merupakan mantan bos-nya saat masih bergabung di Gerakan Aceh Merdeka.
Irwandi bertanya tentang intimidasi yang dialaminya. "Bagimana dengan intimidasi yang menjurus ke pembunuhan, termasuk terhadap para pencari kerja di Aceh," tanya Irwandi.
Menjawab pertanyaan itu, Zaini mengatakan, persoalan hukum adalah wewenang polisi. "Dalam hal teror selalu yang kena adalah Partai Aceh. Saya kira itu persoalan Pak Kapolda. Itu wewenang beliau mencari siapa pelaku yang sesungguhnya. ini adalah pekerjaan provokatif yang dituduhkan kepada PA (Partai Aceh) sehingga (PA) menjadi tong sampah. Itu adalah hak pihak kepolisian. terima kasih," jawab Zaini.
Perdebatan keduanya menarik perhatian para penonton. Tidak hanya di ruang debat di Hotel Hermes, tapi juga masyarakat yang menyaksikan debat dari layar televisi.
Di twitter pun, debat keduanya ramai diperbincangkan."Mari saksikan el-classico d debat kandidat cagub Aceh.. Hahha. 2 vs 5," tulis pemilik akun twitter @MeutuahAgam.



 http://atjehpost.com

Selasa, 03 April 2012

birokrasi pemerintahan (government bureaucracy)

Birokrasi berawal dari bahasa prancis,bureaucratie yang artinya kekuasaan yang terpengaruh dari para kepala dan staf biro pemerintahan.Sedangkan bureaukratie dalam bahasa jerman yakni kekuasaan atau wewenang yang berada di departemen pemerintah dan cabang-cabangnya memperebutkan untuk diri mereka sendiri atas sesama warga Negara.
Ada beberapa perspectif para pakar tentang birokrasi:
Ø  Menurut Hegel
Birokrasi adalah medium yang mempertemukan kepentingan rakyat dan pemerintah,birokrasi mengemban tugas yang besar berupa harmonisasi hubungan antara rakyat dan pemerintah.
Ø  Menurut blau
Birokrasi merupakan suatu lembaga yang sangat kuat dengan kemampuan  untuk meningkatkan kapasitas-kapasitas potensial terhadap hal-hal yang baik maupun buruk karena birokrasi merupakan instrumen administrasi rasionalisme yang netral pada skala besar.
Ø  Menurut Ali Mufiz
Birokrasi adalah intisari dari otorita legal nasional adalah birokrasi,jantung dari birokrasi dalam system hubungan yang di rumuskan secara rasional oleh aturan-aturan.
 Jadi,birokrasi pemerintah adalah sekumpulan tugas dan jabatan yang terorganisasi secara formal,berkaitan dengan jenjang yang komplek dan tunduk pada pembuat peran formal.

Makna birokrasi di klasifikasikan dalam 3 kategori yaitu :
  • Birokrasi di pandang sebagai bentuk organisasi yang bengkak dan jumlah pegawai yang besar.
  • Birokrasi di pandang sebagai perluasan kekuasaan pemerintah dengan maksud mengontrol  kegiatan masyarakat.
Birokrasi di pandang sebagai rasionalisme prosedurpemerintahan dan aparat administrasi public.
                                        

Melirik sekularisme

Sekularisme sebenarnya sudah sering diperdebatkan dalam diskusi keilmuan.Kata sekuler memang pertama sekali di populerkan oleh George Jacob Holyoake  pada pertengahan abad 19.namun ada baiknya juga menelaah dan memahami asal-usul atau latar belakang sejarah/historis masyarakat pada masa tersebut,yang di kenal dengan”victoriansociety”.
Ada beberapa sudut pandang/perspektif sekularisme yaitu: 
  1. Historis 
  2. Linguistic
  3. Teologis
Menurut Graeme Smith dalam “A Shorthistory Of Secularism”(2008).Masyarakat saat itu terkenal dengan pengaruh gereja yang begitu besar.Dominasi gereja yang besar dalam berbagai aspek kehidupan di tentang oleh para intelektual termasuk Holyoake.
Jadi meskipun secara eksplisit Holyaoke tidak mendefinisikan sekularisme sebagai pemisahan agama dengan urusan Negara atau politik,pada dasarnya konsep tersebut ada sebagai bentuk penentangan intervensi agama (gereja) pada masa tersebut.Secara Linguistic dalam berbagai kamus sekularisme memang di identik dengan pemisahan unsur-unsur agama.

