Senin, 21 Januari 2013

PROPOSAL USAHA BUDIDAYA TELUR PUYUH





PROPOSAL USAHA
BUDIDAYA TELUR PUYUH






  

DISUSUN OLEH :

RONI WAHYUDI (110301009)



FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDY AGROEKOTEKNOLOGI
UNIVERSITAS MEGOU PAK TULANG BAWANG
2013




BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Mencari pekerjaan dimasa sekarang ini merupakan hal yang cukup sulit. Banyak sekali calon pekerja yang berkeinginan untuk bekerja di instansi pemerintahan atau swasta,tetapi lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, hal ini menyebabkan jumlah pengangguran semakin banyak. Dilihat dari segi ekonomi individual tentu saja masalah pengangguran itu sangat merugikan karena manusia mempunyai kebutuhan yang tidak terbatas. Oleh karena itu sebagai calon tenaga kerja, kita harus mampu berpikir kreatif dan inovatif yang mampu membaca peluang serta pandai memanfaatkannya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan tidak terfokus hanya pada satu jenis pekerjaan saja.
Wirausaha merupakan salah satu usaha untuk mengatasi meningkatnya jumlah pengangguran. Selain menguntungkan dari segi ekonomi, sebagaian besar kegiatan wirausaha juga sangat membantu usaha-usaha dalam memenuhi kebutuhan masyarakat banyak, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Salah satu usaha yang mudah dikembangkan yaitu pemeliharaan burung puyuh, karena banyak orang yang membutuhkannya. Sebahagian masyarakat pedesaan mengenal puyuh sebagai burung yang banyak bertebaran di ladang dan di persawahan. Burung kecil yang enggan terbang ini, sering dijadikan buruan sebagai tambahan protein hewani yang murah. Berbeda dengan masyarakat di pedesaan, masyarakat perkotaan jarang mengenal burung puyuh. Kebanyakan dari mereka hanya mengenal telur puyuh yang dijajakan sebagai cemilan atau untuk campuran susu. Telur puyuh juga banyak dikenal dimasyarakat karena banyak dijual oleh pedagang asongan di bus, terminal, warung,  dan perempatan lampu merah di kota. Sebagai contoh di wilayah Kotamadya Tebing Tinggi dan sekitarnya banyak telur puyuh, daging puyuh goreng yang telah dijual oleh pedagang.
Puyuh sebagai salah satu ternak unggas, cocok diusahakan sebagai usaha sambilan maupun komersial sebab, telur dan dagingnya semakin popular dan dibutuhkan sebagai salah satu sumber protein hewani yang cukup penting.
Dewasa ini banyak penggemar jamu tradisional memilih telur puyuh untuk campuran jamu. Para ibu menggunakan telur dan daging puyuh dalam menu makanan keluarga mereka, terutama untuk balita dan anak dalam masa pertumbuhan. Namun, tidak sedikit pula orang dewasa membiasakan diri mengkonsumsi daging dan telur puyuh sebagai usaha menjaga kesehatan tubuh. Hal ini mendorong beternak puyuh semangkin popular dan banyak penggemarnya. Demikian pula penulis, tertarik untuk merencanakan wirausaha beternak puyuh yang akan diwujudkan nantinya.

B. Perumusan Masalah
Prospek Usaha beternak burung puyuh di Tebing Tinggi masih mempunyai peluang yang cukup besar, dilihat dari tingkat pemanfaatan potensi pemeliharaan serta kemungkinannya dikirim ke luar daerah. Tetapi, usaha beternak puyuh belum sepenuhnya memenuhi standar beternak puyuh yang tepat.
Bila dilihat dari nilai ekonomisnya, yaitu apabila diperoleh anak burung puyuh yang sehat, maka dalam proses pemeliharaannya akan lebih mudah, sehingga apabila burung puyuh tersebut sudah besar maka dapat dijual dengan harga yang tinggi dan akan berpengaruh dalam pendapatan usaha beternak burung puyuh tersebut. Oleh karena itu kualitas anak burung puyuh sangat menentukan untuk mendapat tujuan yang diharapkan.
C. Tujuan Program
Tujuan dari  kegiatan wirausaha beternak puyuh ini, adalah:
a) Dapat melakukan wirausaha beternak  burung puyuh dengan baik dan   memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan masyarakat.
b)  Dapat memenuhi pasokan telur dan daging burung puyuh sesuai dengan kebutuhan.
c)  Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot rumah tangga lainnya
d)  Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman.
e.Dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri dan untuk orang lain
f) Dengan usaha ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan mendapatkan keuntungan



BAB II
1.RENCANA WIRAUSAHA BETERNAK BURUNG PUYUH
A. Lokasi tempat usaha
Lokasi wirausaha yang akan dibangun adalah :
Tempat            : Di kampung Menggala,jalan 4 Lubuk dalem
Areal               : di sekitar pekarangan rumah

B. Jadwal kegiatan
Berdasarkan rencana yang sudah saya rencanakan,pembuatan usaha telur puyuh ini akan saya laksanakan pada tahun 2013 mendatang,jika itu tidak ada halangan
C. Pemeliharaan
1) Sanitasi dan Tindakan Preventif
 Untuk menjaga timbulnya pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan faksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin.
2) Pemberian Pakan
Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil mematuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk- matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyu remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus.