Adapun dalam pandangan teologis,sekularisme lahir dari pertengkaran antara agama dan ilmu pengetahuan di eropa pada era kegelapan (dark ages).Pertentangan antara teori heliosentris copernicus dengan geosentris gereja adalah salah satu contoh dari pertengkaran tersebut.
Bila melihat dari ketiga perspektif di atas dapat di simpulkan bahwa pengertian yang terkandung dalam sekularisme adalah pemisahan nilai-nilai agama dalam kehidupan manusia termasuk bernegara.Inilah sekularisme yang di sebut doktrin politik,dimana agama mengurusi moral sedangkan sisanya menjadi tanggung jawab pemerintah.dalam bahasa lebih vulgar,sekularisme merupakan penolakan intervensi agama terhadap nilai-nilai rasional humanistic.

Dalam ranah politik sekularisme perlu di pahami dengan benar dan sekularisme memiliki sisi positif,
Tapi tidak demikian dalam sisi agama,sekularisme justru mempersempit ruang gerak agama,dengan kata lain paham ini memberikan kesempatan Parsial kepada umat islam dalam menjalankan kehidupan islam secara kaffah.

Jadi di sini sangat bertolak belakang jika kita lihat sekularisme dalam sisi islam,bagaimana sebuah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama islam,sedangkan politik negaranya berfaham sekularisme.

cara tanam cabe di polybag

Teknik budidaya Cabe di Polybag Pedoman Teknis Penyiapan Benih - Benih cabe dibuat sendiri. Caranya, pilih buah cabe yang matang (merah), bentuk sempurna, segar, tidak cacat dan tidak terserang penyakit. Kemudian keluarkan bijinya dengan mengiris buah secara memanjang. Cuci biji lalu dikeringkan.
Kemudian pilih biji yang bentuk, ukuran dan warna seragam, permukaan kulit bersih, tidak keriput dan tidak cacat. Bila kesulitan membuat sendiri, benih cabe dapat dibeli di toko pertanian setempat. - Benih yang akan ditanam diseleksi dengan cara merendam dalam air, biji yang terapung dibuang. Persemaian Sebelum tanam di tempat permanen (polybag), sebaiknya benih disemai dulu dalam wadah semai yang dapat berupa bak plastik atau kayu dengan ketebalan sekitar 10 cm yang dilubangi bagian dasarnya untuk pengaturan air(drainase).

Persiapannya sbb :
1.Isikan dalam wadah semai media berupa tanah pasir,dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.Untuk menghilangkan gangguan hama berikan Curater 3 G takaran 10 10 gr/m2.Media ini disiapkan 1 minggu sebelum penyemaian benih.
2. Benih yang akan ditanam, sebelumnya direndam dalam air hangat (50 derajat Celcius) semalam. Lebih baik lagi bila diberi zat pengatur tumbuh seperti Atonik.
3. Tebarkan benih secara merata di media persemaian, bila mungkin beri jarak antar benih 5 x 5 cm sehingga waktu tanaman dipindah/dicabut, akarnya tidak rusak. Usahakan waktu benih ditanam diatasnya ditutup selapis tipis tanah. Kemudian letakkan wadah semai tersebut di tempat teduh dan lakukan penyiraman secukupnya agar media semai tetap lembab.

Pembibitan
1. Benih yang telah berkecambah atau bibit cabe umur 10-14 hari (biasanya telah tumbuh sepasang daun) sudah dapat dipindahkan ke tempat pembibitan.
2. Siapkan tempat pembibitan berupa polybag ukuran 8 x 9 cm atau bumbungan dari bahan daun pisang sehingga lebih murah harganya. Masukkan ke dalamnya campuran tanah, pasir dan pupuk kandang serta tambahkan Curater 3 G.
3. Pindahkan bibit cabe ke wadah pembibitan dengan hati-hati. Pada saat bibit ditanam di bumbungan, tanah di sekitar akar tanaman ditekan-tekan agar sedikit padat dan bibit berdiri tegak. Letakkan bibit di tempat teduh dan sirami secukupnya untuk menjaga kelembabannya. Pembibitan ini untuk meningkatkan daya adaptasi dan daya tumbuh bibit pada saat pemindahan di tempat terbuka.
4. Bibit bisa ditanam di polybag setelah berumur 30-40 hari.

Persiapan Media Tanam Polybag 
1. Siapkan polybag tempat penanaman yang berlubang kiri kanannya untuk pengaturan air.
2. Masukkan media tanam ke dalamnya berupa campuran tanah dengan pupuk kandang 2 : 1 sebanyak 1/3 volume polybag. Tambahkan Furadan atau Curater 3 G 2 - 4 gr/tanaman untuk mematikan hama pengganggu dalam media tanah.
3. Masukkan campuran tanah dan pupuk kandang ke dalam polybag setinggi 1/3 nya
4. Tambahkan pupuk buatan sebagai pupuk dasar yaitu 10 gr SP 36, 5 gr KCl dan 1/3 bagian dari campuran 10 gr Urea + 20 gr ZA per tanaman (2/3 bagiannya untuk pupuk susulan). Kemudian siram dengan air agar pupuk laur dalam tanah.

Penanaman 
1. Pilih bibit cabe yang baik yaitu pertumbuhannya tegar, warna daun hijau, tidak cacat/terkena hama penyakit.
2. Tanam bibit tersebut di polybag penanaman. Wadah media bibit harus dibuka dulu sebelum ditanam. Hati-hati supaya tanah yang menggumpal akar tidak lepas. Bila wadah bibit memakai bumbungan pisang langsung ditanam karena daun tersebut akan hancur sendiri. Tanam bibit bibit tepat di bagian tengah, tambahkan media tanahnya hingga mencapai sekitar 2 cm bibir polybag.
3. Padatkan permukaan media tanah dan siram dengan air lalu letakkan di tempat terbuka yang terkena sinar matahari langsung.

Pemeliharaan
1. Lakukan penyiraman secukupnya untuk menjaga kelembaban media tanah polybag.
2. Lakukan pemupukan susulan : Umur 30 hari setelah tanam : 5 gr Kcl per tanaman. Umur 30 dan 60 hari setelah tanam : masing-masing 1/3 bagian dari sisa campuran Urea dan ZA pada pemupukan dasar.
3. Lakukan perompesan/pembuangan cabang daun di bawah cabang utama dan buang bunga yang pertama kali muncul.
4. Untuk mengendalikan hama lalat buah penyebab busuk buah, pasang jebakan yang diberi Antraxtan.
Sedang untuk mengendalikan serangga pengisap daun seperti Thrips, Aphid dengan insektisida seperti Curacron. Untuk penyakit busuk buah kering (Antraknosa) yang disebabkan cendawan, gunawan fungisida seperti Antracol. Dosis dan aplikasi masing-masing obat tersebut dapat dilihat pada labelnya. Panen - Cabai merah dapat dipanen umur sekitar 80 hari setelah tanam. Pemetikan cabe dapat dilakukan 1-2 kali seminggu disesuaikan dengan kebutuhan. Pemetikan dilakukan dengan hati-hati agar percabangan/tangkai tanaman tidak patah.