3) Pemberian Vaksinasi dan Obat
Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.

D. Pengangkutan
Setiap pembelian dan penjualan ternak burung puyuh menggunakan jasa pengabkutan milik usaha. Hal ini, dilakukan untuk mempercepat proses pengangkutan dan menghindari berbagai macam kendala lainnya. Direncanakan alat pengangkutan untuk wirausaha beternak puyuh adalah sepeda motor dan mobil. Sepeda motor untuk pengangkutan produk dalam jumlah yang sedikit, sedangkan mobil untuk jumlah yang banyak dan lokasi yang cukup jauh.

E. Usaha Bersaing
Usaha yang direncanakan untuk dapat bersaing dengan wirausaha beternak puyuh yang lain adalah dengan meningkatkan pelayan terhadap para konsuman. Diantaranya dengan memberikan bonus pembelian burung puyuh pada konsumen berupa barang maupun jasa, memberikan bingkisan Hari Raya dan Tahun Baru pada pelanggan atau patner wirausaha sebagai wujud terimakasih terhadap kepercayaannya, dan laian - lain.

F. Luaran yang Diharapkan
Setelah kegiatan ini dilaksanakan diharapkan akan diperoleh suatu hasil produksi  yang lebih bagus dari usaha tersebut dimana konsumen puas dengan produk yang ditawarkan. Masyarakat lebih mengenal dan dapat memberdayakan manfaat burung puyuh,  karena dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan dapat meningkatkan produksi beternak puyuh ke arah yang lebih maju.
Dari segi pemanfaatan, usaha ini dapat menambah wawasan dari masyarakat dan mahasiswa, bahwa pemeliharaan burung puyuh dengan baik dan teliti dapat meningkatkan pendapatan usaha kecil – kecilan, yang selanjutnya usaha ini dapat mengurangi angka penganguran  di Indonesia karena  banyak perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawannya.


2. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA
Untuk dapat menjalankan kegiatan wirausaha beternak puyuh ini diperlukan biaya atau sejumlah taksasi dana (modal). Setelah melihat langkah-langkah dalam konsep dasar berusaha dan memperkirakan sejumlah taksasi dana yang akan diperlukan, maka wirausaha beternak puyuh dapat dimulai dengan kalkulasi anggaran biaya sebagai berikut :
1) Biaya tetap
·         Kandang ukuran 3x4 m                                           Rp.    500.000,-
·         Pegawai  2 / 1 orang @ Rp. 500.00                        Rp.   1.000.000,-
     Listrik x 12 bulan                                                    Rp.    240.000,-
·         Alat/perlengkapan kandang                                     Rp     1.000.000,-
·         Tempat makan 10 buah/buah @ Rp. 5.000             Rp.    50.000,-
·         Tempat minun 10 buah/buah @ Rp. 5.000              Rp.    50.000,-
_____________________________________________________________+
Total Biaya tetap                                                         Rp.  2.840,000,00 
Biaya tak terduga                                                        Rp.    300.000,00

Jadi modal tetap adalah = 2.840.000 + 300.00 = Rp. 3.140.000,00

2) Biaya Operasional
·         Bibit puyuh umur 1 bulan 50 ekor betina                : Rp.  500.000,-
·         Bibit puyuh umur 1 bulan 20 ekor jantan                 : Rp. 200.000,-
·         Pakan 5 kg per hari x 150 hari x Rp 1500 / kg        : Rp  1.125.000,-
·         Obat dan vaksin                                                      : Rp. 150.000,-
·         Biaya pengangkutan + perawatan                            : Rp   300.000,-
Total Biaya Operasional                                             Rp.2.275.000,-

Jadi jumlah modal yang dikeluarkan adalah sebesar Modal tetap + Modal operasional = Rp. 3.140.000 + Rp.2.275.000 = Rp. 5.415.000,00



.3) Biaya Penjualan
Penjualan telur puyuh jika per butir telur = Rp.250,-
Jadi bila 1 burung betina 1 hari 4 telur maka 50 betina selama 1 tahun adalah =
4 x 50 x 360 = 72.000 butir telur/tahun
Hasil penjualan = 72.000 x 250 =18.000.000,00


4) Keuntungan Usaha

Jumlah Penjualan + Jumlah Modal  adalah
= Rp. 18.000.000,00 - Rp. 5.415.000,00 = Rp. 12.585.000,00

Jadi keuntungan bersih selama 1 tahun adalah Rp. 12.585.000,00



BAB III
PENUTUP

Penulis berharap tulisan proposal ini dapat diwujudkan nantinya serta dapat memberikan manfaat bagi pembaca lainnya guna menambah pengetahuan tentang beternak burung puyuh.
Penulis juga mengakui banyak kekurangan dalam pembuatan proposal ini. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan masukan dari pembaca, guna unutuk perbaikan ke depan.
Penulis juga mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak yang mengajarkan Kewirausahaan, karena telah membantu mahasiswa untuk memiliki atau memikirkan suatu prospek usaha ke depan yang mampu diciptakan mahasiswa itu sendiri serta teman-teman yang telah membantu penulis dalam membuat proposal ini.




















Tidak ada komentar:

Posting Komentar