Kisah Darwati selama menjadi 'First Lady' Aceh

Rabu, 8 Pebruari 2012 WIT
Minggu, 5 Februari 2012, di Mesjid Raya, wanita itu tak kuasa menahan haru. Di atas podium, ia sesegukan. Air matanya menitik.Wanita itu adalah Darwati A. Gani, istri Gubernur Irwandi Yusuf. Hari itu, tiga hari menjelang masa jabatan suaminya berakhir, Darwati mengucap salam pamit dengan air mata berlinang.
Sehari sesudahnya, The Atjeh Post menghubungi Darwati dan meminta waktu untuk sebuah obrolan santai. Kenapa Darwati? Orang bilang, dibalik kesuksesan seorang lelaki, biasanya ada peran seorang wanita. Setidaknya, begitulah yang sering terdengar. Itu sebabnya, kami penasaran seperti apa peranan Darwati untuk mendukung tugas sang suami. Lagi pula, selama ini, Irwandi sering muncul di media. Sementara Darwati lebih banyak di belakang layar.
Awalnya Darwati ingin wawancaranya setelah 8 Februari, saat suaminya tidak lagi menjabat gubernur. Namun, karena kami meminta bertemu sebelum hari terakhir menjabat, Darwati setuju bertemu pada 6 Februari malam.
Pukul 20.15 wib, saya (Yuswardi A Suud) dan dan Reza Gunawan dari The Atjeh Post tiba di rumahnya di jalan Salam, Lampriet, Banda Aceh. Di mulut pintu, Darwati menyambut dengan menyunggingkan senyuman. dan menyodorkan tangan bersalaman. Malam itu, ia memadukan baju kurung warna orange dengan celana panjang dan jilbab warna hijau.
Darwati berperawakan tinggi: 170 sentimeter. Wajah ovalnya selembut tutur katanya. Malam itu, sapuan lipstik tipis menghias bibirnya. Di kelompak matanya, ada sapuan eye shadow.
"Bapak bilang yang dia suka dari saya karena cantik dan sabar," ujarnya sambil tertawa kecil ketika kami sudah duduk di sebuah meja bundar di bagian belakang rumah, tak jauh dari kolam renang kecil berhias bunga-bunga dan sebuah patung ikan lumba-lumba.
Lahir pada 7 September 1973, Darwati memang masih berusia muda: 39 tahun. Lulus dari Pendidikan Sekretaris di PDPK Unsyiah, Darwati tidak pernah merasakan dunia kerja. 
Saya pertama mengenalnya pada Mei 2003, beberapa hari setela Irwandi Yusuf ditangkap di Jakarta karena terlibat Gerakan Aceh Merdeka. Ketika itu, saya menyambangi rumahnya yang sederhana di Lingke, Banda Aceh, untuk wawancara seputar penangkapan suaminya. Namun, Darwati yang saat itu sedang hamil besar untuk anak keduanya, tak banyak bicara."Saya tidak bisa bicara sekarang. Lain kali saja ya," ujarnya sambil mengayun anaknya yang tidur di ayunan.
Tiga tahun kemudian, Irwandi terpilih sebagai Gubernur Aceh. Sebagai gubernur, seharusnya mereka menempati rumah dinas di Meuligoe Gubernur Aceh. Namun, Irwandi memilih tinggal di Lampriet. Di rumah inilah kami bertemu sembilan tahun kemudian, mengobrol dalam suasana santai ditemani secangkir kopi dan keripik pisang.
Lima tahun mendampingi Pak Irwandi sebagai Gubernur, apa saja pengalaman yang Ibu dapat?
Banyak pengalaman baru yang saya peroleh. Setelah suami saya dilantik sebagai gubernur, saya menjadi Ketua PKK, Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Aceh dan mendirikan yayasan sosial bernama Sambinoe. Yayasan ini pada awalnya adalah kami dirikan dengan uang dari kantong Pak Irwandi sendiri sebagai gubernur. Awalnya kita bisa sekitar 8 sampai 10 kali mengadakan kegiatan.
Di bidang kesehatan, kami juga punya desa binaan di Aceh Besar. Sebulan sekali anak-anak Sambinoe turun ke desa untuk melihat perkembangan kesehatan masyarakat di situ. Nah, ketika kita turun lagi sampai beberapa bulan, kualitas kesehatan masyarakat meningkat.
Di tahun 2008, kita mengadakan kegiatan bakti sosial di Aceh Besar, di Desa Maheng. Dulu kita tidak tahu kalau Maheng itu sangat jauh. Letaknya di kaki Gunung Seulawah. Tapi alhamdulillah sekarang Maheng sudah dikenal oleh masyarakat Aceh, nasional juga dikenal dan sering muncul di media bahkan internasional.
Disana, kita membuat kolam ikan, pertaniannya kita tanam jagung dan peternakan kambing. Semua itu milik masyarakat setempat. Di awal-awal kita bekerjasama dengan sebuah yayasan dari Thailand.  Di Maheng, kami juga membuat sebuah rumah kecil sebagai tempat peristirahatan dan itu juga kami pakai untuk tempat musyawarah dengan masyarakat. Kadang-kadang Bapak pun buat tempat rapat di sana karena tempatnya santai, enak dan kami sangat menyukai tempatnya. Namun setelah musibah pembakaran rumah itu kami tidak lagi menempatkan staf di sana. Walau begitu, kami tetap memantau kondisi masyarakat di Maheng. Tapi alhamdulillah sekarang masyarakat sudah lebih mandiri lah.
Selama lima tahun itu, ada tidak momentum yang paling berkesan dan masih ibu kenang sampai sekarang?
Banyak ya sebenarnya. Kami sering datang ke suatu tempat tanpa perencanaan sebelumnya. Pernah kami jalan-jalan mutar kota karena sedang suntuk, tiba-tiba aja sudah sampai di Meulaboh. Dan itu gak bawa persiapan apapun. Pakaian dan peralatan mandi kami belanja di sana untuk sekali ganti.
Kalau sudah begitu, nanti pulangnya bisa lewat Takengon. Seperti itulah, mungkin tanpa terencana ya, enak aja, karena singgah di warung-warung kecil, makan ala kadarnya yang disiapkan di warung, kadang-kadang bertemu dengan semacam tempat perkebunan masyarakat, mereka masak disitu pakai kayu, pakai ikan asin.
Nah, kadang bapak suka bilang,"ini untuk kami aja, nanti kami kasih uang kalian beli nasi lain aja, jadi kami masak yang disiapin masyarakat, ya ikan asin pakai sayur rebus tapi nikmat sekali. bertemu dengan suasana seperti itu ketakutan dan lelah hilang seketika.
Kadang-kadang orang tanya sama saya ibu kok kuat ya? ibu sanggup jalan kaki jauh, sanggup berhari-hari mengadakan bakti sosial, kunjungan ke daerah, mengapa ibu sanggup? padahal saya tidak minum vitamin, sama seperti yang lain mungkin karena melihat antusiasme masyarakat untuk menyambut kita. Jadi semangat itu bikin kita kuat lagi. Kadang-kadang dalam perjalanan dari Takengon ke Gayo Lues, kan perjalanannya melelahkan, kita di mobil sudah mual-mual mau muntah tapi ketika sampai disana ya.. luar biasa.
Dari perjalanan ke daerah, ada tidak yang meninggalkan kesan mendalam?
Banyak, salah satunya ketika saya berkunjung ke Pulau Banyak. Pulau ini letaknya 4 jam perjalanan naik fery dari Singkil dan 2 jam kalau naik speedboat.
Nah, ketika ke sana, sekitar pertengahan tahun 2011, saya terharu melihat kondisi masyarakat di sana karena mereka jarang dikunjungi pejabat. Saya disambut sepanjang jalan. Para ibu-ibu memeluk saya karena terharu. Waktu itu saya datang tanpa Bapak, karena dalam rangka kegiatan Yayasan Sambinoe. Waktu itu, saya diminta singgah di hampir semua pulau-pulau kecil yang ada penduduknya. Walaupun tidak sempat turun, karena keterbatasan waktu, masyarakatnya yang datang ke pelabuhan untuk menyambut saya. Bertemu di pelabuhan saja sudah cukup bagi mereka. Saya benar-benar terharu ketika itu.
Hal lain yang bikin saya terkenang-kenang, kadang-kadang pas saya jalan-jalan dengan Bapak, orang-orang tidak tahu bahwa itu Gubernur dan saya. Duduklah kita, makan seperti biasa. Sekali-kali pengawal bapak tanya sama masyarakat,"Bu, tau gak ini siapa?" Kan masyarakatnya tidak tahu. Begitu diberitahu saya ibu gubernur, abis itu dipeluk-peluknya kita. dipegang-pegangnya, ya Allah alhamdulillah. Intinya, ketulusan masyarakat ya, menghilangkan lelah.
Waktu ke Pulau Banyak itu pertama kali ibu kesitu?
Iya pertama kali, tahun 2011, pertengahan tahun. Saya juga baru tahu kalau di sana ada sebuah pulau yang isinya orang Kristen asal Nias. Mereka hidup berdampingan dengan masyarakat muslim di sana.
Apa hal lain yang Ibu lihat di Pulau Banyak?
Alamnya bagus. Sebenarnya Aceh ini dianugeri alam yang sangat indah. Insyaallah Aceh juga akan menjadi tujuan wisata nomor satu bisa mengalahkan Bali. Nah, ini bisa terpenuhi dengan dukungan semua pihak dan masyarakat itu sendiri juga. Kadang masyarakat masih menganggap tabu pariwisata, dianggap melanggar syariat islam, sebenarnya memberi pemahaman aja kepada masyarakat bahwa pariwisata disana itu bisa mendatangkan ekonomi yang lebih baik kepada masyarakat. mudah-mudahan ke depan industri pariwisata Aceh bisa lebih baik lagi.
Kalau boleh memilih, ibu lebih memilih dengan kehidupan sekarang sebagai ibu gubernur atau dengan sebagai masyarakat biasa?
Kita bisa memberikan bantuan sedikit kepada orang yang membutuhkan itu, perasaan bahagia itu lebih terasa. Walaupun yang kita berikan itu hanya sedikit, tapi sangat bermanfaat bagi orang lain dan itu luar biasa. Saya tidak bisa membayangkan, kadang-kadang ibu-ibu yang saya bantu anaknya operasi bibir sumbing mungkin selama ini mereka menganggap sumbing itu pemberian Allah dan mereka pasrah aja karena mereka tinggal di pedesaan. Setelah kita operasi kalau gak sekali dua kali, mereka bisa normal sebagai manusia biasa dan orang tuanya berterimakasih kepada saya. Mereka bilang," alhamdulillah melalui bantuan dari ibu anak saya bisa normal kembali." Itu luar biasa bagi saya dan saya sangat menikmati ini.
Saya juga berjanji kepada teman-teman semuanya, Saya memang dua hari lagi sebagai ketua penggerak PKK tapi saya akan tetap berkiprah di Sambinoe dan dokter-dokter yang ikut sama saya juga mengatakan,"ibu kami akan selalu siap membantu ibu dalam membantu masyarakat walaupun ibu bukan sebagai istri gubernur lagi." Tentu saja kita akan tetap berkiprah dengan dukungan dari semua pihak.
Jadi dibanding dengan kehidupan sebelumnya ibu lebih memilih kehidupan yang sekarang?
Kehidupan menjadi masyarakat biasa juga indah ya, bisa mengurus anak-anak, kita bisa memantau perkembangan dan pertumbuhan anak, itu juga luar biasa. Terkadang saya merasa bersalah sama anak-anak karena tidak punya banyak waktu lagi buat mereka. Pernah anak saya yang kecil protes,"Mama kenapa tidak bisa ambil raport ke sekolah. Kenapa ibu-ibu lain bisa." Kalau sudah begitu saya jadi sedih, dan berusaha menjelaskan bahwa saya bukan hanya mama mereka, tetapi juga mama bagi rakyat Aceh.
Terkadang kalau sedang ada tamu, anak saya menarik-menarik ajak masuk ke kamar atau menutup mulut saya kalau sedang bicara. Tapi saya maklum saja dan menerangkan ke tamu-tamu bahwa anak saya sering saya tinggal. Kadang-kadang pada hari Sabtu dan Minggu saya jadikan hari keluarga, gak menerima tamu, gak ada pembantu. Saya masak sendiri sambil mengajari anak-anak memasak. Kadang Bapak juga suka bersih-bersih kolam. Dinikmati aja...pokoknya enjoy aja (tertawa kecil).
Ngomong-ngomong soal memasak, bapak suka dimasak makanan apa?
Bapak itu tidak rewel kalau soal makanan. Dia paling suka kalau dibuatkan nasi goreng kampung seperti buatan ibunya waktu kecil. Cukup dengan merajang bawang, cabai, sedikit minyak, lalu dimasak putih begitu saja, tanpa bumbu. Itu makanan favoritnya. Ketika bapak di penjara, setiap pagi selama 1 tahun 9 bulan saya bertugas mengantar nasi goreng.
Setiap pagi?
Iya, setiap pagi. Kalau siang saya mengantar nasi dan koran berbahasa Inggris The Jakarta Post. Sehari bisa dua-tiga kali saya bolak-balik ke penjara. 
Dalam kehidupan ibu, bagian mana yang dianggap terpenting?
Saya telah melewati banyak fase hidup. Saya pernah ditinggal suami masuk penjara, saya pernah melahirkan tanpa didampingi suami dan saya juga pernah merasakan bagaimana digulung ombak tsunami bersama anak-anak saya yang masih kecil. 
Saat Bapak di penjara, saya bertugas sebagai ibu dan bapak bagi anak-anak. Kami waktu itu benar-benar hidup prihatin. Gaji bapak sebagai dosen dihentikan, termasuk juga gaji dari salah satu organisasi internasional, juga dihentikan. Pokoknya waktu itu saya benar-benar diuji. Dan alhamdulillah, ujian-ujian itu membuat saya jadi kuat. Sekarang kalau ada masalah-masalah kecil, saya tidak terlalu ambil pusing karena sudah pernah mengalami masalah yang lebih besar. Hidup kami bergulir bergitu cepat. Saya sendiri tidak membayangkan akan menjadi istri gubernur. Ketika Bapak ikut pemilihan pun saya masih belum yakin, siapa sih yang kenal Irwandi? Namun, Allah berkehendak lain, akhirnya jadilah seperti sekarang  (mata Darwati terlihat berkaca-kaca).
Setelah habis masa jabatan ini, apa rencana ibu?
Pengennya bisa istirahat sebentar dari rutinitas. Tapi karena Bapak maju lagi (sebagai calon gubernur) ya mungkin saya akan bantu-bantu juga sebisanya. Yang pasti, kegiatan sosial di yayasan Sambinoe tetap kita jalankan.
Ibu ikut perkembangan politik Aceh sekarang?
Ya...mau tidak mau. Tapi selama ini hubungan saya dengan istri Muzakir (Manaf) tetap baik. Kadang-kadang kalau jalan berdua, dikira orang adik kakak karena sama-sama punya badan yang tinggi (tertawa kecil). Yang berpolitik itu bapak-bapak, kami kaum ibu tetap menjaga hubungan baik.
Oke. Ini soal Pak Irwandi. Ada nggak hal yang ibu tidak suka dari Bapak?
Ehm...apa ya. Bapak itu terkadang suka emosi. Tapi kalau marah biasanya tidak lama.
Termasuk dengan ibu juga?
Ya..namanya orang hidup berumah tangga, itu kan manusiawi. Tapi kalau misalnya saya ngambek, dan belum baikan, biasanya bapak tidak akan pergi kemana-mana. Dia tunggu sampai suasana normal, baru berangkat lagi. Saya dengan Bapak itu seperti air meredam api. Kadang kalau sedang ada masalah, saya yang berusaha meredamnya. Setelah itu normal lagi, ketawa-ketawa lagi...
Kami mendapat informasi ibu pernah meninggalkan sebuah rapat PKK gara-gara ditelepon bapak. Benar informasi itu?
Begini. Bapak itu terkadang memang suka egois. Dia maunya kalau pulang dari luar kota, ada saya di rumah. Tapi saat itu memang rapatnya tidak terlalu penting. Kalau rapat-rapat penting biasanya dia juga paham.
Bapak pernah cerita apa yang dia suka dari Ibu?
(terdiam sebentar) Yang pernah bapak bilang karena saya orangnya sabar dan satu lagi: cantik ha-ha-ha...
Kemarin itu waktu berpidato di Mesjid Raya ibu sempat meneteskan air mata. Apa yang ibu rasakan waktu itu?
Saya benar-benar terharu. Selama lima tahun bapak jadi gubernur, kami mendapat banyak hal baru yang begitu berkesan. Seperti saya katakan tadi, hal yang paling menyenangkan buat saya adalah ketika kita bisa berarti bagi orang lain, walaupun itu tidak seberapa.
Ada pesan yang mau ibu sampaikan untuk masyarakat Aceh?
Ya, saya mohon maaf jika selama lima tahun mendampingi bapak ada yang salah. Tapi seperti saya katakan kepada teman-teman. Saya tidak mau setelah tidak lagi menjabat hubungan jadi terputus. Tali silaturrahmi harus tetap kita jalin. Saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan tulus dari masyarakat Aceh untuk kami selama bapak menjabat. Selebihnya, ya, seperti yang sudah pernah saya tuliskan untuk Atjeh Post itu.
(Menjelang wawancara berakhir, sekitar pukul 21.30 wib, muncul serombongan laki-laki dari pintu belakang rumah. Mereka mengatur kursi dan duduk di pinggir kolam renang kecil di belakang rumah. Rata-rata mereka lelaki berusia muda. Jumlahnya sekitar 20-an orang. Mereka berada pada jarak sekitar 6 meter dari tempat kami mengobrol)
Mau ada acara sepertinya. Mereka pegawai di sini?
Bukan, mereka anggota tim sukses bapak. (Ketika melihat kursi yang tersedia tidak cukup, Darwati lantas meminta salah satu dari mereka mengambil kursi di lantai dua: "Cok mantong kursi di ateueh.")
Pukul sepuluh malam kami pamit meninggalkan Darwati dan tim sukses Irwandi yang melanjutkan rapat di pinggir kolam renang.[atjehpost.com]
  http://irwandi.info